Trakoma

Trakoma adalah salah satu penyakit mata yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Chlamydia. Gejala awal yang muncul adalah gatal-gatal dan pembengkakan kelopak mata. Trakoma yang parah bisa menyebabkan kebutaan.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-trakoma.jpg
halodoc.com
Ilustrasi mata penderita gejala awal Trakoma

Trakoma adalah salah satu penyakit mata yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Chlamydia. Gejala awal yang muncul adalah gatal-gatal dan pembengkakan kelopak mata. Trakoma yang parah bisa menyebabkan kebutaan.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Trakoma adalah infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan menular.

Bakteri tersebut mudah berkembang biar di lingkungan yang kotor.

Penyakit trakoma lebih sering terjadi ke pada anak-anak daripada orang dewasa.

Infeksi yang menyebabkan trakoma bisa terjadi juga karena penggunaan sapu tangan atau handuk yang sudah tercemar oleh virus atau bakteri Chlamydia trachomatis. (1)

Penyakit ini merupakan penyakit menular yang ditularkan dengan kondisi bersentuhan. (2)

Seorang penderita Trakoma dapat menularkan ke orang lain dengan cara bersentuhan atau menyentuh mata setelah memegang benda yang terdapat bakteri Chlamydia trachomatis.

Trakoma biasanya menyerang mata dan kelopak mata terlebih dahulu dengan gejala awal berupa iritasi dan gatal-gatal ringan.

Namun, jika tidak diobati, trakoma bisa menyebabkan komplikasi dan kebutaan jika kondisinya sudah parah.

Kebutaan yang diakibatkan oleh trakoma bersifat permanen dan tidak dapat diobati atau disembuhkan.

Walaupun begitu, penyakit ini berkembang dengan sangat lambat dan bisa saja muncul ketika penderita sudah beranjak dewasa.

Baca: Difteri

Baca: Glaukoma

  • Gejala


Gejala trakoma umumnya terjadi pada kedua mata, antara lain berupa:

  • Gatal-gatal dan iritasi pada mata, termasuk kelopak mata
  • Nyeri mata
  • Merasa lebih sensitif terhadap cahaya (photophobia)
  • Pembengkakan kelopak mata
  • Keluarnya cairan dari mata yang mengandung nanah dan mukus (3)

Gejala trakoma membutuhkan proses yang lama sebelum akhirnya berkembang menjadi penyakit. (4)

Bakteri penyebab trakoma memiliki periode inkubasi selama 5-12 hari sebelum pengidapnya akan alami gejala awal berupa iritasi atau peradangan pada lapisan terluar mata dan kelopak (konjungtivitis).

Gejala yang lebih menyakitkan umumnya juga muncul ketika anak telah tumbuh dewasa.

Selain itu, gejala trakhoma juga dapat memengaruhi jaringan kelenjar pelumas di kelopak dan kelenjar penghasil air mata (kelenjar lakrimal).

Hal itu dapat menyebabkan mata mengalami kekeringan yang berakibat pada semakin parahnya kondisi trakhoma.  

  • Diagnosa


Untuk mengidentifikasi tingkat keparahan trakoma, WHO menetapkan adanya 5 tahapan perkembangan penyakit ini, yaitu:

  • Peradangan folikuler

Tahapan ini merupakan tahapan awal perkembangan penyakit trakoma yang ditandai dengan munculnya folikel pada mata, yang dapat dilihat dengan bantuan kaca pembesar.

Folikel ini berbentuk seperti benjolan kecil yang mengandung sel darah putih (limfosit), yang terletak pada bagian dalam kelopak mata atas.

  • Peradangan berat. 

Trichiasis terjadi ketika kelopak mata mengalami perubahan bentuk, sehingga menyebabkan bulu mata tumbuh ke dalam.

Kornea yang mengalami iritasi akibat trichiasis dapat terkena inflamasi, sehingga mengalami pengeruhan.

Kornea yang mengalami pengeruhan dapat terlihat tidak jernih seperti kornea normal. (5)


Trakoma disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis pada mata. 

Chlamydia trachomatis merupakan bakteri gram negatif yang hanya dapat hidup sebagai parasit di dalam jaringan tubuh manusia.

Selain bakteri Chlamydia trachomatis, bakteri jenis lain, seperti Chlamydia psittaci dan Chlamydia pneumoniae, juga diduga dapat menyebabkan trakoma pada manusia.

Trakoma dapat menyebar melalui kontak langsung maupun tidak langsung.

Penyebaran trakoma secara kontak langsung dapat melalui cairan mata dan hidung dari penderita trakoma.

Perabotan yang digunakan oleh penderita sehari-hari juga bisa menjadi media penyebaran trakoma, contohnya adalah pakaian, handuk dan sapu tangan.

Trakoma juga dapat menyebar melalui serangga yang sering hinggap di feses (tinja) manusia.

Beberapa faktor lain yang juga berperan dalam penularan trakoma adalah:

  • Tingkat kebersihan buruk, seseorang yang hidup di lingkungan tidak bersih dapat lebih mudah terkena trakoma
  • Kebiasaan sehari-hari yang tidak bersih, seperti kurang memerhatikan kebersihan wajah dan tangan, juga dapat mempermudah penularan trakoma
  • Tinggal di lingkungan kumuh lebih mudah terkena trakoma dikarenakan kontak antar penduduk di daerah tersebut lebih rentan terjadi
  • Anak-anak yang tinggal di daerah yang terdapat penderita trakoma lebih mudah terkena trakoma dibanding orang dewasa
  • Wanita lebih mudah terkena trakoma dibanding pria, salah satunya adalah karena wanita sering melakukan kontak dengan anak-anak
  • Tidak terdapat MCK yang memadai di suatu pemukiman, baik MCK pribadi atau umum, menyebabkan penularan trakoma antar penduduk lebih mudah terjadi (6)


Trakoma dapat diobati dengan pemberian antibiotik dan memiliki tingkat penyembuhan yang bagus jika dideteksi lebih awal.

Beberapa jenis pengobatan trakoma, diantaranya berupa:

1. Pemberian Obat-obatan

Dilakukan pada tahap awal perkembangan trakoma menggunakan antibiotik.

Obat minum azithromycin atau salep mata tetracycline adalah beberapa contoh antibiotik yang akan diberikan oleh dokter.

2. Prosedur Bedah Mata

Langkah yang mungkin dilakukan jika trakoma telah berada pada tahap yang lebih parah yaitu dengan melakukan pemasangan perban berperekat di atas bulu mata. 

Tujuannya agar tidak menyentuh mata.

Prosedur ini bersifat sementara atau jika tidak tersedia prosedur pengangkatan bulu mata di lokasi pasien berobat.

Kemudian selanjutnya adalah pengangkatan bulu mata, prosedur ini dapat dilakukan berulang kali untuk mencegah bulu mata tumbuh ke dalam dan melukai kornea mata.

Yang selanjutnya yaitu prosedur pemutaran kelopak mata, hal ini dilakukan dengan membuat sayatan pada kelopak yang luka dan menjauhkan bulu mata dari kornea mata.

Prosedur ini juga dapat membantu mencegah kerusakan kornea lebih jauh.

Terakhir adalah transplantasi kornea,  prosedur ini wajib dilakukan jika trakhoma telah menyebabkan gangguan penglihatan yang serius akibat adanya jaringan parut pada kornea mata.

Walaupun demikian, transplantasi kornea mata akibat trakoma pada banyak kasus tidak mampu memperbaiki penglihatan atau tidak memiliki hasil yang bagus. (7)



Nama Penyakit Trakoma
Jenis Penyakit Penyakit Mata
Gejala Peradangan dan Infeksi pada kelopak dan kornea mata
Akibat Penyakit Tersebut Kebutaan
   


Sumber :


1. pkusukoharjo.com
2. www.alodokter.com
3. www.halodoc.com


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved