Ridwan Kamil Buka Suara terkait Munculnya Sunda Empire: Banyak Orang Stres di Republik Ini

Ridwan Kamil menanggapi kemunculan kelompok Sunda Empire, menurutnya kemunculan tersebut indikator banyaknya orang mengalami tekanan kejiwaan.


zoom-inlihat foto
ridwan-kamil-sunda-empire.jpg
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin/Youtube
Ridwan Kamil tanggapi soal kemunculan Sunda Empire.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viral di media sosial kemunculan Sunda Empire membuat publik kembali heboh setelah adanya Keraton Agung Sejagat.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil buka suara terkait kemunculan Sunda Empire.

Ridwan Kamil mengatakan kemunculan kelompok seperti Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire merupakan indikator bahwa persoalan hidup membuat banyak orang mengalami tekanan kejiwaan.

"Banyak orang stres ya di republik ini, menciptakan ilusi-ilusi yang sering kali romantisme-romantisme sejarah, dan ternyata ada orang yang percaya dan menjadi pengikutnya," kata Ridwan Kamil di Bandung, seperti dikutip dari Tribun Jabar, Sabtu (18/1/2020).

Ridwan Kamil juga mengatakan Polda Jabar kini tengah mendalami munculnya kelompok Sunda Empire.

"Tadi malam Pak Kapolda sudah melaporkan. Kalau ada aspek pidana akan kita akan tegas," kata Ridwan Kamil saat ditemui awak media, Jumat (17/1/2020).

Tak hanya itu, Ridwan Kamil meminta warga untuk tetap fokus menjalani kehidupannya dan selalu menyaring berbagai informasi yang beredar menggunakan rasio.

"Gunakan aturan perundang-undangan, jangan mudah percaya terhadap hal-hal yang tidak masuk ke dalam logika asal sehat," katanya.

Sementara itu, mengutip dari Tribun Jabar, Polda Jabar telah memonitor organisasi Sunda Empire.

"Sedang kami dalami apakah Sunda Empire ini serupa dengan Keraton Agung Sejagat yang di Purworejo. Kalau pendalamannya sudah lengkap, kami siapkan langkah-langkah antisipasi," ujar Hendra.

Baca: Kemunculan Sunda Empire Tak Ada Dasar Sejarahnya, Disebut Menyalahi Aturan dan Memecahkan NKRI

Baca: Mochammad Ridwan Kamil

Diketahui, kelompok Sunda Empire juga tidak terdaftar sebagai ormas dan bukan ormas.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Ferdi Ligaswara.

Menurut dia, setiap organisasi atau kelompok yang ingin mendaftarkan diri di Kesbangpol harus sesuai dengan aturan dan mengakui keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Memecahkan NKRI

Dikutip dari Kompas.com, mantan Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Purnawirawan Anton Charliyan membeberkan analisa terkait kemunculan Sunda Empire.

Ia menilai munculnya isu kerajaan-kerajaan dan Sunda Empire seperti didesain sedemikian rupa oleh kelompok-kelompok tertentu.

Menurut dia, aneh jika setelah isu-isu terkait agama mereda, sekarang muncul isu kerajaan-kerajaan yang dihembuskan di kalangan masyarakat.

Anton Charliyan berpendapat, tentunya isu seperti ini dinilai bertujuan untuk menggoyahkan kesatuan dan persatuan serta memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Sekarang muncul fenomena kerajaan mungkin sengaja dihembuskan untuk memecah NKRI," Anton Charliyan.

Beredar foto screenshoot sebuah akun yang mempost Sunda Empire di pesan singkat WA.
Beredar foto screenshoot sebuah akun yang mempost Sunda Empire di pesan singkat WA. (Istimewa)

"Kita sudah sepakat sejak tahun 1945 untuk membangun sebuah sistem sebuah Negara yakni NKRI."





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved