Sejarah #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kampung Akuarium merupakan sebuah wilayah di daerah Jakarta Utara.
Bukan tanpa alasan mengapa perkampungan tersebut disebut sebagai Kampung Akuarium.
Pada awalnya, kawasan tersebut menjadi Laboratorium voor Onderzoek der Zee atau Lembaga Penelitian laut milik Hindia Belanda.
Meski demikian, pada waktu itu wilayah tersebut juga dibuka untuk umum.
Laboratorium voor Onderzoek secara resmi dibuka pada 12 Desember 1923.
Pembukaan tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat di lingkup kelautan.
Pendirian laboratorium tersebut tidak lain didasari kekayaan laut yang ada di wilayah Indonesia.
Adapun ruangan laboratorium didesain oleh Dr Sunier.
Di dalamnya termasuk akuarium yang mampu menampung hingga 200 ribu liter air laut.
Dengan berdirinya akuarium ini, Jakarta (dulu masih bernama Batavia) mulai diperhitungkan di bidang ilmu pengetahuan.
Pada masa tersebut, Akuarium dibuka setiap hari pukul 08.00-12.00 WIB.
Untuk memasuki kawasan tersebut, pengunjung pada masa itu harus membayar 25 sen untuk orang dewasa dan 10 sen untuk anak-anak.
Laboratorium tersebut telah memenuhi standar ruang pamer, dimana telah memiliki kartu informasi berbahasa Melayu, Belanda, dan Latin.
Semasa pendudukan Jepang, laboratorium ditutup sementara.
Laboratorium baru dibuka kembali pada 29 Desember 1947. (1)
Alih Fungsi #
Seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI.
Akan tetapi, LIPI memindahkan kawasan penelitian ke daerah Sunter Agung.
Akibatnya kawasan Kampung Akuarium tidak dihuni.
Setelah beberapa lama, kawasan Kampung Akuarium berubah menjadi asrama polisi.
Namun asrama polisi itu tak bertahan lama.
Beberapa rumahnya bahkan dijual untuk para pendatang dari luar Jakarta.
Sekitar tahun 1980-an, warga mulai banyak yang datang dan tinggal di wilayah itu.
Pada awalnya, wilayah Kampung Akuarium masih bersih dan tertata.
Sayang, setelah pendatang semakin banyak Kampung Akuarium menjelma menjadi pemukiman kumuh.
Warga yang tinggal di Kampung Akuarium memiliki profesi yang beragam, mulai dari nelayan, buruh pabrik, kuli, hingga berjualan makanan di pasar ikan. (2)
Penggusuran #
Pemerintah DKI Jakarta memutuskan untuk menggusur rumah warga di kawasan Kampung Akuarium pada pertengahan April 2016.
Gubernur DKI Jakarta kala itu, Basuki Tjahaja Purnama atau BTP beralasan, penggusuran itu dalam rangka pembangunan sheetpile di tempat berdirinya bangunan warga di samping Museum Bahari dan Kampung Akuarium.
Selain itu, ia juga mengatakan tanggul harus dibangun di lokasi itu untuk mencegah air laut masuk.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Oktober 2016 warga Kampung Akuarium memutuskan untuk mengajukan gugatan kelompok atau class action di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas dugaan tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan Pemprov DKI.
Dalam gugatan itu, warga menuntut agar Pemprov DKI kembali membangun permukiman warga yang telah digusur.
Penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI dinilai merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Sebenarnya sempat dilakukan mediasi antara pihak Pemprov DKI dan warga Kampung Akuarium.
Namun mediasi gagal dilakukan dan gugatan tetap dilanjutkan ke meja hijau.
Saat mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan berjanji akan membangun kembali Kampung Akuarium seperti semula jika terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta.
Setelah terpilih, janji tersebut mulai direalisasikan.
Anies melakukan beberapa kali pertemuan dengan warga Kampung Akuarium. (3)
Pembangunan Kembali #
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana membangun kawasan wisata budaya dan sejarah di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.
Pemprov DKI menemukan benteng peninggalan zaman Belanda yang tenggelam di dekat permukiman warga yang digusur.
Pemprov DKI akan meminta pendapat ahli cagar budaya untuk menata kawasan tersebut.
Nantinya Kampung Akuarium akan menjadi satu kawasan wisata yang sama dengan Kota Tua.
Sebelumnya Pemprov DKI akan membangun kembali Kampung Akuarium pada 2020.
Kampung Akuarium akan dibangun dengan konsep rumah berlapis, yakni permukiman yang dibangun secara vertikal, namun maksimal hanya memiliki empat lantai. (4)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur)
| Nama | Kampung Akuarium |
|---|
| Alamat | Penjaringan, Jakarta Utara |
|---|
| Digunakan Sebagai | Tempat Penelitian (sudah dialihfungsikan) |
|---|
| Perkampungan Warga |
Sumber :
1. pepnews.com
2. www.cnnindonesia.com
3. megapolitan.kompas.com
4. megapolitan.kompas.com