Merry Riana

Merry Riana adalah seorang motivator perempuan, direktur, dan pengusaha asal Indonesia yang mulai dikenal sejak filmnya yang berjudul "Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar" tayang pada 2014.


zoom-inlihat foto
merry13.jpg
Instagram/@meryriana
Merry Riana

Merry Riana adalah seorang motivator perempuan, direktur, dan pengusaha asal Indonesia yang mulai dikenal sejak filmnya yang berjudul "Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar" tayang pada 2014.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Merry Riana adalah seorang motivator perempuan, direktur, dan pengusaha asal Indonesia yang mulai dikenal sejak filmnya yang berjudul "Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar" tayang pada 2014.

Merry Riana yang lahir di Jakarta, pada 29 Mei 1980 dipaksa merantau ke negara Singapura oleh orang tuanya akibat kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998.

Gadis keturunan Tionghoa ini lalu merantau ke Singapura dan mengambil kuliah di Nanyang Technological University.

Merry berkuliah dengan uang hasil berhutang dan melewati masa kehidupan di Singapura dengan keprihatinan finansial.

Keprihatinan tersebut kemudian membuat Merry menciptakan perubahan pada pola pikir dan mulai berusaha dengan konsep serta etos kerja tinggi.

Setelah berbagai perubahan dilaluinya, hidup Merry mulai membaik setelah lulus kuliah, hingga akhirnya ia berhasil meraih pendapatan sejuta dolar pada usia 26 tahun.

Pencapaian Merry Riana ini akhirnya diberitakan dalam surat kabar nasional Singapura, The Straits Times terbitan 28 Januari 2007. (1)

Baca: Nurhayati Subakat

Baca: Isyana Sarasvati

  • Kehidupan Awal #


Merry Riana lahir dari pasangan Ir. Suanto Sosrosaputro dan Lynda Sanian.

Ia tumbuh di Jakarta dalam sebuah keluarga keturunan Tionghoa yang sederhana.

Ayah Merry adalah seorang pebisnis, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Merry Riana merupakan sulung dari 3 bersaudara, ia memiliki dua adik laki-laki bernama Aris dan Erick.

Merry Riana memulai pendidikannya di Sekolah Dasar (SD) Don Bosco Pulomas, lalu melanjutkan pendidikan tingkat menengah di SMP Santa Ursula dan SMA Santa Ursula, sekolah Katolik khusus perempuan yang berada di Jakarta Pusat.

Lulus dari SMA, Merry Riana telah berencana untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas Trisakti, namun tidak terwujud karena kerusuhan besar yang terjadi di tahun 1998.

Sebab kondisi yang tidak aman akibat kerusahan tersebut, Merry Riana kemudian memilih berkuliah di Singapura untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ayah Merry memutuskan untuk mengirim anaknya belajar di luar negeri, saat itu Singapura merupakan sebuah pilihan yang paling masuk akal karena jaraknya yang relatif dekat, lingkungan yang aman dan sistem pendidikannya yang bagus.

Akhirnya Nanyang Technological University Singapore menjadi pilihan Merry untuk meneruskan pendidikannya.

Merry mulai belajar di jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE) di Nanyang Technological University (NTU) pada tahun 1998.

Jurusan tersebut menjadi jurusan yang paling masuk akal menurut Merry, karena ia bercita-cita menjadi seorang Insinyur.

Cita-citanya tersebut muncul karena ingin seperti sang Ayah yang juga pandai dalam teknik elektro hingga mampu menjalankan bisnis. (2)

Baca: Elon Musk

Baca: Danilo Sekulic

  • Kehidupan di Singapura #


Pada Juli 1998, Merry mulai memulai hidup di Singapura bersama beberapa temannya yang juga dikirim orang tua mereka untuk bersekolah di sana.

Perasaan sedih terbesit ketika Merry melihat para temannya diantar oleh orang tuanya ke asrama universitas.

Sementara, ia harus pergi sendiri karena orang tuanya tidak mampu mengantar akibat keterbatasan biaya.

Di Singapura, Merry tinggal di asrama universitas bersama dengan teman masa sekolah di Jakarta.

Merry Riana berhasil mendapatkan dana pinjaman sebesar 40 ribu dolar Singapura yang didapatnya dari Bank Pemerintah Singapura.

Pinjaman tersebut bernilai Rp 300 juta (pada kurs saat itu) yang ditujukan untuk dana kuliah selama empat tahun.

Setiap enam bulan sekali Merry diberi uang untuk biaya sewa asrama dan uang saku sebesar 1.500 dolar.

Dari uang tersebut, berdasarkan hasil perhitungannya, ia hanya memperoleh uang saku sebanyak 10 dolar per minggunya.

Oleh karena itu, Merry harus bisa bertahan hidup selama tujuh hari dengan uang 10 dolar tersebut.

Jika dilogika, jumlah uang tersebut sangat kurang untuk bertahan hidup di negeri Singapura.

Namun, tekad Merry untuk bisa lulus kuliah dan tidak menyusahkan orang tuanya di Jakarta sudah bulat.

Bagaimanapun caranya ia harus bisa bertahan hidup dengan uang yang terbilang sangat kurang.

Agar cukup, ia mengakali dengan mengonsumsi mi instan sebagai sarapan di pagi hari, dua lembar roti tawar untuk makan siang, dan berusaha untuk tidak makan malam.

Merry juga tidak masalah untuk meminum air yang bisa langsung diambil dari keran kampus atau membawa botol sendiri dari asrama agar lebih hemat.

Asupan gizinya jauh dari kata layak karena setiap hari harus berjalan kaki dari asrama ke kampus serta mengikuti jadwal perkuliahan teknik elektro yang padat dari pagi hingga sore.

Selain aktif mengikuti kegiatan perkuliahan, ia juga aktif mengikuti beberapa kegiatan mahasiswa di luar perkuliahan yang biasa diadakan mulai sore hari.

Di berbagai kegiatan inilah biasanya disediakan konsumsi makanan gratis untuk para peserta yang menjadi peluang Merry untuk bisa makan malam enak dan mengenyangkan.

Jika berhasil mendapat makan malam, ia bisa mengerjakan tugas dan belajar hingga larut malam di asrama.

Tidak hanya adaptasi pada jadwal perkuliahan, ia juga harus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris demi mengikuti perkuliahan dan juga nilai tesnya harus baik agar tidak dikeluarkan oleh pihak kampus.

Tahun pertama kuliah dilaluinya dengan penuh keprihatinan, di tengah kekurangan uang, ia berusaha untuk tetap bisa makan dan juga rajin belajar agar nilai-nilainya tetap baik.

Beruntung, kedua orang tua Merry membekalinya beberapa barang kebutuhan sehari-hari seperti mi instan, sabun, sampo, gula, kopi, teh agar tak perlu banyak menghabiskan uang untuk berbelanja.

Memasuki tahun kedua, Merry mulai mencoba untuk bekerja sampingan demi menambah uang saku sehari-hari.

Ia bekerja sebagai pembagi brosur, penjaga toko bunga, hingga pelayan banquet hotel.

Penghasilan sampingannya bisa menambah uang sakunya bahkan ia bisa menabung dari hasil menyisihkan penghasilannya tersebut. (3)

Baca: Fajar Bustomi

Baca: Fajar Nugros

  • Perjalanan Karier #


Jatuh Bangun Bisnis Merry

Selama berkuliah, Merry sering membaca buku-buku motivasi Anthony Robbins yang membuatnya semakin bersemangat untuk berwirausaha setelah lulus kuliah.

Kata-kata motivasi Anthony Robbins inilah yang menjadi penyemangatnya selain ayat-ayat Alkitab untuk bertahan hidup di tengah kesulitan yang dihadapi.

Bersama Alva, teman kuliah yang kini menjadi suaminya, mereka saling menyemangati satu sama lain untuk bisa menjadi seorang yang sukses.

Dari Alva pula lah Merry menjadi akrab dengan kata-kata motivasi Anthony Robbins.

Setelah memiliki tabungan sendiri dari hasil kerja sampingannya, Merry sempat mencoba investasi dengan modal 200 dolar, namun ternyata ia ditipu dan uangnya raib begitu saja.

Setelah magang di perusahaan selama satu semester sambil mengerjakan skripsi, Merry berencana berbisnis penjilidan skripsi, namun bisnis tersebut telah gagal sebelum dimulai karena ada pihak percetakan yang terlebih dulu menawarkan jasa tersebut kepada para mahasiswa NTU dengan harga yang sangat murah.

Gagal tidak lantas membuat Merry kapok untuk mencoba wirausaha lainnya.

Merru lantas mencoba bisnis MLM sebuah obat herbal dari Indonesia yang belum pernah masuk ke Singapura.

Merry, Alva, dan seorang temannya berniat menjadi distributor pertama obat tersebut.

Meski sudah menyiapkan downline dan konsep bisnisnya, tapi ternyata bisnis tersebut tidak bisa dijalankan karena perusahaan obat herbal tersebut belum berniat untuk ekspansi ke Singapura.

Kali ini Merry dan rekan-rekannya merugi 750 dolar untuk persiapan bisnis tersebut.

Tidak berhenti di situ, Merry menjajal trading saham bersama Alva dengan modal 10 ribu dolar.

Awalnya ia berhasil mengambil keuntungan dari jual beli saham, namun lambat laun ia justru semakin rugi karena salah analisis dalam jual beli saham tersebut.

Bisnis saham tersebut menjadi bisnis penutup Merry selama petualangannya di bangku perkuliahan.

Dari kegagalan-kegagalannya dalam berbisnis, ia banyak mengambil pelajaran bahwa meski ia belum memperoleh kesuksesan besar dari berbagai bisnis yang dicobanya, setidaknya ia mendapatkan berbagai pelajaran berharga.

Menjadi Sales Asuransi      

Merry lulus dari jurusan teknik elektro NTU pada Juni 2002 dengan meraih penghargaan Second Upper Honours, setingkat di bawah cumlaude atau first class di NTU.

Baginya pencapaian tersebut membanggakan di tengah keadaan yang tidak mudah baginya untuk mempertahakan hidup.

Seusai lulus, keinginan Merry untuk menjadi seorang pengusaha masih sangat kuat. 

Karena belum memiliki modal yang cukup untuk berbisnis, relasi masih terbatas, dan kemampuan bahasa yang belum benar-benar lancar, Merry mendapat ide untuk menjadi sales di Singapura.

Merry memilih untuk menjadi sales asuransi di Singapura, alasannya karena pada waktu itu warga Singapura sudah sangat sadar akan pentingnya produk asuransi, juga peduli pada produk perbankan.

Melamar menjadi sales asuransi nyatanya tidak semudah yang dibayangkan karena kebanyakan perusahaan asuransi hanya menerima warga negara Singapura atau yang telah terdaftar sebagai penduduk resmi.

Berbagai perusahaan didatangi hingga akhirnya perusahaan asuransi Prudential yang mau menerimanya.

Merry harus melalui tiga ujian lisensi pemasaran produk finansial sebelum menjadi sales.

Usai lulus ujian lisensi, ia resmi menjadi sales asuransi.

Menjadi sales asuransi bukan pekerjaan mudah, namun ia tidak ingin menyerah begitu saja, selalu berusaha mencari cara agar nasabahnya meningkat.

Dari mulai menelepon dari kantor, berdiri di tempat keramaian seperti halte bus, halte MRT, mendatangi apartemen warga, hingga mengunjungi daerah-daerah yang masih jarang dijangkau oleh sales asuransi dilakoninya.

Merry juga tidak segan memasang target melakukan presentasi 20 kali untuk mendapatkan satu nasabah yang mampu dikerjakannya hingga larut malam.

Hingga akhir tahun 2003, penjualan yang dicapainya meningkat pesat, mencapai 75 ribu dolar dari target 100 ribu dolar.

Suatu ketika, seorang wanita paruh baya yang ditawari Merry produk perbankan, tertarik untuk membuka deposito dengannya sebesar 100 ribu dolar.

Merry senang bukan kepalang karena itu berarti melebihi target yang ingin dicapainya.

Di tahun 2003, akhirnya ia berhasil membayar utang pendidikannya sebesar 40 ribu dolar.

Pencapaian-pencapaian kerjanya melesat jauh, ia semakin giat bekerja dan mencari nasabah-nasabah potensial.

Akhirnya Merry mendapat anugerah dan menjadi buah bibir publik Singapura karena masih sangat muda, namun berhasil mencapai pendapatan yang luar biasa besar di bidang sales asuransi.

Di tahun 2004, prestasi Merry yang cemerlang membuatnya dipromosikan sebagai manajer.

Merry lalu memulai bisnisnya sendiri setelah diangkat menjadi manajer dengan menyewa kantor dan memiliki karyawan sendiri.

Merry Riana kemudian mendirikan MRO (Merry Riana Organization) sebuah perusahaan jasa keuangan, selain itu ia juga mendirikan MRO Consultancy yang bergerak di bidang pelatihan, motivasi serta percetakan buku yang berbasis di Singapura.

Bersama timnya di MRO, Merry memiliki program pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda.

Anggota timnya di lembaga ini bahkan tergolong muda, berusia 20-30 tahun.

Keinginannya untuk berbagi tidak hanya dilakukan di Singapura, pada ulang tahunnya ke-30, Merry membuat resolusi baru, yaitu memberi dampak positif pada satu juta orang di Asia, terutama di tanah kelahirannya, Indonesia.

Tahun 2005, Merry menerima penghargaan sebagai penghargaan Top Agency of the Year dan penghargaan Top Rookie Agency.

Hingga kini Merry telah memotivasi dan melatih ribuan profesional dan eksekutif dalam bidang penjualan, motivasi dan pemasaran.

Dalam perusahaannya, Merry menaungi 40 penasihat keuangan, yang uniknya memiliki usia yang masih belia (antara 21- 30 tahun).

Media-media pun berbondong-bondong memberitakan kisah suksesnya dan dengan segera Merry Riana dikenal sebagai seorang entrepreneur wanita yang sukses dan menjadi motivator untuk membagikan ilmu dan kiat-kiat suksesnya agar setiap orang menjadi pribadi-pribadi yang sukses.

Kini, Merry Riana mempunyai mimpi untuk memberikan dampak positif bagi 1 juta orang di Asia, terutama di Indonesia.

Salah satunya dengan meluncurkan buku “Mimpi Sejuta Dolar” yang sangat inspiratif dan akan diangkat ke layar lebar.

Merry menyatakan bahwa motivasinya tidak hanya berasal dari keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik pada kedua orangtuanya, tetapi juga dari ambisinya untuk membantu generasi muda lainnya untuk melakukan hal serupa.

Ia berharap para pemuda mampu memberikan kehidupan yang lebih baik, tak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga orang tua mereka dan anggota keluarga mereka yang lain. (2)

Baca: Soleh Solihun

Baca: Felicya Angelista

  • Buku #


Dirilis pada tahun 2011, buku ”Mimpi Sejuta Dolar” menjadi National Bestseller di Singapura hanya dalam waktu 1 bulan setelah peluncurannya.

Buku ini menarik perhatian publik Singapura dan Asia Tenggara karena menuliskan tentang prestasi Merry Riana menghasilkan 1 juta dolar Singapura pada usia 26 tahun.

Profil kesuksesan Merry Riana mulai dikenal setelah muncul di artikel The Strait Times pada tanggal 26 Januari 2007 yang berjudul “She’s made her first million at just age 26” (Ia mencapai satu juta dolar pertamanya di usia 26 tahun).

Merry Riana aktif sebagai pembicara di berbagai seminar, perusahaan, sekolah dan media massa di Singapura dan beberapa negara di Asia Tenggara.

Awalnya, Merry dikenal giat dalam memanfaatkan jejaring sosial Twitter melalui akun twitternya di @MerryRiana, kini Merry Riana telah merambah media sosial yang lain, seperti Instagram, YouTube, dan Spotify. (4)

(Tribunnewswiki.com/Ron)



Nama Merry Riana
Lahir Jakarta, 29 Mei 1980
Pendidikan Nanyang Technological University
Pekerjaan Motivator & Pengusaha
   


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved