Ia juga menyebut bahwa dua pekerjaan ini sering membuat jalannya pendakian berjalan dengan baik
“Orang-orang itu tak punya rencana lain ataupun cadangan serta sejumlah kesepakatan bahwa ekspedisi pendakian akan terus berjalan,” tutur Damian Benegas.
Pariwisata di Kota Nepal
Ternyata, bukan hanya warga lokal –yakni orang-orang Sherpa- saja yang terkena dampak penyebaran virus corona, melainkan juga pemerintah Nepal.
Menurut World Travel dan Tourism Council, dikutip AFP, sektor pariwisata menyumbang delapan persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Nepal.
Sektor pariwisata juga menyumbang lebih dari satu juga pekerjaan di Nepal.
Nepal, sebuah negara di Asia yang masih belum pulih dari gempa bumi besar tahun 2015, berharap dapat menarik dua juga wisatawan pada tahun 2020.
Namun, rencana tersebut hancur berantakan akibat penyebaran virus corona.
Di lain hal, sejumlah warga setuju dengan keputusan tersebut lantaran risiko infeksi virus corona yang dihadapi begitu nyata.
Banyaknya pendaki dari luar negeri yang datang akan memasuki desa mereka di mana mereka harus hidup dengan jarak komunikasi yang dekat.
Ancaman infeksi juga didukung oleh lingkungan seperti udara yang menipis dan pernapasan yang sulit di titik ketinggian tertentu.
Kondisi demikian akan menambah risiko medis jika wabah masuk ke basecamp pendakian Everest.
Pendaki senior, Phurba Tashi Sherpa yang telah mendaki Everest selama 21 kali mengatakan bahwa virus corona akan mendatangkan malapetaka jika memasuki desa-desa di Himalaya.
“Itu memang merugikan pekerjaan kita, tapi itu keputusan yang tepat,” katanya.
“Di Khumjung, kami punya satu rumah sakit kecil dan sumber daya yang tak cukup, bayangkan jika orang mulai sakit di sini,” kata pendaki terkenal tersebut.
“Jika penyakit ini datang, maka uang tidak bisa berbuat apa-apa. Di negara maju saja, orang bisa sekarat, apa yang akan terjadi pada kita di Nepal?” kata Phurba Nyamgal Sherpa.
Namun demikian, warga lokal desa-desa di Himalaya masih berusaha meminta pemerintah untuk mengirim bantuan berupa paket ekonomi.
“Pemerintah perlu menemukan cara untuk mendukung mereka yang belum mampu bekerja, tidak hanya di pendakian gunung, namun juga di sektor lain,” kata Santa Bir Lama, Presiden Asosiasi Pendaki Gunung Nepal / Nepal Mountaineering Association.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha) via AFP