Pasien tersebut juga mengalami pemburukan kemudian meninggal, pemeriksaan spesimen positif.
"Perburukan dengan cepat, kemudian meninggal. Spesimen ternyata positif. Dinas kesehatan sudah diberi tahu ternyata positif," ucap Achmad Yurianto.
Kemudian pasien nomor 50 laki-laki 59 tahun, mengalami perburukan cepat dan kemudian meninggal positif corona.
Contact tracing sedang dilakukan Dinas Kesehatan.
Baca: Satu Pasien Positif Virus Corona di RSUP Persahabatan Kabur, Diduga Takut Tertular Pasien Lain
Baca: Denmark & Irlandia Lakukan Lockdown, Berikut Negara yang Menutup Wilayahnya Guna Cegah Virus Corona
"Dan kemudian meninggal. Positif coronavirus, Covid-19. Untuk tracing sedang dilakukan dinkes setempat," ucap Achmad Yurianto.
Sedangkan, dua pasien yang terinfeksi corona sudah diizinkan pulang karena dua kali hasil pemeriksaan hasilnya sudah negatif corona.
Achmad Yurianto mengatakan, dua pasien yang sudah boleh pulang tersebut yakni pasien nomor 1 dan pasien nomor 3.
Baca: Masjidil Haram Sepi karena Virus Corona, Terekam Sekumpulan Burung Memutari Kabah
Baca: Kim Jong Un Dikabarkan Tinggalkan Pyongyang sejak Februari demi Hindari Tertular Virus Corona
"Kalau pasien nomor 2 baru satu kali negatif, semoga besok negatif," ujar Yuri pada Jumat (13/3/2020), seperti dikutip dari Kontan.
Kini pemerintah menambahkan jumlah labolatorium untuk mengetes specimen terkait virus corona.
Saat ini, tes specimen baru dilakukan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.
Ke depannya, tes specimen juga akan dilakukan di Labolatorium milik Universitas Airlangga Sirabaya dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta.
"Pemerintah memutuskan mulai Senin (16/3/2020) besok,
Pemeriksaan laboratorium sudah bisa dilaksanakan di Balai Besar Teknik Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP), di Universitas Airlangga, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman," ujar Yuri
Baca: 2 Pasien Positif Virus Corona yang Dinyatakan Sembuh Akan Tetap Diawasi Dinas Kesehatan
Baca: Pasien Positif Corona Meninggal di RSUD Moewardi Solo, Ganjar Pranowo: Masyarakat Tak Perlu Takut
"Dan beberapa tempat lagi yang saat ini sedang dilaksanakan on the job training," lanjut dia.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo ingin laboratorium di luar milik pemerintah pusat untuk ikut menguji spesimen yang dicurigai terinfeksi virus corona Covid-19.
Jokowi mengaku sudah memerintahkan hal ini kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
"Mengenai pengecekan saya sudah perintahkan kepada Menkes agar laboratorium di luar balitbangkes bisa melakukan," kata Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (13/3/2020).
(TribunnewsWiki.com/SO)