TRIBUNNEWSWIKI.COM – Masyarakat perlu berhati-hati dalam menerima informasi mengenai virus corona yang kini marak terjadi.
Terlebih lagi, informasi dapat menyebar melalui media elektronik apapun.
Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menghimbau masyarakat untuk berhati-hati saat menerima tautan atau lampiran yang diterima melalui WhatsApp tentang virus corona.
Bisa terjadi kemungkinan pesan yang disalurkan itu disusupi oleh malware yang dapat mengambil alih ponsel pengguna.
Baca: Viral Akun Rusia Komentari soal Penyemprotan Disinfektan ke WNI dari Wuhan
Baca: Seorang Perempuan Ditangkap di Supermarket karena Menolak Memakai Masker Pelindung Virus Corona
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informastika, Samuel Abrijani Pangarepan.
Ia menuturkan, para hacker seringkali memanfaatkan isu yang sedang hangat untuk meretas ponsel atau perangkat lain.
Sebab masyarakat ingin mengikuti perkembangan informasi terkait isu hangat, salah satunya virus corona yang belakangan terjadi.
Hal tersebutlah yang membuat masyarakat terpancing untuk membuka pesan yang tanpa diketahui bisa berisi malware.
Baca: Selesai dalam Waktu 9 Hari, Ini Penampakan Rumah Sakit yang Atasi Wabah Virus Corona di Wuhan
Baca: Pengorbanan Petugas Medis Tangani Virus Corona: Rela Pakai Popok Sekali Pakai, Tangan Jadi Keriput
"Malware itu menempel di hoaks-hoaks ini supaya bisa memancing orang penasaran lalu membukanya," jelasnya Semmy di konferensi pers persebaran informasi tentang virus Corona di kantor Kominfo, di Jakarta, Senin (3/2/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.
Apalagi, menurut Kominfo, WhatsApp merupakan platform yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan hoaks.
Pria yang akrab disapa Semmy itu mengatakan Kominfo telah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memonitor malware yang kemungkinan masuk di dalam tautan berita hoaks.
Hingga 3 Februari 2020, ada 54 hoaks dan disinformasi yang beredar tentang virus 2019-nCoV atau Corona.
Jumlah ini naik dari tiga hari lalu.
Baca: Pasien Sembuh dari Virus Corona Ternyata Dapat Terinfeksi Kembali, Simak Penjelasan Ahli Medis
Baca: Seorang Pria di Filipina Meninggal Dunia Akibat Virus Corona, Menjadi Kematian Pertama di Luar China
"Tiga hari yang lalu kami pantau ada 36 hoaks, hari ini sudah hampir dua kali lipat konten hoaks dan disinformasi yang disebarkan," kata Menteri Kominfo, Johnny G Plate, Senin (3/2/2020).
Beberapa informasi hoaks beredar di antaranya adalah pasien Corona di RSUD Dr Mawardi Solo, HP Xiaomi menyebarkan virus Corona, hingga wudhu bisa menghancurkan virus Corona.
Johnny mengatakan seluruh informasi hoaks bisa diakses masyarakat di situs resmi Kominfo di tautan berikut.
Baca: Deretan Negara yang Melarang Turis China Masuk untuk Cegah Penyebaran Virus Corona
Baca: Akun Twitter Rusia Nyinyiri Penyemprotan Desinfektan ke WNI dari Wuhan, Ini Penjelasan Kemenkes RI
Berikut daftar 54 Hoax Virus Corona:
1. Kurma Harus Dicuci Bersih Karena Mengandung Virus Corona yang Berasal dan Kelelawar
2. Ada Virus Berbahaya di RSUP 0' Sardjito
3. Virus Corona Diduga Sudah Menyebar dan Masuk ke Indonesia di Gedung BRI