Kendati demikian, ia mendukung langkah Go-Jek yang membuka kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan itu.
Menurut Andreas, digitalisasi berbentuk bayar SPP pakai Go-Pay itu membuat lalu lintas transaksi lebih transparan dan akuntabel.
"Go-Pay atau jenis transaksi online yang lainnya hanyalah alat bantu untuk memudahkan lalu lintas transaksi agar lebih cepat, lebih mudah, transparan dan akuntabel."
"Tentu ini yang diharapkan terjadi," ujar dia.
Baca: Rekayasa Perkelahian Demi Tambah Followers, Dosen dan Mahasiswa di Jakarta Terancam Bui 10 Tahun
Baca: Selain Ashraf Sinclair, Ini 6 Artis yang Meninggal Muda karena Serangan Jantung, Bahkan saat Syuting
Sebelumnya diberitakan, para orangtua dan wali murid kini dapat membayar SPP dan biaya pendidikan lain, seperti buku, seragam dan kegiatan ekstrakulikuler dengan Go-Pay.
Pembayaran tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi Go-Jek fitur Go-Bills.
Melalui siaran resmi, Senin (17/2/2020), ada 180 lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, sekolah, dan tempat kursus di Indonesia yang telah terdaftar sebagai mitra kerja Go-Bills.
Baca: Makin Modern, 4 Sekolah Di Sumut Terapkan Bayar Uang Sekolah dengan Gopay
Baca: Tidak hanya Candaan, Ternyata Ada Sekolah yang Terapkan Penggunaan GoPay untuk Bayar Pendaftaran
Senior Vice President Sales GoPay Arno Tse menyampaikan, Go-Pay terus meningkatkan loyalitas pengguna dengan selalu menawarkan kemudahan dan kebebasan dalam bertransaksi.
Ini terlihat dari fasilitas pembayaran berbagai layanan Go-Jek, tagihan, pajak, hingga donasi.
(TribunnewsWiki.com/Saradita Oktaviani/Kompas.com)