"Tes ini penting dalam membantu kami mendeteksi sebanyak mungkin kasus dan sedini mungkin," kata Gan.
Titik masuk ke Singapura juga memiliki detektor suhu, pelacakan kesehatan, dan kemampuan swabbing.
Wisatawan yang memenuhi definisi kasus yang dicurigai dibawa langsung ke rumah sakit.
Pasien yang pulih juga diuji dengan teliti sebelum mereka kembali ke rumah.
Gan mengatakan pasien harus melakukan tes negatif untuk virus dua kali selama 24 jam sebelum mereka dianggap pulih.
4. Kapasitas Fasilitas Kesehatan
Negara ini memiliki sekitar 13.300 tempat tidur di rumah sakit umum, swasta dan masyarakat.
Sebelumnya, semua kasus yang dikonfirmasi dirawat di rumah sakit umum dan akan tetap di sana sampai mereka diuji negatif dua kali.
"Namun, kita sekarang tahu bahwa sekitar 80 persen kasus Covid-19 ringan hingga sedang," kata Gan.
"Mereka hanya membutuhkan perawatan medis terbatas, dan yang kita butuhkan adalah fasilitas isolasi."
Dia meyakinkan warga Singapura bahwa mereka masih akan menerima tes gratis.
Namun, mereka yang melakukan perjalanan ke luar negeri setelah diperingatkan pemerintah, tidak akan menikmati subsidi perawatan kesehatan pemerintah.
Baca: Dr Tirta Senggol Atta Halilintar hingga Rachel Vennya Untuk Sumbang Ojol yang Terkena Imbas Corona
Baca: Raja Restoran Surabaya Nekat Gelar Pernikahan Putranya di Tengah Wabah Corona, Banyak Pejabat Hadir
5. Penelitian Vaksin
Gan mengatakan sebuah kelompok kerja yang terdiri dari para profesional perawatan kesehatan dari berbagai rumah sakit dan disiplin ilmu telah dibentuk untuk membuat pedoman repurposing obat antivirus Covid-19.
Duke-NUS Medical School di bekerja sama dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) di AS dan mitra internasional lainnya untuk mengembangkan uji klinis vaksin.
"Dengan semua upaya yang sedang berlangsung ini, Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa vaksin paling awal akan siap kemungkinan akan beberapa tahun kedepan," kata Gan.
6. Melindungi Pekerja Medis
Staf medis adalah sumber daya terpenting Singapura, kata Gan.
Dia mengatakan lembaga akan memastikan staf mereka beristirahat dengan baik dan bahwa ada langkah-langkah untuk mengurangi kelelahan staf, seperti layanan konseling dan program dukungan sebaya.
Pemerintah sebelumnya mengatakan pekerja perawatan kesehatan akan diberikan peralatan pelindung diri yang cukup untuk menjaga mereka tetap aman.