TRIBUNNEWSWIKI.COM - Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran memborbardir dua pangkalan Amerika Serikat yang berada di Irak.
Puluhan rudal Iran itu diluncurkan pada Rabu (8/1/2019) waktu setempat.
Serangan ini merupakan serangan balas dendam atas kematian Komandan Pasukan Quds Iran, Qasem Soleimani, di tangan Amerika Serikat.
Dampak situasi yang kian memanas turut dirasakan dunia.
Satu di antara negara yang terancam terseret dalam konflik ini adalah Korea Selatan.
Baca: Jenderal Iran Qasem Soleimani Dibunuh AS, PM Malaysia Mahathir Mohammad: Negara Muslim Harus Bersatu
Baca: Donald Trump
Korea Selatan Terpaksa Berfikir Dua Kali
Kondisi di Timur Tengah memaksa Korea Selatan berfikir kembali untuk mengirimkan Angkatan Laut mereka ke Selat Hormuz.
Diberitakan oleh Kompas.com (29/7/2019), AS meminta pasukan Angkatan Laut Korea Selatan untuk bergabung dengan pasukan mereka di Selat Hormuz, Timur Tengah, pada pertengahan 2019.
Tak hanya Korea Selatan, AS juga meminta sekutunya yang lain seperti Jepang, Prancis, Jerman, Australia, dan lainnya.
Nantinya, pasukan itu akan dikerahkan untuk mengamankan kapal tanker pengangkut minyak di kawasan tersebut.
Baca: Konflik AS-Iran Kian Memanas, Apa Dampaknya Bagi Perkekonomian Indonesia?
Baca: Setelah Ancam Balas Dendam, Iran Targetkan Gedung Putih dan Hargai Kepala Trump USD 80 Juta
Sangat sulit bagi Korea Selatan untuk menolak permintaan itu.
Pasalnya, aliansi AS dan Korsel sangatlah kuat.
Dilansir dari voanews.com, Korea Selatan menggunakan lebih dari 28.000 tentara AS.
Meski demikian hubungan kedua negara ini sempat memanas.
Hal itu berawal dari permintaan Presiden Donald Trump agar Seoul meningkatkan anggaran pertahanan mereka untuk tentara AS.
Berbagai negosiasi kedua belah pihak tidak berhasil membuahkan kesepakatan terkait permintaan ini.
Namun pihak AS kukuh meminta Korsel meningkatkan biaya atau anggaran pertahanan itu hingga lima kali lipat.
Dilaporkan, kesediaan Korsel untuk terlibat dalam kegiatan maritim di Selat Hormuz, mungkin menjadi faktor yang bisa melunakkan negosiasi kedua belah pihak.
Baca: Iran Ingatkan Potensi Pecahnya Perang di Timur Tengah Jika AS Gencarkan Serangan Balik
Baca: Gubernur Texas AS, Greg Abbott Serukan Warga Texas untuk Waspada Terkait Serangan Siber dari Iran
Korea Selatan: Sekutu AS tapi Masih Berupaya Menjaga Hubungan Ekonomi dengan Iran
Dalam sebuah wawancara, Duta Besar AS untuk Korea Selatan berharap Seoul dapat berkontribusi untuk pasukan maritim di Timur Tengah.