Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Istana Kepresidenan Yogyakarta merupakan Istana Kepresidenan yang terletak di pusat Kota Yogyakarta.
Persisnya, Istana Kepresidenan Yogyakarta terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta.
Istana Kepresidenan Yogyakarta ini memiliki nama Gedung Agung.
Meski demikian, Gedung Agung juga dikenal dengan nama Residenan.
Gedung Agung berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut, menempati lahan seluas 43585 m2. (1)
Pembangunan #
Pembangunan Gedung Agung dimulai pada Mei 1824.
Tepatnya Gedung Agung dibangun pada masa Anthony Hendriks Smissaerat, Residen Yogyakarta Ke-18, yang memerintah pada 1823-1825.
Kala itu, ia menginginkan istana yang berwibawa bagi Residen Belanda.
Sementara itu, AAJ Payen bertindak sebagai arsitek Gedung Agung.
AAJ Payen juga merupakan guru seni lukis Raden Saleh.
Lokasi pembangunan istana dilakukan bersebelahan dengan Benteng Rustenburg.
Benteng tersebut sempat hancur karena gempa bumi, kemudian dibangun kembali dengan nama Benteng Vredenburg pada 1867.
Selain benteng, gempa bumi yang terjadi pada 1867 juga menghancurkan bangunan awal Gedung Agung, yang dulunya bernama Residenan Yogyakarta.
Kemudian, di lahan yang sama dibangun sebuah bangunan baru.
Bangunan tersebut bergaya arsitektur Eropa namun disesuaikan dengan iklim tropis.
Setelah melalui beberapa proses, pembangunan Residenan Yogyakara selesai pada 1869.
Nama Residenan sendiri digunakan merujuk pada tempat yang digunakan oleh Residen.
Pada 1927, status administrasi Karesidenan Yogyakarta diangkat menjadi provinsi.
Hal ini juga menandai berubahnya julukan Gedung Agung dari Residenan menjadi Gubernuran atau Loji Gubernur.
Bangunan ini lah yang hingga kini menjadi bangunan utama Gedung Agung.
Pada masa pendudukan Jepang, Gedung Agung juga difungsikan sebagai kediaman resmi Koochi Zimmukyoku Tyookan, seorang penguasa tertinggi Jepang di Yogyakarta. (1)
Setelah Kemerdekaan #
Pada agresi militer Belanda yang dilakukan pada Januari 1946, Soekarno dan keluarga mengungsi ke Yogyakarta.
Kala itu Soekarno dan keluarganya menempati Gedung Agung.
Hal ini membuat masyarakat kala itu menyebut Gedung Agung sebagai Presidenan, karena digunakan presiden untuk tinggal.
Pada masa tersebut, Fatwawati sedang hamil.
Pada Januari 1947, lahir seorang anak yang kemudian diberi nama Megawati Soekarnoputri.
Saat sedang berlangsung agresi militer Belanda, Jenderal Soedirman menemui Soekarno di Gedung Agung.
Soedirman memohon izin kepada Soekarno sebelum berangkat memimpin gerilya melawan Belanda.
Ketika pusat pemerintahan dipindahkan ke Yogyakarta, di ruang utama Gedung Agung yang bernama Ruang Garuda digunakan sebagai tempat rapat kabinet.
Selain itu, pada masa tersebut Ruang Garuda juga digunakan sebagai tempat upacara resmi kenegaraan.
Bahkan, Soekarno memberi kuliah tentang tata negara yang terbuka untuk umum setiap hari minggu.
Di Ruang Garuda tampak beberapa lukisan Pahlawan Nasional yang dilukis oleh seniman-seniman besar di Indonesia.
Ruang Garuda memuat dua ruang tamu utama.
Ruang tamu sebelah selatan disebut sebagai Ruang Soedirman.
Di ruang inilah Soedirman menemui Soekarno seperti yang sudah dijelaskan di bagian sebelumnya.
Sementara itu, ruang tamu di sebelah utara disebut dengan Ruang Diponegoro.
Sejak tahun 1954, pengelolaan dan perawatan Gedung Agung ditangani oleh Kepatihan Danurejan.
Pada era Presiden Soeharto, tepatnya tahun 1972, Gedung Agung ditetapkan menjadi Istana Presiden Republik Indonesia.
Gedung Agung difungsikan sebagai tempat penginapan Presiden dan tamu negara di Yogyakarta.
Sejak tahun 1988, Gedung Agung dijadikan sebagai tempat Parade Senja, setiap 17 Agustus.
Kemudian Gedung Agung juga digunakan sebagai tempat resmi peringatan detik-detik proklamasi Pemerintah Yogyakarta.
Pada 1995, dilakukan pemugaran terhadap Kompleks Seni Sono, bagian dari Gedung Agung.
Selanjutnya, gedung seni tersebut diresmikan BJ Habibie ketika menjadi presiden.
Sebelumnya, Gedung Seni Sono yang dibangun pada 1915 ini pernah digunakan sebagai soos, bioskop, hingga kahirnya menjadi galeri seni. (1)
Koleksi #
Selama menetap di Yogyakarta, Soekarno menyempatkan untuk bertemu dan membeli beberapa lukisan seniman Yogyakarta.
Di sisi lain, juga banyak seniman yang menitipkan lukisannya untuk menghiasi kediaman sang presiden tersebut.
Atas sebab ini lah banyak lukisan yang terpajang di Gedung Agung.
Beberapa di antara lukisan tersebut memuat keterangan bahwa lukisan itu dihadiahkan kepada Soekarno
Selain lukisan, gedung Agung juga menyimpan 50 arca batu kuno.
Arca-arca tersebut ditemukan di sekitar Yogyakarta.
Semula, arca yang dikumpulkan oleh Residen Belanda ini berada di Benteng Vredenburg.
Sekarang, arca-arca tersebut dirawat dan dilestarikan di belakang istana. (1)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)
| Nama | Gedung Agung |
|---|
| Nama Lain | Istana Kepresidenan Yogyakarta |
|---|
| Residenan |
| Klasifikasi | Istana Kepresidenan |
|---|
| Fungsi | Penginapan Presiden dan Tamu Negara |
|---|
| Alamat | Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta |
|---|
| Maps | https://goo.gl/maps/1Jo9nWZraJjgDQR86 |
|---|
Sumber :
1. id.wikipedia.org
2. presidenri.go.id