Timur Tengah Jadi Pasar Ekspor Indonesia, Ini Kata Pengamat jika Konflik AS Vs Iran Terus Terjadi

Jika terus terjadi, konflik AS vs Iran dinilai pengamat akan berdampak negatif pada ekspor Indonesia


zoom-inlihat foto
iran-disebut-telah-meluncurkan-beberapa-rudal-di-fasilitas-militer-amerika-serikat-di-irak.jpg
Twitter @ABC
Iran disebut telah meluncurkan beberapa rudal di fasilitas militer Amerika Serikat di Irak pada Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat.


Jika terus terjadi, konflik AS vs Iran dinilai pengamat akan berdampak negatif pada ekspor Indonesia

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, dipandang sebagai hal yang dapat berdampak negarif bagi perekonomian Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Pengamat Ekonomi INDEF, Bhima Yudhistira.

Menurutnya, jangka panjang dari konflik tersebut akan berpengaruh pada kinerja ekspor di sektor riil, yang ia prediksi menjadi semakin sulit.

Pasalnya Timur Tengah merupakan satu di antara pasar ekspor Indonesia.

Baca: Konfilik AS vs Iran, TNI Siapkan Kantor Atase Pertahanan sebagai Penampungan Sementara WNI

Baca: Berani Serang AS dengan Luncurkan Rudal, Ternyata Iran Punya Cadangan Minyak Ratusan Miliar Barel

ILUSTRASI KOMODITAS EKSPOR - Pedagang biji kopi saat memperlihatkan beberapa jenis biji kopi Indonesia di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018). Indonesia termasuk 5 besar negara penghasil kopi terbesar di dunia dan masih menjadi salah satu negara eksportir kopi terbesar di dunia, Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengatakan setiap tahunnya Indonesia memproduksi kopi sekitar 630.000 ton yang diproduksi oleh petani di Indonesia. Dari jumlah 630.000 ton tersebut, sekitar 430.000 hingga 450.000 ton diekspor ke luar negeri. Sementara sisanya untuk kebutuhan dalam negeri.
ILUSTRASI KOMODITAS EKSPOR - Pedagang biji kopi saat memperlihatkan beberapa jenis biji kopi Indonesia di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018). Indonesia termasuk 5 besar negara penghasil kopi terbesar di dunia dan masih menjadi salah satu negara eksportir kopi terbesar di dunia, Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengatakan setiap tahunnya Indonesia memproduksi kopi sekitar 630.000 ton yang diproduksi oleh petani di Indonesia. Dari jumlah 630.000 ton tersebut, sekitar 430.000 hingga 450.000 ton diekspor ke luar negeri. Sementara sisanya untuk kebutuhan dalam negeri. ((Tribunnews/Jeprima))

Berbagai produk olahan pertanian, peternakan, hingga tekstil di ekspor ke sana.

Jika eskalasi yang terjadi terus meningkat, tentu itu bukan kabar baik bagi Indonesia.

  1. "Pasar non tradisional, misalnya Timur Tengah yang prospeknya masih besar bagi Indonesia jadi porak poranda karena perang. Kita mau ekspor ke mana lagi?," ujar Bhima, kepada Tribunnews, Kamis (9/1/2020).

Menurut data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) total perdagangan antara Indonesia-Iran mencapai USD 715,4 juta pada 2018.

Jika dibandingkan pada 2017, angka ini mengalami peningkatan sebesar 6,8 persen.

Dengan rincian capaian ekspor Indonesia ke Iran tercatat sebesar USD 296,4 juta, sedangkan impor dari Iran mencapai angka USD 419 juta.

Baca: Donald Trump Beri Pernyataan Terkait Serangan Rudal: Iran Tampaknya Mundur

Baca: Donald Trump

Roket yang diluncurkan Iran ke pangkalan militer AS
Roket yang diluncurkan Iran ke pangkalan militer AS (dailymail.co.uk)

Meningkatnya Eskalasi Ketegangan Amerika Serikat dan Iran











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved