Gunung Raung

Gunung Raung adalah gunung api bertipe stratovolcano yang terletak diantara Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia


zoom-inlihat foto
gunung-raung.jpg
Instagram @r_djangkaru
Gunung Raung

Gunung Raung adalah gunung api bertipe stratovolcano yang terletak diantara Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gunung Raung adalah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia.

Gunung Raung memiliki ketinggian 3332 mdpl.

Gunung Pangrango merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Gunung Arjuno.

Gunung Pangrango terletak diantara Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Gunung Raung berjenis stratovolcano atau gunung api aktif berbentuk kerucut.

  • Sejarah dan Legenda #


Gunung Raung adalah sebuah gunung yang besar dan unik dan Gunung Raung merupakan bagian dari kelompok pegunungan Ijen yang terdiri dari beberapa gunung, diantaranya Gunung Suket (2.950mdpl), Gunung Raung (3.332mdpl), Gunung Pendil (2.338), Gunung Rante (2.664), Gunung Merapi (2.800), Gunung Remuk (2.092), dan Kawah Ijen.

Keunikan dari Puncak Gunung Raung adalah kalderanya yang sekitar 500 meter dalamnya, selalu berasap dan sering menyemburkan api.

Gunung Raung termasuk gunung tua dengan kaldera di puncaknya dan dikitari oleh banyak puncak kecil, menjadikan pemandangannya benar-benar menakjubkan.

Selain itu gunung ini juga terletak di paling ujung pulau jawa bahkan keindahan gunung ini dapat kita lihat dari pulau dewata bali, tepatnya ketika kita berada di pantai Lovina Singaraja Bali Utara pada akhir siang atau ketika sunset di Lovina Beach.

Jajaran pegunungan di timur pulau jawa ini memiliki keindahan yang sangat unik. Gunung ini terletak di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. (1)

Gunung api raksasa ini muncul di sebelah timur dari suatu deretan puing gunung api yang berarah barat laut–tenggara.

Di Puncaknya terdapat sebuah kaldera yang berbentuk elips dan terdapat kerucut setinggi kurang lebih 100 m dan mempunyai puncak 3.332 mdpl.

Berdasarkan Data Dasar Gunung Api Indonesia (2011), Raung tercatat meletus pertama kali pada tahun 1586. Disebutkan, letusan tahun itu sangat dahsyat dan menimbulkan korban jiwa.

Namun, tidak disebutkan berapa banyak korbannya.

Baca: Gunung Pangrango

Baca: Gunung Gede

raungg
Gunung Raung.

Pada tahun 1638, Raung kembali meletus hebat disertai banjir besar dan aliran lahar melanda Kali Stail dan Kali Klatak.

Korban jiwa mencapai ribuan orang. Saat itu, di kawasan tersebut berdiri Kerajaan Macan Putih di bawah pemerintahan Pangeran Tawangulun. Hingga tahun 1989, terjadi 43 letusan di Gunung Raung.

Geolog dari Museum Geologi Bandung, Indyo Pratomo, mengatakan, Raung memiliki jejak debris avalanches, bahaya lain dari gunung api selain awan panas dan banjir lahar hujan, sebagaimana terjadi di Gunung Galunggung, Jawa Barat.

Debris avalanches merupakan produk dari longsornya sebagian tubuh gunung api, terutama karena aktivitas magmatik.

Sumbat yang terlalu kuat di puncak gunung menyebabkan magma menjebol sisi lemah di lereng gunung dan melontarkan hingga jauh, membentuk sekelompok bukit kecil (hillocks).

Debris avalanches tak mesti terkait erupsi.

Hujan deras atau gempa regional juga dapat memicu longsoran raksasa di lereng gunung api.

Debris avalanches di Raung karena erupsi yang eksplosif seperti terjadi di Galunggung dan letusan St Hellen, AS, pada 1980. Debris avalanches di Raung yang mencapai 78 km dari kawah merupakan yang terbesar di Indonesia.

Gunung Raung merupakan bagian dari sistem kaldera raksasa purba. Raung berada di pinggir dari sistem kaldera. Selain Raung, beberapa gunung api aktif lain yang juga berada di pinggir sistem kaldera adalah Ijen, Merapi, dan Meranti. Kehebatan letusan Raung pada masa lalu dicatat oleh Sri Margana, sejarawan dari Universitas Gadjah Mada.

Menurut dia, letusan Raung pada abad ke-18 menyebabkan sisa peradaban Kerajaan Blambangan di Macan Putih, Kabupaten Banyuwangi, dan di Kedawung, Kabupaten Jember, ikut terkubur.

”Peninggalan kerajaan diperkirakan terkubur oleh abu vulkanik Raung dari dua kali letusan. Pada 2010 kami menemukan fondasi bangunan kerajaan, gerabah, tombak, keramik, uang receh, dan sebagainya, terpendam sedalam 1,5 meter di Desa Macan Putih. Hingga kini masih banyak yang belum digali,” kata penulis buku Ujung Timur Jawa: Perebutan Hegemoni Blambangan 1763-1813 itu.

Di antara deretan gunung yang mengelilingi Banyuwangi, yakni Ijen, Merapi, Meranti, dan Raung, Gunung Raung merupakan gunung yang paling dianggap sakral oleh masyarakat Banyuwangi pada masa lalu, dibandingkan Ijen, Merapi, dan Meranti.

Menurut Margana, para penguasa di kerajaan pra-Kerajaan Blambangan sudah menjadikan Gunung Raung sebagai pusat pemujaan.

Salah satu indikasinya, ditemukan sejumlah peninggalan tempat persembahyangan umat Hindu yang diperkirakan dibangun pada abad ke-17 hingga abad ke-18.

Di antaranya ada di Kecamatan Songgon dan Sempu, Banyuwangi. Petilasan di Desa Jambewangi, Kecamatan Banyuwangi, misalnya, hingga kini masih ada dan dirawat oleh warga setempat.

Petilasan itu berbentuk tumpukan batu dan berlingga menghadap ke Gunung Raung.

Petilasan tersebut kini masih digunakan oleh warga Hindu untuk bersembahyang.

Kisah Misteri Gunung Raung memang dipelihara secara turun temurun oleh warga sekitar khususnya penduduk yang berada pada kaki Pegunungan Ijen ini.

Kisah angker ini sendiri diabadikan dengan ke 4 nama lokasi atau pondok yang ada di sekitar Gunung Raung ini. Ke 4 pondok tersebut bernama Pondok Angin, Pondok Sumur, Pondok Mayit (mayat) dan juga Pondok Dhemit (hantu).

  1. Pondok Sumur disebut dengan nama sumur konon merupakan lokasi tempat petapaan dari Seorang petapa yang sangat sakti yang konon berasal dari Gresik yang bertapa di sekitar sumur di lokasi Pondok Sumur tersebut, dimana wujud sumurnya masih ada dan kadang terlihat bagi mereka yang bisa melihat dengan mata batin dan ciri-ciri keangkerannya pada lokasi pondok sumur ini adalah jika berkemah disekitarnya maka pada malam hari akan terdengar derap kuda yang berlari di sekitar kemah padahal setelah di cari ternyata tidak ada kuda.
  2. Pondok Mayit atau pondok mayat dinamakan seperti itu konon penduduk sering menemukan mayat yang tergantung di pohon pada sekitar area pondok mayit tersebut yang konon mayat itu adalah mayat dari bangsawaan Belanda yang dulu dibunuh oleh pejuang Indonesia di daerah itu.
  3. Pondok Dhemit disebut demikian karena konon di daerah pondok tersebut pada malam tertentu akan terdengar riuh keramaian seperti ada pasar malam yang terdengar juga alunan musik melantun di tengah keriuhan pasar tersebut namun jika didatangi ke lokasinya ternyata tidak ada apa-apa yang ditemukan hanya lokasi sepi penuh pepohonan di tengah hutan.
  4. Pondok Angin merupakan lokasi yang tertinggi pada Gunung Raung dimana pada lokasi pondok angin ini para pendaki dapat melihat suasana alam yang indah dan juga suasana kota Bondowoso dan juga Situbondo dari puncak Gunung Raung dari pondok angin ini. Namun sisi angkernya dari pondok angin ini kadang terdengar angin yang begitu kencangnya seperti meraum seperti suara macan dan sangking kencangnya para pendaki bisa terjatuh ke dasar jurang karena tertiup oleh anginnya yang deras. Salah satu sisi pada lokasi pondok angin ini sering dikenal sebagai pintu masuk kepada kerajaan gaib.

Misteri Gunung Raung lebih diperkuat lagi dengan adanya legenda Kerajaan Macan Putih yang dulu didirikan diatas Gunung Raung ini. (2)

Kerajaan Macan Putih ini dipimpin oleh seorang Pangeran yang bernama Pangeran Tawangulun yang konon merupakan salah satu anak dari Raja dari Kerajaan Majapahit yang sempat hilang ketika Sang Raja sempat bertapa.

Masyarakat sekitar masih percaya bahwa Kerajaan Macan Putih masih ada dan konon masih kadang terlihat ke alam nyata pada malam Jumat kliwon.

Menurut legenda disebutkan bahwa Pangeran Tawangulun itu adalah salah satu suami dari Ratu Pantai Selatan Nyai Roro Kidul.

Namun itu semua hanyalah legenda Misteri Gunung Raung dari masyarakat sekitar, tapi keindahan Gunung Raung bukanlah legenda tapi keajaiban alam yang menjadi warisan Indonesia.

  • Geografi, Alam, dan Masyarakat #


Gunung Raung termasuk dalam deretan Pegunungan Ijen, tepatnya di desa Sumber Wringin Kecamatan Sumber Wringin.

Gunung Raung memiliki pemandangan yang menarik serta hamparan flora dan berbagai jenis satwa.

Wisata ini sangat menarik dan menantang, khususnya wisatawan yang mengemari pendakian gunung. Gunung ini terletak pada ketinggian 3.332 M Dpl bertipe stratovolcano dengan titik kordinat antara 08° LU-07° LS dan 114° BB-021°BT.

Hutan yang terdapat di Raung meliputi kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Gunung ini juga merupakan Gunung kawah terbesar kedua di Indonesia setelah Gungung Tambora yang memiliki diameter sekitar kurang lebih 2 km.

Flora yang ada di Gunung Raung beragam misalnya : pinus, cemara gunung, rotan, honje, pisang hutan, semak-semak, pohon cantigi dan eddleweis.

Fauna yang ada antara lain : macan kumbang, ular, tokek, ayam hutan, monyet, burung, elang, anjing, pacet dan lain-lain.

Penduduk di sekitar lereng gunung Raung mempunyai mata pencaharian sebagai petani, berkebun, pencari burung, pencari kayu di hutan, pedagang dan  lain-lain.

Sebagian besar penduduk desa sukosari sendiri menganut agama Islam.

Sebagian kecil di antaranya beragama lain, seperti Hindu dan Budha dan kristen, tetapi hanya sedikit sekali yang menganut agama itu.

Hubungan toleransi dan keseharian antar umat beragama di sini cukup baik, terbukti dengan keadaan lingkungan yang damai tanpa adanya gonjang-ganjing karena permasalahan agama.

Sebagian besar dari penduduk bekerja di kebun kopi yang ada di lereng gunung raung, bahkan juga mencari rumput untuk pakan ternak, kayu bakar, ada juga pencari burung yang menangkap burung untuk diperjualbelikan.

Namun, hal ini tidak diimbangi dengan pelestarian gunung raung dengan baik.

Terbukti dari tidak pernahnya masyarakat melakukan konservasi atau penyelamatan terhadap apa-apa yang ada di dalam hutan.

Baca: Gunung Galunggung

Baca: Gunung Papandayan

raungggg
Caldera kawah Gunung Raung.

  • Jalur pendakian #


Terdapat dua jalur yang bisa dilewati untuk menuju puncak Gunung Raung, yang pertama adalah jalur Kalibaru dan yang kedua adalah jalur Sumber Waringin.

Pendakian dimulai dari basecamp Kalibaru yang terletak di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kalibaru, Banyuwangi. Ketika tiba di basecamp, persiapkan peralatan dan kebutuhan dengan lengkap.

Terdapat enam pos di jalur Kalibaru ini:

Pos 1 terdapat di tengah perkebunan kopi dan terdapat pondok bambu yang bisa anda singgahi untuk beristirahat, anda bisa mempersingkat waktu dengan menggunakan ojek ketik ke pos ini. Selain itu juga terdapat sungai yang biasa dijadikan persediaan air minum, karena ketika pendakian tak ada lagi sumber air lain selain di sungai ini.

Pos 2 akan anda temui sekitar 4 jam perjalanan, medannya tidak terlalu sulit karena masih ada jalan tanah datar dan sedikit menanjak dengan kawasan hutan lebat.

Biasanya di pos 2 ini banyak pendaki yang lebih memilih untuk mendirikan tenda untuk beristirahat.

Jalur pendakian akan menjadi lebih sulit ketika anda meninggalka pos 2, jalur yang ditempuh pun bermedan tanjakan dan hanya sebuah jalan setapak sempit yang dikelilingi semak berduri di sisi-sisinya, biasanya para pendaki menghabiskan waktu selama 2 jam untuk ke pos 3.

Setelah dari pos 3, jalur pendakian Gunung Raung akan semakin menanjak dan harus terus berjalan hingga pos 4 dan pos 5, meski medan terus menanjak.

Namun ketika menuju pos 6 anda harus lebih fokus dan berhati – hati karena medan mulai dipenuhi hutan rimbun dan terdapat jurang.

Anda bisa beristirahat di pos 6, jika anda sudah beristirahat dengan cukup, dimulailah pendakian, tentu saja anda harus menyiapkan peralatan pendakian.

Disini anda akan menemui beberapa puncak yaitu Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan yang terakhir adalah puncak sejati, diperlukan peralatan and keahlian yang memadai saat melewati rute ini.

Jalur ini merupakan satu -satunya jalur yang melalui Bondowoso dengan basecamp terletak di Desa Sumber Waringin, Wonosari, Bondowoso dan merupakan jalur yang sering dilalui.

Untuk menuju Pondok Motor (Pos 1), anda harus melalui perkebunan milik warga kurang lebih selama 3 jam, namun anda bisa mempersingkat waktu dengan naik ojek.

Setelah itu anda akan melewati medan lainnya seperti kebun kopi, bahkan hutan rimbun dan menuju ke Pondok Sumur (Pos 2), lalu ikuti jalan setapak hingga anda sampai ke Pondok Tonyok (Pos 3) dan Pondok Demit (Pos 4), di pos 4 anda bisa mendirikan tenda dan dilanjutkan ke Pondok Mayit (Pos 5) dan pergi ke Pondok angin (Pos 6) dengan melewati trek yang berat.

  • Letusan #


Letusan Gunung Raung strombolian-jenis letusan, letusan pijar kecil tapi terus-menerus memancarkan.

Gunung Raung juga memiliki sistem terbuka kawah, menyebabkan lava yang dihasilkan akan kembali ke kawah, dan kurang cenderung meluap keluar dari kaldera.

Pada 1586 Catatan paling awal dari letusan Gunung Raung. (3)

Ada 20 catatan gemuruh letusan yang terjadi antara tahun 1593-1903, letusan tahun 1593, 1597, 1638, 1730, sekitar 1804, 1812-1814, sekitar 1815, 1817, 1838, 1849, 1859, 1860, 1864, 1881 1885 1890, 1896, 1897, 1902 dan 1903.

Ada 6 catatan gemuruh letusan yang terjadi antara tahun 1915-1924, letusan tahun 1915, 1916, 1917, 1921, 1924 dan 1924. Foto letusan menggelegar pada tahun 1927 diambil dari Kalibaru dan Glenmore.

Ada 31 catatan gemuruh letusan yang terjadi antara tahun 1928-1999, letusan tahun 1928, 1929, 1933, 1936, 1937, 1938-1939, 1940, 1941, 1943, 1944-1945, 1953, 1955, 1956, 1971, 1973, 1974 1975, 1976, 1977, 1978, 1982, 1985, 1987-1989, 1990, 1991, 1993, 1994, 1995, 1995 (?), 1997, dan 1999.

Letusan 2015

Laporan pada peningkatan aktivitas diberikan pada tanggal 21 Juni 2015.

8 satelit NASA Landsat untuk mendeteksi keberadaan dua lubang magma yang tidak diharapkan menjadi letusan besar.

Bahan pijar mulai menyembur pada tanggal 26 Juni 2015 dan serangkaian letusan telah terjadi sejak 4 Juli 2015.

Karena lubang yang terletak di magma di dalam kawah, semburan material pijar tidak keluar dari kawah. Namun, daerah sekitar Gunung mengaum bottom ash dan merasa tremor.

Rangkaian letusan jelas berlanjut di hari-hari berikutnya yang mulai mengganggu transportasi udara.

Mulai pada tanggal 10 Juli 2015, karena penerbitan pemberitahuan ke penerbang terbang pengatur udara (Kementerian Perhubungan Republik Indonesia), lima bandara ditutup dan tidak melayani penerbangan rutin.

Lima dari bandara adalah Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali; Bandara Internasional Lombok; Bandara Selaparang, Lombok; Bandara Blimbingsari, Banyuwangi; dan layanan Notohadinegoro, Jember.

