Iran Vs AS Memanas, Korea Selatan Dihadapkan Pilihan Sulit untuk Kirim Angkatan Laut ke Selat Hormuz

Korea selatan dihadapkan pilihan sulit, diminta kirimkan AL ke Selat Hormuz, tapi tak ingin perang


zoom-inlihat foto
serangan-rudal-iran-ke-pangkalan-as-dibalas-donald-trump-dengan-cuitan-di-twitter.jpg
Kolase Tribunnews (twitter.com/realDonaldTrump dan Instagram.com/realdonaldtrump)
Serangan Rudal Iran ke Pangkalan AS 'Dibalas' Donald Trump dengan Cuitan di Twitter


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran memborbardir dua pangkalan Amerika Serikat yang berada di Irak.

Puluhan rudal Iran itu diluncurkan pada Rabu (8/1/2019) waktu setempat.

Serangan ini merupakan serangan balas dendam atas kematian Komandan Pasukan Quds Iran, Qasem Soleimani, di tangan Amerika Serikat.

Dampak situasi yang kian memanas turut dirasakan dunia.

Satu di antara negara yang terancam terseret dalam konflik ini adalah Korea Selatan.

Baca: Jenderal Iran Qasem Soleimani Dibunuh AS, PM Malaysia Mahathir Mohammad: Negara Muslim Harus Bersatu

Baca: Donald Trump

IUSTRASI - Rudal balistik jarak jauh Iran, Shahab 2. - Pasca Serangan ke Pangkalan Militer AS di Irak, Iran Minta Amerika Tarik Pasukan dari Timur Tengah
IUSTRASI - Rudal balistik jarak jauh Iran, Shahab 2. - Pasca Serangan ke Pangkalan Militer AS di Irak, Iran Minta Amerika Tarik Pasukan dari Timur Tengah (BBC)

Korea Selatan Terpaksa Berfikir Dua Kali

Kondisi di Timur Tengah memaksa Korea Selatan berfikir kembali untuk mengirimkan Angkatan Laut mereka ke Selat Hormuz.

Diberitakan oleh Kompas.com (29/7/2019), AS meminta pasukan Angkatan Laut Korea Selatan untuk bergabung dengan pasukan mereka di Selat Hormuz, Timur Tengah, pada pertengahan 2019.

Tak hanya Korea Selatan, AS juga meminta sekutunya yang lain seperti Jepang, Prancis, Jerman, Australia, dan lainnya.

Nantinya, pasukan itu akan dikerahkan untuk mengamankan kapal tanker pengangkut minyak di kawasan tersebut.

Baca: Konflik AS-Iran Kian Memanas, Apa Dampaknya Bagi Perkekonomian Indonesia?

Baca: Setelah Ancam Balas Dendam, Iran Targetkan Gedung Putih dan Hargai Kepala Trump USD 80 Juta

Ilustrasi Pasukan Tentara - Peringatan HUT ke-72 Tentara Nasional Indonesia di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017). Peringatan HUT TNI ini TNI dimeriahkan latihan gabungan dengan menggunakan alutsista andalan dari masing-masing matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
ILUSTRASI PASUKAN TENTARA - Peringatan HUT ke-72 Tentara Nasional Indonesia di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017). Peringatan HUT TNI ini TNI dimeriahkan latihan gabungan dengan menggunakan alutsista andalan dari masing-masing matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. ((KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO))

Sangat sulit bagi Korea Selatan untuk menolak permintaan itu.

Pasalnya, aliansi AS dan Korsel sangatlah kuat.

Dilansir dari voanews.com, Korea Selatan menggunakan lebih dari 28.000 tentara AS.

Meski demikian hubungan kedua negara ini sempat memanas.

Hal itu berawal dari permintaan Presiden Donald Trump agar Seoul meningkatkan anggaran pertahanan mereka untuk tentara AS.

Berbagai negosiasi kedua belah pihak tidak berhasil membuahkan kesepakatan terkait permintaan ini.

Namun pihak AS kukuh meminta Korsel meningkatkan biaya atau anggaran pertahanan itu hingga lima kali lipat.

Dilaporkan, kesediaan Korsel untuk terlibat dalam kegiatan maritim di Selat Hormuz, mungkin menjadi faktor yang bisa melunakkan negosiasi kedua belah pihak.

Baca: Iran Ingatkan Potensi Pecahnya Perang di Timur Tengah Jika AS Gencarkan Serangan Balik

Baca: Gubernur Texas AS, Greg Abbott Serukan Warga Texas untuk Waspada Terkait Serangan Siber dari Iran

Bagaimana Donald Trump bisa izinkan Militer AS bunuh pemimpin pasukan Quds, Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani?
Bagaimana Donald Trump bisa izinkan Militer AS bunuh pemimpin pasukan Quds, Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani? (Kolase Foto: Twitter dan Wikimedia)

Korea Selatan: Sekutu AS tapi Masih Berupaya Menjaga Hubungan Ekonomi dengan Iran

Dalam sebuah wawancara, Duta Besar AS untuk Korea Selatan berharap Seoul dapat berkontribusi untuk pasukan maritim di Timur Tengah.





Halaman
12
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved