TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melakukan program Dukcapil Peduli (Penggantian Dokumen Hilang).
Program tersebut merupakan bagian dari upaya dukcapil untuk membantu warga dalam mendapatkan dokumen kependudukan yang hilang atau rusak karena banjir.
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, turut terjun ke Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara, untuk melaksanakan proggram tersebut, Sabtu (4/1/2020).
"Hari ini saya bersama teman-teman Dinas Dukcapil DKI memberikan penggantian dokumen kependudukan hasil pendataan tanggal 2 dan tanggal 3 Januari," kata Zudan, dikutip oleh Tribunnews.com.
Baca: Kampung Akuarium
Baca: 17 AGUSTUS - Seri Tempat Bersejarah : Istana Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung)
Zudan menyebut dokumen kependudukan yang diganti antara lain KTP elektronik, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, hingga Akta Kematian.
Seluruh dokumen kependudukan tersebut, kata dia, diganti dan diberikan secara gratis atau tanpa dipungut biaya.
Tak hanya itu, prosedur pemberian pun tidak menggunakan syarat yang menyulitkan.
Dilansir dari Tribunnews.com, berikut ini tatacara mengganti dokumen yang rusak akibat banjir lewat program Dukcapil Peduli.
1. Warga melapor ke kelurahan, kelurahan melaporkan melalui web yang disediakan Ditjen Dukcapil,
2. Dukcapil memproses dokumen berdasarkan data base yang tersedia,
3. Dukcapil menyalurkan ke kelurahan terdampak bencana banjir (akan segera dilaksanakan sosialisasi ke kelurahan, kecamatan dan media massa)
Pelayanan Keliling di daerah terdampak bencana banjir, yang dilaksanakan berdasarkan permintaan kelurahan atau kecamatan.
Baca: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Baca: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Banjir di Jakarta kali ini memang menuai banyak perhatian publik.
Curah hujan yang tinggi membuat Jakarta dan beberapa daerah sekitarnya terendam banjir sejak Selasa (31/12/2019).
Beberapa wilayah masih terendam banjir hingga hari ini, Sabtu (4/1/2020).
Sepertinya Jakarta masih harus bersiap-siap mengantisipasi banjir.
Pasalnya, BMKG memperkirakan hujan akan mengguyur Jakarta hingga 7 Januari 2020.
Hingga berita ini ditulis, ada 46 korban meninggal dunia akibat banjir di Jabodetabek.
Selain itu, juga terjadi kerugian material akibat bangunan yang terendam.
Dilansir dari Tribunnews.com, Presiden Jokowi menilai banjir kali ini terjadi karena kerusakan alam dan perilaku membuang sampah sembarangan.