Kisah Seorang Jenderal Polisi Dapat Pelayanan Buruk di Sebuah Polsek karena Memakai Sandal Jepit

Seorang Komisaris Jenderal Polisi mendapatkan pelayanan buruk saat melapor ke Polsek, hanya karena menggunakan pakaian biasa dan sandal jepit.


zoom-inlihat foto
jenderal-polisi-suhardi-alius-menyamar-dengan-pakai-sandal-jepit.jpg
Kolase Tribunnews
Komisaris Jenderal Polisi Drs Suhardi Alius M H


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Slogan 'Melayani dan Mengayomi masyarakat' sepertinya sudah bukan kalimat asing di telinga masyarakat Indonesia.

Ya, kalimat tersebut merupakan slogan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Namun, apakah kenyataannya sesuai dengan selogan yang dijunjung tinggi itu?

Nyatanya, pelayanan polisi terhadap masyarakat tidak sesuai dengan hal itu.

Buruknya pelayanan polisi, khususnya di tingkat kepolisian sektor (Polsek) justru sering kali diterima oleh masyarakat, bahkan hal itu juga dialami oleh seorang jenderal polisi.

Baca: Kerusuhan Hong Kong: Polisi Menyamar Sebagai Demonstran

Dalam peluncuran buku 'Mengubah Pelayanan Polri dari Pimpinan ke Bawahan' karya Suhardi Alius, 11 Maret 2013 lalu, Suhardi yang saat itu masih menjabat Kepala Divisi Humas Polri pernah bercerita saat dirinya menjabat Wakapolda Metro Jaya.

Seperti dilansir WartaKota, diceritakan suatu ketika Pak Hardi (nama samaran) yang juga seorang mantan Wakapolda sengaja berpura-pura sebagai warga biasa yang menjadi korban kejahatan.

Agar lebih meyakinkan, Pak Hardi saat itu hanya memakai sandal jepit, celana jeans dan kaus biasa.

Hal itu sengaja ia lakukan agar bisa mengetahui bagaimana para petugas di Polsek memberi pelayanan.

Lantas, ia pun melapor ke salah satu polsek setempat.

Tapi, apa yang ia alami sungguh di luar dugaan.

Pak Hardi malah dipingpong oleh petugas di sana.

Mendapat perlakuan itu, Pak Hardi tetap tidak membuka identitasnya.

Suhardi Alius
Suhardi Alius (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN)

Selanjutnya, ia mengikuti perintah dan melapor ke Pospol dan ia pun mendapat perlakuan yang berbeda.

Di Pospol, Pak Hardi bertemu polisi senior yang melayaninya dengan baik.

"Apa yang saya dapatkan di Pospol? Seorang Bintara sudah tua, tapi pelayanannya baik," ucap Pak Hardi.

Keesokan paginya, Pak Hardi langsung menghubungi pimpinan Polres setempat untuk memanggil Bintara itu.

Baca: FAKTA Polisi Nyamar Jadi Driver Ojol, Hadang Pengemudi Motor yang Melanggar,Tak Tahu Direkam & Viral

Selanjutnya, Pak Hardi memberikan hadiah kepada polisi tua yang tulus membantu masyarakat yang sedang kesusahan.

Sementara kepada para polisi yang setengah hati membantu warga, Pak Hardi langsung mengambil tindakan tegas.

Dari beberapa polsek, tercatat sejumlah polisi dicopot dari jabatannya karena dinilai tak tanggap dalam bertugas.

"Yang tidak siap dalam pelayanan dan tidak tanggap kita ganti," katanya.

Suhardi Alius
Suhardi Alius (TRIBUNNEWS/HERUDIN)




Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved