TRIBUNNEWSWIKI.COM - Situasi di Timur Tengah terus memanas.
Iran memborbardir dua pangkalan Amerika Serikat yang berada di Irak.
Puluhan rudal Iran itu diluncurkan pada Rabu (8/1/2019) waktu setempat.
Serangan tersebut merupakan serangan balas dendam, atas kematian Komandan Pasukan Quds Iran, Qasem Soleimani, di tangan Amerika Serikat.
Terkait kondisi ini, TNI menyiapkan Kantor Atase Pertahanan (Athan) Indonesia sebagai tempat penampungan sementara bagi WNI di Iran.
Baca: Iran Vs AS Memanas, Korea Selatan Dihadapkan Pilihan Sulit untuk Kirim Angkatan Laut ke Selat Hormuz
Baca: Iran Ingatkan Potensi Pecahnya Perang di Timur Tengah Jika AS Gencarkan Serangan Balik
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Sisriadi mengatakan Atase Pertahanan Indonesia setidaknya akan melakukan penyelamatan sebagai bantuan kepada Kedutaan Besar RI di Iran.
"Ya misalnya memberikan tempat penampungan sementara di kantor Athan dan kantor pemerintahan," kata Sisriadi di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2020).
Meski begitu, ia mengatakan jumlah Athan Indonesia di Iran tidaklah terlalu banyak.
"Ya Athan jumlahnya kan hanya beberapa orang. Atase darat, laut, udara sama pembantunya sudah itu aja. Kan tidak mungkin melakukan tindakan apa-apa kecuali memberikan tempat penampungan," kata Sisriadi.
Ditanya soal pengaruh situasi antara Iran dan AS, Sisriadi mengajak berdoa agar hal ketegangan tersebut tidak berdampak bagi Indonesia khususnya di bidang keamanan dan pertahanan.
"Jadi kita sebagai negara cinta damai tentu berdoa. Khususnya TNI tidak punya legitimasi untuk diplomasi. Diplomasi urusannya pemerintah," kata Sisriadi.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Luar Negeri memperkirakan jumlah warga negara Indonesia yang berada di Iran lebih dari 400 orang.
"Mengenai Iran, ada lebih dari 400 WNI yang ada di sana, itu adalah angka resmi yang masuk di kita, dalam artian kemungkinan banyak WNI kita yang tidak melapor di sana," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/1/2020).
Menyusul memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat saat ini, Retno mengimbau kepada WNI yang berada di Iran untuk menghubungi Kedubes yang berada di sana.
Baca: Donald Trump
Baca: Donald Trump Beri Pernyataan Terkait Serangan Rudal: Iran Tampaknya Mundur
Iran Terang-terangan Targetkan Gedung Putih dan Hargai Kepala Trump USD 80 Juta
Sebelum dilakukan serangan balas dendam, Iran memang sudah naik pitam karena ulah Amerika Serikat.
Dilansir TribunnewsWiki.com dari mirror.co.uk, Pemerintah Iranb bahkan telah mematok harga USD 80 Juta untuk kepala Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Hal itu menyusul tewasnya Komandan Pasukan Quds Iran, Qasem Soleimani, di tangan Amerika Serikat.
Lembaga penyiaran resmi mengatakan pemerintah Iran akan megajukan satu dolar dari setiap warga Iran.
"Iran memiliki penduduk 80 juta. Berdasarkan populasi Iran, kita ingin mengumpulkan USD 80 juta bagi yang bisa mendapatkan kepala Presiden Trump," dikutip mirror.co.uk dari en24.