TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pesawat Ukraina berjenis Boeing 737-800 jatuh di Parand, wilayah barat Teheran, Rabu (8/1/2020).
Pesawat yang mengangkut 176 penumpang ini jatuh hanya beberapa waktu setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran.
Penyebab jatuhnya pesawat ini masih menjadi misteri dan memunculkan berbagai spekulasi liar.
Terlebih lagi, kejadian ini tak lama setelah Iran menyerang dua pangkalan AS di Irak.
Dilansir dari bbc.com, Kedutaan Ukraina di Teheran sempat menyebut kegagalan mesin sebagai penyebab.
Akan tetapi mereka segera menarik pernyataan itu, dengan mengatakan keterangan tersebut bukan keterangan resmi.
Data penerbangan Ukraina menunjukkan pesawat Boeing 737-800 tersedia secara online.
Baca: Timur Tengah Jadi Pasar Ekspor Indonesia, Ini Kata Pengamat jika Konflik AS Vs Iran Terus Terjadi
Baca: Konfilik AS vs Iran, TNI Siapkan Kantor Atase Pertahanan sebagai Penampungan Sementara WNI
Hal itu menunjukkan bahwa pesawat mengudara dengan normal setelah lepas landas.
Pesawat hampir mencapai ketinggian 8.000 kaki (2.400 m), sebelum pada akhirnya data pesawat menghilang tiba-tiba.
Menurut seorang mantan penyelidik kecelakaan udara, pendapat mengenai kegagalan mesin masih terlalu dini untuk diutarakan.
Kemungkinan ini tidak bisa dikesampingkan.
Akan tetapi, pesawat seperti Boeing 737-800 dirancang untuk tetap terbang meski terjadi kerusakan mesin.
Selain itu, jika ada kegagalan mesin maka data penerbangan biasanya menunjukkan kenaikan pesawat menjadi kurang tajam (namun hal itu tidak terjadi pada kasus ini).
Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi terkait penyebab jatuhnya pesawat Boeing 737.
Baca: Berani Serang AS dengan Luncurkan Rudal, Ternyata Iran Punya Cadangan Minyak Ratusan Miliar Barel
Baca: Donald Trump Beri Pernyataan Terkait Serangan Rudal: Iran Tampaknya Mundur
Pesawat Sempat Berusaha Kembali ke Bandara
Diberitakan bbc.com, pesawat sempat berusaha kembali ke bandara sebelum akhirnya jatuh.
"Pesawat itu pada awalnya menuju ke barat untuk meninggalkan zona bandara, kemudian berbelok ke kanan menyusul masalah yang terjadi, dan menuju kembali ke bandara ketika kecelakaan," kata Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran (CAO) Ali Abedzadeh.
Memang, sebelum terjadi kecelakaan, saksi sempat melihat pesawat terbakar.
Akan tetapi Abedzadeh mengatakan pilot sama sekali tidak melakukan panggilan darurat sebelum berusaha kembali ke Bandara Internasional Imam Khomeini.
Ia juga mengatakan, temuan awal ini sudah dikirim ke AS dan Ukraina, di mana Boeing bermarkas.