Mahathir Mohamad yang sudah kembali lagi menjabat sebagai Ketua Parti Bersatu ini mengadakan pertemuan dengan anggota partai untuk membahas mengenai krisis politik yang sedang melanda negeri jiran.
Pria 94 tahun ini tiba di kantor perdana menteri dengan menggunakan mobil istana dengan nomor registrasi Rimau 1925.
Baca: Ketua Parti Bersatu Mahathir Mohamad Gelar Pertemuan Anggota, Ajukan Muhyiddin Yassin sebagai PM?
Mahathir Tak Terima Jika Parti Bersatu Koalisi dengan UMNO
Merasa tak terima dengan pengangkatan Muhyiddin, mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad pun melakukan perlawanan.
Mahathir dikabarkan juga telah merilis daftar 114 anggota parlemen yang mendukungnya untuk menjadi PM Malaysia kedelapan.
Dukungan tersebut dibuktikan dengan surat, atau pun menekan deklarasi dukungan.
"Dia (Muhyiddin) tentunya akan dilantik sebagai perdana menteri. Langkah selanjutnya adalah kami bisa mengajukan mosi tak percaya kepadanya," jelasnya.
Karena itu, Mahathir menyerukan agar diadakan sidang luar biasa parlemen, untuk membuktikan klaim Muhyiddin.
Sebelumnya, kedua kubu baik Mahathir maupun Muhyiddin sama-sama mengklaim mendapat dukungan mayoritas.
Kubu Muhyiddin menyatakan mereka didukung 114 parlementarian.
Mahathir menuturkan jika pemerintah baru tidak segera dibentuk dalam waktu cepat, bisa dikatakan PM tidak mendapat dukungan penuh.
Kemudian, jika mosi ini berhasil, pemerintahan Muhyiddin akan jatuh.
Raja memiliki dua opsi memilih Mahathir kembali sebagai PM atau menggelar pemilu dini.
Merujuk kepada Konstitusi Malaysia, seorang PM harus mendapat dukungan dari mayoritas parlemen, tanpa perlu memandang dari mana partai politiknya.
Jika parlemen tidak diizinkan untuk menggelar sidang luar biasa, maka PM berusia 72 tahun tersebut tidak bisa mendapat dukungan yang cukup.
Mahathir Mohamad mengatakan, dia sangat terpukul dan kecewa karena Muhyiddin Yassin sampai mendongkelnya dari jabatan orang nomor satu di Negeri "Jiran" tersebut.
“Saya dikhianati oleh Muhyidddin. Dia telah menyusun rencana ini dan sekarang dia sukses,” ujar Mahathir, Minggu (1/3/2020) seperti dikutip dari Malaysia Kini.
Mahathir yang pernah berkuasa di periode 1981-2003 tersebut menceritakan jika Muhyiddin melobinya untuk bergabung dengan koalisi barunya yang didukung oposisi Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS).
Mahathir menolak ajakan tersebut karena dia tidak ingin bekerjasama dengan mantan kendaraan politiknya UMNO yang disebutnya korup dan dikuasai kleptokrat.
Muhyiddin bersekutu dengan UMNO, partai yang awalnya dikalahkannya bersama Mahathir di Pemilu 2018 lalu.
Persekutuan yang terjadi pada Minggu (23/2/2020) tersebut memicu Dr M, julukan Mahathir Mohamad, untuk mundur keesokan harinya, karena tidak ingin bekerja sama dengan UMNO.
Mahathir menyebut, UMNO yang pernah begitu berkuasa sejak Malaysia merdeka tersebut penuh dengan korupsi, di mana dia menyebut mereka juga suka mencuri. (TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)