Pada tanggal 16 Juli, 2015, tiga bandara utama, yaitu Bandara Internasional Jawa Timur Juanda, Sidoarjo; Abdul Rachman Saleh, Malang; serta layanan Trunojoyo, Sumenep juga ditutup.

Pada hari-hari berikutnya, tidak menjaga bandara ditutup untuk sementara dan kemudian dibuka kembali.

Bandara paling terpengaruh adalah Notohadinegoro Bandara (Jember) dan Bandar Udara Blimbingsari (Banyuwangi).

Sampai 5 Agustus 2015, Bandar Udara Blimbingsari adalah satu-satunya bandara yang masih tertutup.

  • Daya Tarik #


Meskipun secara administratif Gunung Raung termasuk dalam tiga wilayah kabupaten, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, tempat ini juga sering dijadikan destinasi wisata yang cukup bersaing dengan Kawah Ijen.

Posisi Indonesia yang berada dalam lingkaran Cincin Api Pasifik, membuat negara kita memiliki banyak gunung berapi yang aktif.

Hal tersebut juga dapat kamu temukan di Gunung Raung, bahkan kaldera yang masih mengeluarkan asap ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. (4)

1. Pesaing Ijen di Banyuwangi

raung pos
Salah satu pos untuk berkemah sebelum melanjutkan ke puncak.

Di Pulau Jawa, Raung termasuk gunung dengan puncak tertinggi kedua setelah Semeru.

Meskipun begitu, gunung dengan ketinggian puncak 3.334 mdpl tersebut masih termasuk dalam kompleks Pegunungan Ijen.

Reputasinya juga cukup tersohor di kalangan wisatawan, terutama lokal.

Memang pemandangannya tak kalah memukau, dari puncaknya lansekap tiga kabupaten tersebut dapat terlihat secara jelas.

2. Memiliki Empat Puncak

Berbeda dengan kebanyakan gunung, Raung memiliki empat puncak yang menjadi tujuan para pendaki gunung.

Empat puncak tersebut adalah Puncak Bendera, Puncak Tusuk Gigi, Puncak 17, dan Puncak Sejati yang berada di paling atas.

Rute tersebut memiliki karakter medan yang berbeda. Dari Puncak 17, terdapat jalur kecil dengan jurang di kanan dan kirinya. Berbeda lagi dengan Puncak Sejati, medan tanjakan yang rawan longsor adalah hal yang paling memacu adrenalin.

3. Memiliki Kaldera Terbesar di Pulau Jawa

raung kawah
Kawah caldera di Gunung Raung.

Selain menyandang predikat sebagai gunung tertinggi kedua, Raung memiliki kaldera unik sekaligus yang terbesar di Pulau Jawa.

Berbentuk elips, kaldera Gunung Raung memiliki kedalaman sekitar 500 meter.

Kawah ini masih aktif mengeluarkan asap dan api, bahkan semburan asapnya berbentuk mengerucut ke atas dengan tinggi sekitar 100 meter.

4. Nama-nama Pos yang Angker

Tak hanya berbicara masalah medan yang cukup ekstrim, bagi para pendaki Gunung Raung memiliki kisah tersendiri di balik keindahannya.

Tempat ini memiliki level horor di atas rata-rata jika dibandingkan dengan gunung lain yang ada di Pulau Jawa. Bahkan keangkerannya sudah tergambar dari penggunaan pos.

Seperti Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit, dan Pondok Angin.

Meskipun setiap gunung memiliki medan yang menantang dan juga kisah-kisah misterius, tetap saja banyak pengunjung yang datang.

Kesulitan seperti itu memang senilai dengan apa yang akan didapatkan setelah mencapai puncak dan melihat panoramanya.

(Tribunnewswiki.com/Haris)



Nama Gunung Raung
Jenis Stratovolcano
Koordinat 08° LU-07° LS dan 114° BB-021°BT
Tinggi 3332 mdpl
Lokasi Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Bondowoso
Kabupaten Jember
Jalur pendakian Kalibaru
Sumber Waringin


Sumber :


1. palapa.fmipa.unej.ac.id
2. gunung.id
3. www.gurupendidikan.co.id
4. travelingyuk.com


Penulis: Haris Chaebar
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - My Blackberry Girlfriend

    My Blackberry Girlfriend adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Teman Tegar Maira:

    Teman Tegar Maira: Whisper form Papua adalah sebuah
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved