Di Tengah Pandemi Virus Corona, Warga Queensland Australia Wajib Ikut Pemilu atau Denda Rp 1 Juta

Di tengah imbauan untuk tetap berada di rumah, warga Queensland, Australia dideksa untuk mengikuti pemilihan umum atau denda.


zoom-inlihat foto
opera-house-di-australia.jpg
Saeed KHAN / AFP
Di tengah imbauan untuk tetap berada di rumah, warga Queensland, Australia dideksa untuk mengikuti pemilihan umum atau denda, Foto: Beberapa orang berjalan di Circular Quay di luar Opera House di Sydney pada 25 Maret 2020. Banyak warga menjauh dari kerumunan karena pembatasan untuk menghentikan penyebaran wabah virus coronavirus COVID-19 di seluruh dunia.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Di tengah merebaknya virus corona di Australia, warga di wilayah Queensland didesak untuk ikut pemilihan umum (pemilu) lokal atau jika mengabaikan akan disuruh membayar denda 113.45 Australian Dollar atau sekitar Rp 1,1 juta.

Desakan komisi pemilihan umum lokal Queensland kepada warganya pada Sabtu (28/3/2020) ini berlangsung di tengah imbauan untuk tetap berada di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pejabat tinggi kesehatan negara Australia mengatakan aman untuk melakukan pemungutan suara secara langsung selama warga mengikuti aturan untuk melakukan physical distancing.

"Tidak ada risiko di sini, kita harus ingat risiko orang pergi belanja jauh lebih tinggi," kata Jeannette Young kepada wartawan, dikutip AFP, Sabtu (28/3/2020).

Baca: Disiplin Jalani Perawatan Corona di Australia, Tom Hank dan Rita Wilson Akhirnya Dipulangkan dari RS

Sekitar tiga juta pemilih lokal di Queensland, Australia telah memenuhi syarat untuk memberikan suara mereka untuk pemilihan otoritas lokal.

Sebelumnya, para pemilih telah disediakan pilihan untuk memberikan suaranya baik secara langsung maupun melalui pos atau via telepon.

Namun, saluran telepon kelebihan peminat dan ditutupnya pos membuat banyak warga pergi ke tempat pemungutan suara.

Baca: Tom Hanks dan Rita Wilson Tertular Virus Corona di Australia, Chet Hanks: Orangtuaku Baik-baik Saja

Sejumlah besar warga Queensland Australia terlihat mengantri panjang di beberapa stan tempat pemungutan suara pada Sabtu (28/3/2020).

Antrian terjadi lantaran pihak keamanan membatasi adanya kerumuman di dalam tempat pemungutan suara.

Para pemilih diminta untuk antri dengan berdiri terpisah sejauh 1,5 meter (5 kaki).

Pemilih ini juga diminta untuk membawa pena/pulpen mereka sendiri.

Tempat pemungutan suara di Queensland dibuka pada pukul 8 pagi hingga pukul 18.00 waktu setempat.

Pemungutan suara diadakan untuk memilih otoritas lokal di Queensland dan sejumlah kota yaitu di Bundamba dan Curumbin, dilansir News Australia, Sabtu (28/3/2020).

Baca: Peneliti Asal Queensland Australia Klaim Timnya Temukan Obat yang Efektif untuk Lawan Virus Corona

Sejumlah warga Queensland, Australia terlihat mengantri untuk masuk di tempat pemungutan suara untuk memilih otoritas lokal.
Sejumlah warga Queensland, Australia terlihat mengantri untuk masuk di tempat pemungutan suara untuk memilih otoritas lokal. (Darren England/AAP by News Australia)

Menteri Kesehatan Australia, Steven Miles menyatakan bahwa pemungutan suara wajib dilakukan.

Namun menurutnya, bagi mereka yang sedang diisolasi lantaran sakit dapat mengajukan permohonan diri agar tidak didenda.

Dilansir AFP, pernyataan ini tidak jelas (dimungkinkan tidak berlaku) bagi orang sehat yang 'takut terinfeksi' sebagai alasan untuk tidak memilih.

Pemungutan suara di Queensland, Australia dilakukan ketika kasus virus corona di Australia meningkat tajam di atas 3.500 kasus dengan 14 kematian pada Sabtu (28/3).

Awal pekan ini, Perdana Menteri Scott Morrison menyarankan warga Australia untuk tinggal di rumah kecuali jika ada yang diperlukan di luar.

Hal ini dilakukan menyusul penutupan sejumlah tempat seperti pub, bioskop, dan restoran.

Sementara Australia juga mengeluarkan kebijakan pembatasan untuk mengikuti acara pemakaman.

Pemakaman hanya dapat diikuti oleh maksimal 10 orang, sedangkan pernikahan hanya sampai 5 orang.

"Fakta bahwa warga tak bisa menghadiri pemakaman anggota keluarganya, namun anda harus memberikan suara dalam pemilu jika Anda tinggal di Queensland, ini benar-benar lelucon," kata Dylan Alcott, seorang paralympian Australia melalui akun Twitter miliknya.

Banyak orang yang menyatakan frustasi dan bingung di media sosial atas keputusan untuk tetap mengadakan pemilihan umum di tengah ketakutan penyebaran virus corona.

Beberapa orang bahkan secara langsung mempertanyakan kebijakan tersebut.

"Tampaknya agak konyol untuk ikut pemilu selama pandemi global ini," kata seorang pemilih kepada koran lokal, The Courier Mail, dikutip AFP.

Jurnalis digital Tribunnewswiki.com memantau akun media sosial komisi pemilihan umum lokal Queensland, Australia dan mendapati kabar bahwa pemungutan suara telah selesai dilakukan.

Baca: Lewat Instagram, Tom Hanks Kabarkan Dirinya dan Istri Terjangkit Covid-19 Saat di Australia

Melalui akun Twitter @ECQInfo, pemungutan suara telah ditutup dan sedang berlangsung perhitungan suara.

Baca: Menkes Belum Mau Ikuti Australia dan Amerika Jemput WNI di Kapal Diamond Princess: Taruhannya Besar

Baca: Kisah TKW Asal Blitar Nikahi Bule Swiss dan Hidup Enak di Australia, Perlakuan Suami Jadi Sorotan

-

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved