Badarudin lebih lanjut mengatakan, gaji yang diperolehnya sebagai kades selama satu bulan adalah Rp 4 juta.
Menurutnya, apa yang disumbangkan untuk penanganann virus corona itu bukan masalah besar kecil gajinya.
"Namun untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat luas," ujarnya.
Badarudin mengatakan, keluarganya sudah mengetahui perihal dirinya yang menyumbangkan gajinya.
Pihak keluarganya ternyata mendukung dan mengizinkan.
Adapun uang yang disumbangkannya akan digunakan untuk pengadaan hand sanitizer, penyemprotan disinfektan, hingga sosialisasi mengenai bahaya virus corona.
"Tidak ada niatan mencari sensasi, hanya tergugah untuk kemanusiaan dan bela negara," kata Badarudin.
Lebih lanjut dia juga mengajak semua yang mendapatkan gaji dari negara, mulai dari perangkat desa, kepala desa, PNS, DPR, hingga DPRD.
Dikatakannya, bukan tidak mungkin akan terkumpul jumlah dana yang tak sedikit jika semua yang mendapatkan gaji dari negara bisa menyumbang meski hanya beberapa persen.
Baca: UPDATE Kasus Virus Corona di Indonesia Kamis 26 Maret 2020: Terkonfirmasi 893 Orang
Baca: Pencuri 360 Boks Masker dan Alat Kesehatan di RSUD Pagelaran Ditangkap, Pelaku 4 Orang Dalam dan ASN
(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi)
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Alasan Mulia Kades di Wonosobo Sumbangkan Gaji untuk Penanganan Corona, Tak Ada Niat Cari Sensasi