Padahal dalam bukti tagihan, tertulis jika sang ayah menjalani rawat inap di sebuah kamar kelas I.
Kamar dengan kelas tersebut memang dikenal memiliki tarif inap dan pengobatan cukup menguras kantong.
Terry berterima kasih pada BPJS
Setelah sang ayah dinyatakan sembuh, Terry menerima tagihan biaya perawatan dan operasi yang dikirimkan sang adik.
Terry terkejut ketika mengetahui total biaya berobat sang ayah mencapai Rp. 37.550.201.
Namun, setelah diteliti lebih lanjut dan membaca ulang surat tagihan, Terry seketika mengucap syukur.
Meskipun tertera nominal tagihan yang membengkak, Terry rupanya tak membayar sepeser rupiah pun alias Rp 0.
Pasalnya, biaya pengobatan dan perawatan sang ayah telah ditanggung BPJS.
Berterima kasih pada masyarakat yang tidak menunggak BPJS
Baca: BPJS Ketenagakerjaan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan)
Baca: BPJS Kesehatan: JKN KIS Tanggung Penderita Gangguan Jiwa Agar Tidak Ada Joker-Joker Lainnya
Terry menambahkan, hal inilah yang menjadi alasan kenapa ia tetap membayar BPJS meskipun kini dirinya tidak sedang tinggal di Indonesia.
Terry ingin BPJS tetap ada agar orang lain termasuk keluarga yang membutuhkan bisa terbantu.
"Eh nggak taunya, org yg membutuhkan itu ya termasuk orang tuaku juga," tulis Terry.
Ia juga berkisah, saat masih SMP kedua orangtua sakit dan tidak tahu persis berapa biaya pengobatannya.
"Tapi yg pasti tiba-tiba keadaan keuangan keluarga kami morat-marit," kata dia.
Hal inilah yang membuat sang ayah trauma sehingga saat jatuh sakit, ayah enggan ke dokter.
"Takut ntar keluar biaya mahal lagi," lanjutnya.
Bahkan ketika keluarganya bergabung menjadi peserta BPJS, sang ayah masih sangat susah untuk diajak periksa ke dokter.
"Baru setahunan ini akhirnya mau. Tapi ttp takut kalau nanti kena biaya besar."
"Aku bilang sih ya udah ntar kalau ada biaya-biaya biar aku yg usahakan. Biar Bapak santai aja."
"Ya walaupun kalau 37,5 jt juga aku ya gak ada duitnya juga sih ya," sambung Terry.