Peneliti Ungkap Bukti Pentingnya Lakukan Social Distancing saat Pandemi Covid-19

Saat pandemi Flu Spanyol, kebijakan social distancing diambil untuk mencegah penyebaran virus dan langkah tersebut mampu turunkan angka kematian.


zoom-inlihat foto
vaksin-covid-19-virus-corona.jpg
pixabay.com
Ilustrasi wabah Covid-19


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penyebaran virus corona atau Covid-19 semakin masif.

Sejumlah negara mengambil kebijakan lockdown hingga membatasi jarak dengan orang lain atau social distancing.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan virus corona atau Covid-19.

Namun, apakah dengan menjaga jarak atau social distancing bisa menghentikan penyebaran virus corona?

Dilansir Forbes, data dari penyebaran pandemi Flu Spanyol menunjukkan bahwa jarak sosial atau social distancing yang dilakukan secara ketat mampu memperlambat penyebaran virus.

Bahkan, dengan langkah social distancing mampu menurunkan angka kematian sebanyak 50 persen.

Hal tersebut diketahui melalui kesimpulan dari sebuah penelitian yang membandingkan pendekatannya dengan Amerika Serikat saat menghadapi pandemi Flu Spanyol.

Meski begitu, saat ini masih banyak orang yang acuh terhadap kebijakan social distancing sebagai kebijakan terbaik untuk mengatasi pandemi.

Baca: Tak Banyak Petugas Medis Terpapar Covid-19, Begini Perencanaan Matang Singapura Hadapi Pandemi

Baca: Tak Masalah Social Distancing, 6 Zodiak Ini Lebih Suka Menyendiri daripada Berkumpul, Cek Zodiakmu!

Berdasarkan tiga penelitian menunjukkan bahwa kota-kota yang mengambil langkah social distancing memiliki angka kematian yang lebih rendah.

Tak hanya itu, sekitar 30-50 persen penyebaran virus juga mampu teratasi.

Menerapkan social distancing ini perlu untuk keberhasilan memperlambat penyebaran virus.

Social distancing ini dapat dilakukan dengan cara melarang pertemuan massal, menutup sekolah dan kegiatan ibadah, dan menyemprotkan disinfektan serta menjaga kebersihan.

"Semakin ketat kebijakan isolasi, semakin rendah tingkat kematian," kata Stefan E. Pambuccian, MD, seorang ahli sitologi, ahli patologi bedah dan wakil ketua Departemen Patologi dan Laboratorium Kedokteran di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine.

Sementara itu, dalam penelitian tersebut menyebutkan bahwa kota-kota yang telat mengambil langkah social distancing menunjukkan angka kematian yang tinggi.

Baca: Setelah Muncul Ilustrasi Social Distancing, Google Doodle Hari Ini Ingatkan Mencuci Tangan

Hal itu tentunya membuat sejumlah daerah perlu menerapkan kebijakan social distancing.

Diketahui, pandemi Flu Spanyol menewaskan sekitar 675.000 orang Amerika.

Pada saat itu langkah yang diterapkan ialah dengan menjaga jarak sosial.

"Meski berbeda seperti 100 tahun yang lalu, kemanjuran tindakan social distancing selama pandemi Flu Spanyol memberi kita harapan bahwa tindakan saat ini juga akan membatasi dampak pandemi Covid-19," jelas Pambuccian.

WHO Ubah istilah Social Distancing

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pemberian jarak ini sebagai social distancing.

Namun, sejak Jumat (20/3/2020) lalu, WHO mengganti frasa social distancing menjadi physical distancing.

Alasannya, penggantian frasa ini untuk mengklarifikasi bahwa terdapat perintah tetap tinggal di rumah guna mencegah penyebaran corona virus.

Salam ala Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus
Salam ala Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (Official Twitter Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus/ @DrTedros)

Kendati begitu, hal ini tidak berarti bahwa seseorang memutus kontak dengan orang lain secara sosial.

Penggunaan frasa physical distancing diharapkan dapat memperjelas imbauan WHO, yaitu menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tidak menyebar.

Dalam informasi resmi yang dikeluarkan WHO, alasan penggantian frasa dari social distancing menjadi physical distancing yakni karena WHO bertujuan setiap orang tetap dapat terkoneksi.

Sementara itu dikutip dari Kompas.com, Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO Dr Maria Van Kerkhove mengatakan, menjaga jarak fisik dari orang sehingga dapat mencegah virus agar tidak berpindah ke orang lain menjadi hal sangat penting.

Baca: Tegaskan Tak Akan Lakukan Lockdown, Jokowi: Negara Kita yang Paling Pas adalah Physical Distancing

Baca: 5 Penelitian Pemberi Harapan, Soal Vaksin Corona hingga Tak Terinfeksi Ulang Setelah Tertular

Namun, ini tidak berarti bahwa secara sosial harus memutuskan hubungan dari orang yang dicintai atau dari keluarga.

Menurut Maria, teknologi saat ini sudah sangat maju, sehingga orang dapat tetap terhubung dengan banyak cara tanpa benar-benar secara fisik berada di ruangan yang sama.

"Kami berubah untuk mengatakan jarak fisik dan itu sengaja karena kami inginkan orang untuk tetap terhubung," kata dia.

Salah satu cara melakukan itu dapat melalui internet atau berbagai media sosial agar tetap terhubung karena kesehatan mental seseorang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Peneliti Ungkap Bukti Pentingnya Lakukan Social Distancing saat Pandemi Covid-19

 




BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved