Kemenhub Putuskan Tak Ada Mudik Gratis Tahun Ini, Bisa Berpotensi Menjadi Titik Penyebaran Virus

Pemudik yang bepergian ke daerahnya masing-masing akan berpotensi membuat wilayah persebaran Covid-19 semakin luas.


zoom-inlihat foto
hskj.jpg
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ilustrasi. Pemudik kendaraan pribadi melintas di jalur Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). Jalur mudik Alas Roban terpantau ramai lancar dan belum terlihat penumpukan arus pemudik yang melewati jalur Pantai Utara (Pantura).(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pemerintah mengambil langkah meniadakan mudik gratis tahun 2020 ini.

Hal ini guna mengantisipasi penyebaran virus corona yang belakangan marak terjadi di Indonesia.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat resmi menghapus program mudik gratis pada masa Angkutan Lebaran 2020.

Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona di Indonesia.

Baca: Alat Pelindung Diri (APD)

Baca: Prabowo Subianto Apresiasi Kerja Tenaga Medis Tangani COVID-19 Sekarang Dokter Pahlawan Bangsa

Status darurat bencana ini berkalu selama 91 hari terhitung sejak 29 Februari – 29 Mei 2020 mendatang.

Dikutip dari Kompas.com, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, baik program mudik gratis yang diadakan oleh Kementerian Perhubungan, BUMN, hingga swasta akan ditiadakan.

“Melihat kondisi penyebaran virus Covid-19 yang begitu masif belakangan ini, saya rasa ini keputusan yang tepat walau berat, mudik gratis akan dibatalkan,”  tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2020).

Baca: Pemerintah DKI Jakarta Akan Beri Sanksi Pidana bagi Orang yang Memaksa Berkumpul saat Wabah Corona

Baca: Blaise Pascal

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi 1
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat mensosialisasikan mudik gratis Lebaran 2020 di Jakarta, Jumat (13/3/2020).(KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)

Ia berharap keputusan ini dapat dipatuhi oleh semua masyarakat.

“Oleh karena itu saya harap masyarakat pun dapat mengerti dan mematuhi apa yang sedang dilakukan pemerintah," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk di Dirjen Perhubungan Darat, baik mudik gratis dengan bus dan kapal penyeberangan semua akan dihapuskan.

Kemenhub saat ini berfokus membantu pemerintah pusat maupun daerah untuk mengantisipasi penularan virus corona.

Baca: Meski Bukan Obat Utama, Chloroquine Dapat Menekan Laju Virus Corona di Beberapa Negara

Baca: Peneliti Ungkap Virus Corona Jarang Menyerang Bayi dan Anak-anak, Begini Alasannya

Ilustrasi. Pemudik kendaraan pribadi melintas di jalur Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). Jalur mudik Alas Roban terpantau ramai lancar dan belum terlihat penumpukan arus pemudik yang melewati jalur Pantai Utara (Pantura).(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Ilustrasi. Pemudik kendaraan pribadi melintas di jalur Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). Jalur mudik Alas Roban terpantau ramai lancar dan belum terlihat penumpukan arus pemudik yang melewati jalur Pantai Utara (Pantura).(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Sebab, mudik identik dengan berpergiannya segerombolan orang dalam jumlah yang besar.

Hal ini dikhawatirkan dapat menyebarkan virus corona atau Covid-19 dari satu orang ke orang lainnya.

Resiko penularan ketika mudik pun dinilai sangat tinggi.

“Karena kita tahu dengan mudik, artinya ada arus orang banyak yang akan melakukan perjalanan.

Ini tentu berbahaya dan berisiko tinggi jika tetap dilakukan,” ujarnya.

Baca: UPDATE Kasus Virus Corona di Indonesia Senin 23 Maret 2020: 500 dalam Perawatan & 30 Sembuh

Baca: Selain Obat Batuk, Kencur Mentah Ternyata Punya 5 Khasiat Lain: Jaga Stamina hingga Hilangkan Stres

Presiden Joko Widodo mencanangkan kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan ibadah di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Hal ini diungkapkan Presiden dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3/2020).(Instagram/jokowi)
Presiden Joko Widodo mencanangkan kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan ibadah di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Hal ini diungkapkan Presiden dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3/2020).(Instagram/jokowi) (Instagram/jokowi)

Presiden Jokowi serta pemerintah daerah telah mengimbau warga Indonesia untuk menjauhi kerumunan dengan ‘belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadan di rumah’.

Guna memaksimalkan upaya menekanan penyebaran virus corona, Budi juga mendorong masyarakat untuk tidak mudik.

"Meminimalisir mobilisasi agar tidak memperluas kemungkinan penularan Covid-19,” katanya.

Baca: Trakoma

Baca: Italia Jadi Negara dengan Kasus Kematian Virus Corona Terbanyak di Dunia, Ternyata Ini Alasannya

Ilustrasi wabah Covid-19
Ilustrasi wabah Covid-19 (pixabay.com)

Budi berharap, masyarakat dapat berperan aktif mencegah penularan virus corona, dengan cara tidak bepergian apalagi melakukan mudik pada saat libur Lebaran nanti.

“Mudik ini melibatkan banyak massa, berpotensi menjadi titik penyebaran virus tersebut, yang mudik bepergian ke daerahnya masing-masing akan berpotensi membuat wilayah persebaran Covid-19 semakin luas.

Kami akan gencarkan kampanye ini secara terus menerus,” ucapnya.

Baca: Skenario Buruk Pencegahan Virus Corona Meluas, Pemerintah Pertimbangkan Larang Mudik Lebaran 2020

Baca: Gagal Mudik Karena Virus Corona? Berikut Panduan Lengkap Pembatalan Tiket Kereta Api

Update kasus corona di Indonesia Senin 23 Maret 2020

Informasi terbaru kasus COVID-19 dapat diakses melalui covid19.go.id.

Update terbaru tertanggal Minggu 23 Maret 2020 pukul 15:52.

Kasus yang terkonfirmasi totalnya mencapai 579.

Ada penambahan kasus sebanyak 65 orang dari hari Minggu (22/3/2020).

Baca: Warga China Demam saat Tinggal di Tanah Air, China Tuduh Indonesia Sebarkan Virus Corona Baru

Baca: Hand Sanitizer Berbahan Ciu Buatan Bupati Banyumas Mulai Dibagikan secara Gratis

Update kasus virus corona di Indonesia Senin (23/3/2020).
Update kasus virus corona di Indonesia Senin (23/3/2020). (www.covid19.go.id)

Pasien dalam perawatan 500 orang.

Total pasien yang sembuh adalah 30 orang.

Pasien yang meninggal sebanyak 49 orang.

DKI Jakarta menjadi daerah yang paling banyak terjangkit corona.

Total yang sudah terkonfirmasi yaitu sebanyak 353 kasus.

(TribunnewsWiki.com/SO/cva/Kompas.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Mudik Gratis Tahun ini Dibatalkan"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved