Tak Dukung Muhyiddin Yassin Jadi PM, Menteri Muda Malaysia Syed Saddiq Siap Diberi Sanksi, Kok Bisa?

Anggota muda partai bersatu Syed Saddiq yang pernah menjabat menteri muda Malaysia menyebut dirinya siap mendapat sanksi partai karena tak dukung PM


zoom-inlihat foto
syed-saddiq-menteri-muda-malaysia.jpg
Kolase Foto Wikimedia dan Tangkap Layar Twitter @SyedSaddiq
Tak dukung Muhyiddin Yassin jadi PM, anggota parlemen dan menteri muda Malaysia Syed Saddiq menyebut siap mendapat sanksi dari partai.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri muda Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman dilaporkan siap menghadapi tindakan disipliner alias dihukum oleh Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) lantaran tidak mendukung Tan Sri Muhyiddin Yassin untuk jabatan perdana menteri.

Syed Saddiq dikenal sebagai anggota parlemen muda perwakilan wilayah Muar, Johor, Malaysia yang bergabung ke dalam Parti Bersatu untuk membantu melawan praktik korupsi para politikus dan pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaan.

Saddiq menyebut dirinya berani untuk membela kebenaran dan menolak untuk bekerja sama dengan United Malays National Organisation (UMNO).

Tindakan berani menteri muda Malaysia ini disampaikan dalam pertemuan antar-anggota parlemen yang se-pemikiran untuk tetap mengajukan Mahathir Mohamad kembali jadi PM.

Hadir dalam pertemuan itu, Sekretaris Jenderal Bersatu Datuk Marzuki Yahya; Anggota Dewan Kubang Pasu, Datuk Amiruddin Hamzah; Anggota Dewan Simpang Renggam, Dr Maszlee Malik, dan Anggota Dewan Tertinggi, Datuk A Kadir Jasin.

Pria 27 tahun ini juga menyampaikan pendapatnya melalui akun media sosial Twitter.

Wakil Presiden Bersatu Siap Kena Sanksi

Pertemuan anggota Bersatu ini dihadiri oleh lebih dari 200 anggota dan beberapa pemimpin organisasi pemuda dari Parti Amanah Negara.

Selain Syed Saddiq, parti Bersatu disebut juga akan memberikan tindakan disipliner kepada Wakil Presiden Parti, Datuk Seri Mukhriz Mahathir.

Mukhriz mengatakan dirinya siap dipecat oleh partainya.

"Itu adalah risiko yang harus kita hadapi. Kami masih memegang jabatan di partai, termasuk Tun Dr Mahathir Mohamad sebagai ketua, dan kami akan menjelaskan kepada anggota sampai tingkat akar rumput apa yang sebenarnya terjadi" kata Mukhriz.

"Dewan Tertinggi (Partai) Bersatu tak pernah memilih Muhyiddin (sebagai kandidat PM)," imbuh Mukhriz kepada wartawan setelah menghadiri pertemuan dengan kepala divisi dan sayap partai, dilansir BERNAMA, Minggu (1/3/2020).

Baca: Pelantikan PM ke-8 Muhyiddin Yassin, Massa Turun ke Jalan Teriakkan Save Malaysia

Datuk Seri Mukhriz Mahathir
Datuk Seri Mukhriz Mahathir (Wikimedia)

Penjelasan Mukhriz

Mukhriz menerangkan bahwa Dewan Tertinggi Parti Bersatu jelas memutuskan untuk mencalonlan Dr Mahathir sebagai Perdana Menteri.

"Tidak ada keputusan Dewan Tertinggi untuk mencalonkan Muhyiddin sebagai Perdana Menteri," katanya.

Ia menambahkan Dewan Tertinggi juga dengan suara bulat meminta Dr Mahathir untuk menjabat kembali sebagai ketua partai.

"Jadi, pernyataan apa pun yang mengatakan bahwa dia (Dr M) tidak lagi ketua sama sekali tidak benar," tambahnya.

Baca: Presiden Indonesia Jokowi Ucapkan Selamat kepada Muhyiddin Yassin sebagai PM ke-8 Malaysia

Pelantikan Muhyiddin Yassin selaku Perdana Menteri Malaysia ke-8
Pelantikan Muhyiddin Yassin selaku Perdana Menteri Malaysia ke-8 (MASZUANDI ADNAN / MALAYSIA'S DEPARTMENT OF INFORMATION / AFP)

Unjuk Rasa

Sebelumnya, sejumlah aktivis melakukan aksi di jalanan kota Malaysia menyusul dilantiknya Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri (PM) ke-8.

Sejumlah orang terlihat membawa poster bertuliskan 'Save Malaysia'.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Ramalan Zodiak Besok Jumat 29

    Berikut ini adalah ramalan zodiakmu untuk hari esok
  • Vivi Novica

    Vivi Novica Lee merupakan pemain profesional PUBG Mobile
  • Serikat Pekerja Garuda Tuding Dirut

    Serikat Pekerja Garuda melaporkan direktur utama PT Garuda
  • Ladoo

    Ladoo atau laddu (laddoo) merupakan manisan berbentuk bola
Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved