TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebagai virus baru yang belum ditemukan obatnya, virus corona menjadi masalah yang cukup rumit.
Tak adanya kesiapan medis untuk menangani virus corona turut menambah kepanikan.
Sehingga dengan mudah jumlah pasien bertambah, dan banyak penderita tanpa gejala menularkan virus corona pada orang lain.
Akibatnya, harga masker dan hand sanitizer menjadi langka dan mahal karena permintaan konsumen melonjak drastis.
Tak hanya itu, masalah kini kembali muncul ketika para tenaga medis mulai kekurangan alat pelindung diri (APD).
Padahal sebagai pasukan yang berada di garis depan pandemi Covid-19, para petugas harus memiliki 'baju zirah' yang mumpuni.
Baca: Ahli Ungkap Bahan Rumah Tangga Ini Lebih Ampuh Bunuh Virus Corona daripada Hand Sanitizer
Difabel Kabupaten SLeman dapat pesanan 800 APD
Para penyandang disabilitas di Kabupaten Sleman mendapatkan pesananan untuk membuat APD.
Melalui Koperasi Simpan Pinjam Bank Difabel Kabupaten Sleman, para penyandang disabilitas tersebut mendapat hingga 800 potong APD.
Seperti dikutip dari Kompas.com, APD berupa pakaian khusus untuk para petugas medis tersebut dipesan oleh RS PKU Muhammadiyah di wilayah Yogyakarta.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Ismanto, seorang penjahit asal Dusun Tonggalan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman.
"Kita mendapat pesanan dari Rumah Sakit PKU (RS PKU Muhammadiyah di wilayah Yogyakarta)," ujar Ismanto, saat ditemui Kamis, (26/03/2020).
Ismanto menuturkan rumah sakit tersebut memesan APD sebanyak 800 berupa pakaian khusus.
Pesanan dari rumah sakit ini dikerjakan oleh 10 orang, mulai dari membuat pola, memotong bahan sampai menjahit.
Baca: Tegal Local Lockdown: Akses Masuk Kota Ditutup Beton, Jalan Nasional dan Provinsi Tetap Dibuka
Tetap terapkan physical distancing
Dijelaskan oleh Ismanto, proses pengerjaan APD pesanan tidak dilakukan dalam satu tempat.
Tujuanya agar mengurangi orang berkumpul dan mengikuti imbauan untuk melakukan physical distancing.
"Kami mulai membuatnya dua hari kemarin, karena kebutuhanya kan mendesak. Kemarin proses memotong bahan, sekarang sudah mulai menjahit," jelas Ismanto.
Diawasi langsung oleh pihak rumah sakit