Hal itu berkaitan dengan kebutuhan minyak Korea Selatan yang bergantung pada Timur Tengah.
Namun semakin panasnya situasi di Timur Tengah membuat permintaan itu semakin menjadi pilihan sulit bagi Korea Selatan.
Masih dilansir dari voanews.com Spesialis Timur Tengah, Studi Kebijakan, di Seoul's Asan Institute, Jang Ji Hyang, mengatakan "Tekanan AS (untuk terlibat dalam pasukan maritim mereka) mungkin meningkat, akan tetapi situasi menjadi benar-benar berbeda."
Joongang Daily juga memuat berita, Korea Selatan dapat terjerumus dalam perang antara Amerika Serikat dan Iran, jika mengirim pasukan AL ke Hormuz.
Korea Selatan masih mencoba untuk menjaga dan mempertahankan hubungan ekonomi dengan Iran.
"Iran bukan bahaya kami, dan dapat menjadi pasar besar setelah sanksi ekonomi dicabut," lanjutnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keputusan.
Pejabat Kementerian Pertahanan dan Luar Negeri Korsel mengatakan minggu ini tidak akan ada keputusan apapun soal pengiriman tentara AL.
Pihaknya hanya bisa berjanji untuk membantu upaya internasional dalam mengurangi ketegangan yang kian meninggi.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)