"Sepertinya dia marah sekali," tuturnya.
Baca: Fakta Baru Pelaku Penembakan di Mal Thailand: Miliki Skill Sangat Baik dalam Menggunakan Senjata
Baca: Tentara di Thailand Lakukan Penembakan Massal di Sebuah Mal Tewaskan 21 Orang, Begini Kronologinya
Sempat update status Facebook
Jakraphanth Thomma diketahui sempat aktif di media social, baik sebelum serangan maupun ketika dia mulai menembaki Distrik Muang.
Saat itu, tentara berusia 32 tahun tersebut juga sempat mengunggah video tayangan langsung di amenyerang kota Korat.
"Haruskah saya menyerah?" katanya dalam unggahannya di Facebook, sebagaimana diberitakan BBC.
Dalam video tersebut, Jakraphanth mengenakan helm tentara, pakaian taktis lengkap, sambil berada di sebuah mobil perang berjenis Humvee.
Tentara dengan pangkat Sersan Mayor itu mengungkapkan bahwa dirinya lelah dan tidak bisa lagi menarik pelatuk dari jarinya lagi.
Selain itu sebelum melakukan penembakan massal, dia sempat mengunggah foto di mana terdapat pistol dan tiga butir peluru.
"Ini adalah waktunya untuk bersenang," demikian keterangan di foto.
Ditambah juga caption "tidak ada yang bisa menghindari kematian".
Namun saat ini, unggahan video yang dirinya unggah dalam penembakan di Korat tersebut dilaporkan telah dihapus.
Dalam pernyataan resminya, Facebook menghapus akun Jakrapanth begitu insiden tersebut terjadi, termasuk menangkal gambar-gambar sadis korban tewas.
"Tidak ada tempat di Facebook bagi orang yang melakukan kekejaman, dan kami tak akan membiarkan orang memuji aksinya," ujar perwakilan media sosial tersebut.
Korban
Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha mengatakan, total ada 26 korban tewas dalam penembakan Korat, dengan yang termuda berusia 13 tahun.
Ditambah dengan Jakrapanth si tentara Thailand, jumlahnya menjadi 27 orang.
Selain itu, terdapat 42 orang yang mengalami luka-luka.
"Ini sangat tak terduga di Thailand. Saya ingin ini terakhir kalinya ada sebuah insiden terjadi," tegas Prayut saat menjenguk para korban dilansir AFP.
Baca: Terjadi Penembakan di Ibadah Kebaktian Minggu di AS, Pelaku Terekam Kamera, 2 Jemaat Gereja Tewas
Baca: Usai Beraksi, Teroris Penembakan Selandia Baru Sempat Bertanya, Berapa Banyak yang Saya Bunuh?
Mantan panglima militer Negeri "Gajah Putih" itu menyalahkan "masalah personal" prajurit yang diidentifikasi berpangkat Sersan Mayor itu.
Sebanyak 27 orang dilaporkan tewas dalam penembakan Korat, termasuk tentara Thailand yang jadi pelakunya.