Nurhayati Subakat

Nurhayati Subakat adalah pendiri PT Paragon Technology and Innovation yang mengelola merek kosmetik Wardah, Emina, Make Over, dan produk perawatan rambut Putri.


zoom-inlihat foto
nb3.jpg
paragon-innovation.com
Nurhayati Subakat pendiri PT Paragon Technology and Innovation

Nurhayati Subakat adalah pendiri PT Paragon Technology and Innovation yang mengelola merek kosmetik Wardah, Emina, Make Over, dan produk perawatan rambut Putri.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nurhayati Subakat adalah seorang pengusaha kosmetik asal Indonesia.

Nurhayati lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 27 Juli 1950.

Nurhayati Subakat adalah alumni Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang meraih gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) dari ITB.

Wanita berusia 59 tahun ini merupakan pendiri PT Paragon Technology and Innovation yang mengelola merek kosmetik Wardah, Emina, Make Over, dan produk perawatan rambut Putri. (1)

Baca: Wardah

Baca: Emina

  • Kehidupan Awal


Nurhayati Subakat yang lahir di kota Padang Panjang, Sumatera Barat pada tanggal 27 juli 1950 ini merupakan anak kedua dari delapan bersaudara.

Nurhayati mulanya bersekolah di Pondok Pesantren Diniyyah Puteri, Padang Panjang, kemudian ia pindah ke Kota Padang untuk melanjutkan sekolah di sana.

Nurhayati terlahir dengan otak yang cerdas, terbukti ketika gadis Minangkabau ini berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) di jurusan Farmasi.

Ia meraih sarjana Farmasi pada tahun 1975 dengan predikat lulusan terbaik.

Predikat tersebut dipertahankannya hingga ia mengenyam pendidikan profesi apoteker di ITB pada tahun 1976.

Selain itu, di ITB pula Nurhayati bertemu dengan laki-laki yang kini menjadi suaminya, Subakat Hadi.

Setelah lulus dari ITB, Nurhayati sempat menjadi seorang Apoteker di sebuah Rumah Sakit di Bandung.

Namun, tidak bertahan lama, karena ia harus hijrah ke Jakarta setelah menikah untuk mengikuti suaminya.

Setelah menatap di Jakarta, Nurhayati kembali mencari pekerjaan hingga akhirnya diterima di perusahaan kosmetik multinasional sebagai seorang apoteker.

Namun, beberapa tahun kemudian Nurhayati mengundurkan diri dari tempat kerjanya karena harus mengurus anak. (2)

Baca: Nadin Amizah

Baca: Glenn Fredly

  • Perjalanan Karier


Memulai karier sebagai seorang Apoteker di sebuah Rumah Sakit di Bandung dan di sebuah perusahaan kosmetik multinasional di Jakarta, Nurhayati Subakat akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dan mulai membangun perusahaan miliknya sendiri.

Berbekal pengalaman ketika bekerja di perusahaan kosmetik tersebut, ia kemudian mencoba untuk membuat produk sampo yang diberi merek Puteri.

Usaha produk sampo tersebut dijalankan oleh Nurhayati di rumahnya sendiri dengan dibantu oleh satu karyawan, yaitu asisten rumah tangganya sendiri.

Nurhayati Subakti kemudian memperkenalkan produknya ke salon-salon yang berada di wilayah Jakarta.

Pelan tapi pasti, produknya kemudian mulai diterima di masyarakat.

Meskipun usahanya masih sebatas industri rumahan, namun usahanya berkembang pesat berkat kemampuan Nurhayati menganalisis dan melihat peluang pasar.

Setelah usahanya tumbuh besar, Nurhayati lalu mendirikan PT Pusaka Tradisi Ibu untuk memanajemen usaha samponya.

Seperti kata pepatah ‘Semakin tinggi pohon maka angin angin yang menerpa‘, cobaan datang beberapa tahun kemudian.

Lima tahun setelah usahanya berkembang pesat, pabrik milik Nurhayati Subakti dilalap api dan terbakar.

Kejadian tersebut membuat nasib usaha shampo milik Nurhayati Subakti berada di titik nadir.

Pabrik yang terbakar dan hutang di bank yang belum lunas membuat Nurhayati sempat ingin menutup usahanya.

Belum lagi ia memiliki karyawan yang harus ia bayarkan gajinya, namun di sinilah titik balik dari Nurhayati Subakat.

Nurhayati mencoba memulai dari nol lagi, modal usaha diperolehnya dari tabungan milik suaminya, dana tersebut kemudian dipakai untuk membayarkan gaji karyawannya dan mencoba membangun pabriknya kembali. (1)

Baca: Michael Jordan

Baca: Nadya Fatira

  • PT Paragon Technology and Innovation


Setelah PT Pusaka Tradisi Ibu terbakar dan terlilit hutang, Nurhayati akhirnya mendirikan kembali pabriknya tersebut.

Nurhayati mulai mencoba melakukan inovasi baru dengan membidik konsumen muslimah yang membuatnya meluncurkan produk Wardah Cosmetics pada tahun 1995.

Produk kosmetik Wardah memiliki sasaran kaum-kaum muslimah yang ingin tampil elegan tanpa perlu cemas kehalalan produk sebab produk wardah mengedepankan prinsip halal, aman, serta memiliki kualitas yang baik.

Kosmetik Wardah buatan Nurhayati Subakat dengan cepat diterima oleh masyarakat khususnya kaum muslimah.

Hal tersebut dibuktikan dengan penjualan produk kosmetik Wardah yang melonjak drastis sejak tahun 1999 hingga 2003.

Wardah berhasil menjadi salah satu produk kosmetik pilihan muslimah Indonesia.

Strategi pasar dan promosi yang bagus disertai manajemen yang kuat membuat produk Wardah dengan cepat mengusai pasar kosmetik nasional.

Distribusi produknya bukan hanya nasional saja melainkan tembus ke pasar mancanegara, seperti Malaysia, di mana produk Wardah laku keras di negara tersebut.

Di tahun 2011, PT Pusaka Tradisi Ibu kemudian berganti nama menjadi PT Paragon Technology and Innovation yang menaungi beberapa merk kosmetik, seperti Wardah, Make Over, Emina, dan Putri dengan pertumbuhan usaha sangat tinggi.

Hingga kini PT Paragon Technology and Innovation telah memiliki belasan ribu karyawan dengan puluhan cabang yang tersebar di Indonesia.

Produknya kini berkembang mencakup perawatan kulit dan juga perlengkapan make up. (1)

(Tribunnewswiki.com/Ron)



Nama Nurhayati Subakat
Lahir Sumbar, 27 Juli 1950
Pendidikan Jurusan Farmasi, Institut Teknologi Bandung
Jabatan Founder PT Paragon Technology and Innovation
   


Sumber :


1. www.biografiku.com
2. www.itb.ac.id


Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Ekarista Rahmawati Putri




ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved