TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kasus corona di Indonesia mengalami peningkatan.
Jumlah pasien virus corona bertambah 35 orang, sehingga total kini terdapat 69 orang terinfeksi virus corona.
Namun dua di antaranya adalah balita.
Hal tersebut diungkapkan oleh Juru bicara pemerintah untuk menangani virus corona Achmad Yurianto pada Jumat, (13/3/2020) sore.
Kedua pasien balita tersebut diidentifikasi sebagai pasien ke-49 dan ke-54.
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 14 Maret 2020: Aquarius Ada Kerjaan Baru, Capricorn Terjebak Situasi
Baca: Kirim Surat, WHO Minta Jokowi Deklarasikan Virus Corona sebagai Darurat Nasional
Dikutip dari Kompas.com, pasien ke-49 merupakan laki-laki berusia tiga tahun.
Saat ini kondisi pasien tersebut nampak sakit ringan sedang.
"Pasien ke-54 merupakan laki-laki berusia dua tahun, nampak kondisi sakit sedang," kata Yurianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3/2020).
Kedua pasien balita tersebut diketahui dari hasil penelusuran yang dilakukan Kementerian Kesehatan bersama dinas kesehatan wilayah terkait terhadap pasien yang sebelumnya telah dinyatakan positif.
Baca: Dampak Virus Corona, Liga Champions dan Liga Europa Resmi Dihentikan
Baca: Promo Akhir Pekan PHD Buy 1 Get 1 Pizza hingga Ayam & Nasi di McDonalds Hanya Rp 15 Ribuan
“Data yang saya berikan ini adalah hasil tracking dari dua hari lalu setelah dilaporkan dari daerah sampai dengan tadi siang,” kata dia.
Meski demikian, Yurianto tidak merinci pasien nomor berapakah yang menjadi orangtua kedua pasien balita tersebut.
Juga lokasi dimana isolasi keduanya saat ini.
Sebelumnya diberitakan bahwa ada tambahan 35 kasus infeksi corona di Indonesia sehingga total menjadi 69 kasus.
Baca: BREAKING NEWS: Liga Inggris Resmi Dihentikan Akibat Penyebaran Virus Corona
Baca: Virus Corona Merebak, Kini Giliran Pemain Manchester City dan Everton Terkena Dampak Covid-19
Dari jumlah tersebut, empat di antaranya meninggal dunia.
Sebelumnya sudah ada satu korban meninggal.
Tiga orang tambahan korban meninggal dunia tersebut yakni seorang pasien ke-35 umur 57 tahun.
Ia masuk rumah sakit sudah menggunakan ventilator, mengalami perburukan cepat kemudian meninggal dan hasil pemeriksaan positif corona.
"Namun belum dilakukan pemeriksaan Covid-19-nya. Perburukan cepat, hari itu juga meninggal," ucap Yuri.
"Hasil spesimennya positif, sudah diserahkan ke wilayah untuk tracing," ucap Yuri.
Baca: BREAKING NEWS: Total Kasus Virus Corona di Indonesia Bertambah Jadi 69 Kasus, 4 Meninggal Dunia
Baca: Jokowi Akui Sembunyikan Sejumlah Informasi tentang Virus Corona, Ini Alasannya
Kemudian, pasien 36 adalah perempuan 37 tahun yang masuk ke rumah sakit sudah menggunakan ventilator.
Pasien tersebut juga mengalami pemburukan kemudian meninggal, pemeriksaan spesimen positif.
"Perburukan dengan cepat, kemudian meninggal. Spesimen ternyata positif. Dinas kesehatan sudah diberi tahu ternyata positif," ucap Achmad Yurianto.
Kemudian pasien nomor 50 laki-laki 59 tahun, mengalami perburukan cepat dan kemudian meninggal positif corona.
Contact tracing sedang dilakukan Dinas Kesehatan.
Baca: Satu Pasien Positif Virus Corona di RSUP Persahabatan Kabur, Diduga Takut Tertular Pasien Lain
Baca: Denmark & Irlandia Lakukan Lockdown, Berikut Negara yang Menutup Wilayahnya Guna Cegah Virus Corona
"Dan kemudian meninggal. Positif coronavirus, Covid-19. Untuk tracing sedang dilakukan dinkes setempat," ucap Achmad Yurianto.
Sedangkan, dua pasien yang terinfeksi corona sudah diizinkan pulang karena dua kali hasil pemeriksaan hasilnya sudah negatif corona.
Achmad Yurianto mengatakan, dua pasien yang sudah boleh pulang tersebut yakni pasien nomor 1 dan pasien nomor 3.
Baca: Masjidil Haram Sepi karena Virus Corona, Terekam Sekumpulan Burung Memutari Kabah
Baca: Kim Jong Un Dikabarkan Tinggalkan Pyongyang sejak Februari demi Hindari Tertular Virus Corona
"Kalau pasien nomor 2 baru satu kali negatif, semoga besok negatif," ujar Yuri pada Jumat (13/3/2020), seperti dikutip dari Kontan.
Kini pemerintah menambahkan jumlah labolatorium untuk mengetes specimen terkait virus corona.
Saat ini, tes specimen baru dilakukan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.
Ke depannya, tes specimen juga akan dilakukan di Labolatorium milik Universitas Airlangga Sirabaya dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta.
"Pemerintah memutuskan mulai Senin (16/3/2020) besok,
Pemeriksaan laboratorium sudah bisa dilaksanakan di Balai Besar Teknik Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP), di Universitas Airlangga, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman," ujar Yuri
Baca: 2 Pasien Positif Virus Corona yang Dinyatakan Sembuh Akan Tetap Diawasi Dinas Kesehatan
Baca: Pasien Positif Corona Meninggal di RSUD Moewardi Solo, Ganjar Pranowo: Masyarakat Tak Perlu Takut
"Dan beberapa tempat lagi yang saat ini sedang dilaksanakan on the job training," lanjut dia.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo ingin laboratorium di luar milik pemerintah pusat untuk ikut menguji spesimen yang dicurigai terinfeksi virus corona Covid-19.
Jokowi mengaku sudah memerintahkan hal ini kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
"Mengenai pengecekan saya sudah perintahkan kepada Menkes agar laboratorium di luar balitbangkes bisa melakukan," kata Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (13/3/2020).
(TribunnewsWiki.com/SO)