Kisah Seorang Jenderal Polisi Dapat Pelayanan Buruk di Sebuah Polsek karena Memakai Sandal Jepit

Seorang Komisaris Jenderal Polisi mendapatkan pelayanan buruk saat melapor ke Polsek, hanya karena menggunakan pakaian biasa dan sandal jepit.


zoom-inlihat foto
jenderal-polisi-suhardi-alius-menyamar-dengan-pakai-sandal-jepit.jpg
Kolase Tribunnews
Komisaris Jenderal Polisi Drs Suhardi Alius M H


Lagi-lagi, tanpa mengenakan seragam polisi, Suhardi berjalan tengah malam dengan mengenakan celana jeans dan sandal jepit memasuki Polsek Menteng. Kala itu, ia berpura-pura melaporkan adiknya yang menjadi korban hipnotis.

Tetapi rupanya, seorang brigadir polisi yang menerimanya tidak menerimanya dengan baik. Ia diminta polisi yang berjaga di Polsek Menteng saat itu untuk melapor ke Pos Polisi. Bahkan saat ia meminta diantar ke Pos Polisi, sang brigadir yang menerimanya menolak permintaannya.

Kemudian suatu waktu, ia kembali melakukan penyamaran kembali sebagai masyarakat biasa yang meminta bantuan polisi.

Ia mendatangi Polsek Gambir dan melaporkan adiknya menjadi korban hipnotis di depan Hotel Millenium. Tentu saja laporan tersebut hanya untuk menguji saja, bukan laporan kejadian yang sesungguhnya.

Baca: Nyamar Jadi Pasien, Polisi Berhasil Bongkar Praktik Dokter Ilegal Asal Cina: Untung Hampir 1 Miliar

Ia diterima seorang petugas polisi, berbeda dengan perlakuan yang diterimanya di Polsek Menteng. Petugas yang menerimanya cukup baik, meskipun tempat yang dilaporkan Suhardi saat itu berada di luar wilayah Polsek Gambir.

Puas dengan pelayanan yang diberikan anggota Polsek Gambir, Suhardi pun pulang dan menelepon Kapolres Jakarta Pusat yang saat itu dipimpin Kombes Pol Hamidin.

Suhardi tanpa ragu meminta Kapolres untuk mempertemukannya dengan dua anggota Polsek Gambir yang menerimanya malam itu. Kemudian sebagai Wakapolda Metro Jaya saat itu memberikan penghargaan kepada kedua anggotanya dan dijadikan ikon pelayanan di Polres Jakarta Pusat.

"Wakapolda turun dan keluyuran ke bawah bukan untuk mencari kesalahan, tapi sidak dilakukan untuk melihat kualitas pelayanan anak buahnya," ujar Suhardi saat itu.

Baca: Satpol PP Menyamar Jadi Pria Hidung Belang, Sarang Prostitusi Cipondoh Berhasil Dibongkar

Baca: Remaja 13 Tahun Nyamar jadi Polisi Gadungan, Berawal Karena Kesal Lihat Banyak Pengendara Lawan Arus

(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi, WartaKota, Sripoku)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved