Total Kasus Corona di Indonesia Menjadi 69, Dua Diantaranya Adalah Balita Berusia 2 dan 3 Tahun

Achmad Yurianto mengungkapkan dua balita yang positif virus corona diduga tertular oleh orangtuanya yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19.


zoom-inlihat foto
juru-bicara-pemerintah-untuk-penanganan-virus-corona-achmad-yurianto-1.jpg
KOMPAS.com/Dian Erika
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).KOMPAS.com/Dian Erika


Pasien tersebut juga mengalami pemburukan kemudian meninggal, pemeriksaan spesimen positif.

"Perburukan dengan cepat, kemudian meninggal. Spesimen ternyata positif. Dinas kesehatan sudah diberi tahu ternyata positif," ucap Achmad Yurianto.

Kemudian pasien nomor 50 laki-laki 59 tahun, mengalami perburukan cepat dan kemudian meninggal positif corona.

Contact tracing sedang dilakukan Dinas Kesehatan.

Baca: Satu Pasien Positif Virus Corona di RSUP Persahabatan Kabur, Diduga Takut Tertular Pasien Lain

Baca: Denmark & Irlandia Lakukan Lockdown, Berikut Negara yang Menutup Wilayahnya Guna Cegah Virus Corona

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto 1
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).KOMPAS.com/Dian Erika

"Dan kemudian meninggal. Positif coronavirus, Covid-19. Untuk tracing sedang dilakukan dinkes setempat," ucap Achmad Yurianto.

Sedangkan, dua pasien yang terinfeksi corona sudah diizinkan pulang karena dua kali hasil pemeriksaan hasilnya sudah negatif corona.

Achmad Yurianto mengatakan, dua pasien yang sudah boleh pulang tersebut yakni pasien nomor 1 dan pasien nomor 3.

Baca: Masjidil Haram Sepi karena Virus Corona, Terekam Sekumpulan Burung Memutari Kabah

Baca: Kim Jong Un Dikabarkan Tinggalkan Pyongyang sejak Februari demi Hindari Tertular Virus Corona

"Kalau pasien nomor 2 baru satu kali negatif, semoga besok negatif," ujar Yuri pada Jumat (13/3/2020), seperti dikutip dari Kontan.

Kini pemerintah menambahkan jumlah labolatorium untuk mengetes specimen terkait virus corona.

Pencegahan virus Corona
Pencegahan virus Corona (doktersehat.com)

Saat ini, tes specimen baru dilakukan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

Ke depannya, tes specimen juga akan dilakukan di Labolatorium milik Universitas Airlangga Sirabaya dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta.

"Pemerintah memutuskan mulai Senin (16/3/2020) besok,

Pemeriksaan laboratorium sudah bisa dilaksanakan di Balai Besar Teknik Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP), di Universitas Airlangga, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman," ujar Yuri

Baca: 2 Pasien Positif Virus Corona yang Dinyatakan Sembuh Akan Tetap Diawasi Dinas Kesehatan

Baca: Pasien Positif Corona Meninggal di RSUD Moewardi Solo, Ganjar Pranowo: Masyarakat Tak Perlu Takut

"Dan beberapa tempat lagi yang saat ini sedang dilaksanakan on the job training," lanjut dia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo ingin laboratorium di luar milik pemerintah pusat untuk ikut menguji spesimen yang dicurigai terinfeksi virus corona Covid-19

Jokowi mengaku sudah memerintahkan hal ini kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Mengenai pengecekan saya sudah perintahkan kepada Menkes agar laboratorium di luar balitbangkes bisa melakukan," kata Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (13/3/2020).

(TribunnewsWiki.com/SO)

 




BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved