Pengakuan Pelaku Klitih Jogja, untuk Senang-senang, Menyesal Bacok Korban Kemudian Pijat Orangtua

Pengakuan remaja pelaku aksi klitih di Yogyakarta, tak ada motif lain selain untuk senang-senang, menyesal lakukan perbuatan lalu pijat orangtua


zoom-inlihat foto
ilustrasi-klitih.jpg
Tribun Jogja
Ilustrasi klitih


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengakuan remaja pelaku aksi klitih di Yogyakarta, tak ada motif lain selain untuk senang-senang, menyesal lakukan perbuatan lalu pijat orangtua.

Sebagian pelaku kejahatan jalanan yang dilakukan remaja atau dikenal klitih, kini tengah menjalani proses hukuman di Lembaga Permasyarakatan Khusus Anak ( LPKA) Yogyakarta di Wonosari, Gunungkidul.

Para pelaku klitih mengaku tak memiliki motif dan penyesalan meski sudah melukai korbannya.

Kepala LPKA Yogyakarta Teguh Suroso mengungkapkan, ada 16 anak yang saat ini menjadi warga binaan LPKA.

Sebagian di antaranya merupakan pelaku klitih.

Meski banyak pelaku klitih yang diamankan petugas kepolisian, namun tidak sampai ke ranah pengadilan.

Sehingga LPKA masih sedikit dihuni warga binaan.

Warga binaan yang berjumlah 16 orang ini jauh dari kapasitas 90 orang.

"Penghuni kami tidak melonjak signifikan, karena begini.

Kasus anak kalau ancaman hukumannya kurang dari 7 tahun bisa diversi, yaitu menemukan antara Bapas, Polisi, Pelaku dan juga korban.





Halaman
1234






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved