2 Pekan Garap Pesanan 800 APD, Penjahit Disabilitas di Sleman Tetap Jaga Jarak dan Diawasi Dokter

Koperasi Simpan Pinjam Bank Difabel Kabupaten Sleman mendapatkan pesanan 800 APD dari RS PKU Muhammadiyah. Pengerjaan diawasi langsung oleh pihak RS.


zoom-inlihat foto
disabilitas-difabel-abk-yogyakarta-apd-corona.jpg
KOMPAS/ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Iswanto (43) penjahit difabel menyelesaikan pembuatan pakaian hazmat di Desa Tonggalan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/3/2020). Pembuatan pakaian hazmat atau perlengkapan dari Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis pesanan salah satu rumah sakit di Yogyakarta tersebut sudah sesuai dengan standart keamanan Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19.


Update kasus Covid-19 global dan di Indonesia

Secara global, pada Jumat (27/3/2020) pasien Covid-19 di dunia mencapai 473.137 kasus.

Dari total tersebut, 24.073 pasien dinyatakan telah berhasil disembuhkan dari infeksi virus corona.

Sedangkan 123.942 lainnya diinformasikan meninggal dunia.

Jumlah tersebut tersebar di 199 negara, termasuk Indonesia.

Pada update terakhir Kamis, (26/3/2020) pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 893 kasus.

Dari jumlah tersebut 53 pasien dinyatakan telah sembuh dan 78 lainnya dikabarkan meninggal dunia.

Baca: Trending di Twitter Karena Berlakukan Local Lockdown, Wali Kota Tegal: Lebih Baik Saya Dibenci

Baca: BREAKING NEWS: Gunung Merapi Erupsi, Asap Tebal Kembali Muncul Siang Ini

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Wijaya Kusuma)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Para Penjahit Difabel di Sleman Dapat Pesanan 800 APD, Dipantau Ketat Dokter dan Hati-hati"

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Pesan 800 APD, Penjahit Difabel di Sleman Tetap Jaga Jarak.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved