TRIBUNNEWSWIKI.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan belum berencana melakukan lockdown atau karantina wilayah menyusul persebaran virus corona (Covid-19) yang terjadi di Indonesia.
Dikutip dari Kompas.com, Jokowi mengatakan jika dirinya memang kerap ditanya tentang mengapa tidak memberlakukan lockdown sebagaimana yang telah dilakukan negara lain di dunia.
Terkait hal tersebut, Jokowi pun mengatakan jika telah mempelajari karakter hingga dampak sejumlah negara di dunia yang melakukan lockdown.
"Perlu saya sampaikan bahwa setiap negara memiliki karakter yang berbeda-beda, memiliki budaya yang berbeda, memiliki kedisiplinan yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita tidak memilih jalan itu (lockdown)," kata Jokowi saat rapat dengan gubernur seluruh Indonesia lewat video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/3/2020).
Setiap harinya, Jokowi menerima laporan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait kebijakan tiap negara dalam menangani pandemi virus corona.
Baca: Pelatih Jonatan Christie dan Anthony Ginting Jadi PDP Virus Corona, Pelatnas PBSI Diisolasi
Baca: Viral Video Dokter Spesialis Paru Beri Tips Lawan Virus Corona, Berjemur Minimal 30 Menit
Untuk itu, Jokowi mengungkapkan, langkah yang paling tepat diberlakukan di Indonesia adalah physical distancing.
"Sehingga negara kita yang paling pas adalah physical distancing, menjaga jarak aman, itu yang paling penting. Kalau itu yang bisa kita lakukan saya yakin bahwa kita bisa mencegah penyebaran covid 19 ini," kata Jokowi.
Oleh karena itu, Jokowi juga meminta Pemda mengawal betul kebijakan physical distancing ini.
Jokowi meminta pemda memastikan kesehatan masyarakat menjadi yang utama, namun sekaligus memastikan ekonomi tetap terjaga.
Sebelumnya, Jokowi sudah menegaskan kebijakan lockdown hanya bisa diambil oleh pemerintah pusat.
"Kebijakan lockdown baik di tingkat nasional dan tingkat daerah adalah kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan ini tak boleh diambil oleh Pemda. Dan tak ada kita berpikiran untuk kebijakan lockdown," kata Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Senin (16/3/2020).
Sejak kasus virus corona di Indonesia meningkat, desakan tentang pemberlakuan lockdown terus bergema.
Update virus corona di Indonesia, hingga Selasa (24/3/2020) sore, jumlah kasus yang terkonfirmasi adalah sebanyak 686.
Ada penambahan kasus sebanyak 107 orang pada hari Senin (23/3/2020).
Sedangkan jumlah pasien meninggal akibat covid-19 tercatat sebanyak 55 orang.
Untuk pasien yang sembuh adalah 30 orang.
Baca: Jumlah Korban Meninggal Akibat Covid-19 Terus Melonjak, Spanyol Ubah Gelanggang Es Jadi Kamar Mayat
Baca: Waspada Gejala Baru Virus Corona, Kehilangan Kemampuan Mencium Bau dan Mengecap Rasa
Sedangkan untuk update virus corona di dunia hingga, jumlah kasus yang terkonfirmasi adalah sebanyak 378.842 kasus dengan total pasien sembuh sebanyak 102.064.
Untuk jumlah pasien pasien meninggal adalah sebanyak 16.510, dimana Italia menjadi negara dengan total kematian terbanyak akibat Covid-19, sebanyak 6.077.
Sejumlah negara pun telah mengeluarkan kebijakan guna menekan penyebaran virus corona, salah satunya dengan lockdown atau mengunci akses keluar masuk suatu wilayah.
Tercatat 16 negara di dunia telah memberlakukannya agar kasus positif akibat virus ini dapat ditekan.
Berikut 16 negara yang telah memberlakukan lockdown:
- Inggris
- China
- Italia
- Spanyol
- Prancis
- Irlandia
- El-salvador
- Belgia
- Polandia
- Argentina
- Yordania
- Belanda
- Denmark
- Malaysia
- Filipina
- Lebanon
(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy) (Kompas.com/Ihsanuddin)
Sebagian Artikel Ini Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul “Rapat dengan Gubernur, Jokowi Ungkap Alasan Larang Lockdown”.