Gunung Galunggung

Gunung Galunggung adalah gunung bertipe stratovolcano yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Papandayan memiliki tinggi 2168 mdpl.


Gunung Galunggung
superadvanture.co.id
Gunung Galunggung 

Gunung Galunggung adalah gunung bertipe stratovolcano yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Papandayan memiliki tinggi 2168 mdpl.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gunung Galunggung adalah gunung berapi aktif di Jawa Barat, Indonesia.

Gunung Galunggung memiliki ketinggian 2168 mdpl.

Gunung Papandayan terakhir meletus pada 5 Mei 1982.

Letusan Gunung Galunggung berlangsung selama sembilan bulan.

Gunung Galunggung terletak Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dan berjarak 17 km dari pusat keramaian.

Gunung Galunggung berjenis stratovolcano atau gunung api aktif berbentuk kerucut.

  • Legenda


Ditemukannya Prasasti Geger Hanjuang di Desa Linggamulya, Kecamatan Leuwisari, oleh K.F. Holle pada  1877 sebagai penanda atau bukti bahwa pada zaman dahulu Galunggung merupakan sebuah kerajaan.

Dalam prasasti tersebut terdapat tulisan berbahasa Sunda kuno yang berbunyi “tra ba I guna apuy na sta gomati sakakala ru mata k disusu (k) ku batari hyang pun”.

Jika diterjemahkan, arti dari tulisan tersebut yakni, (Pada tahun) 1033 (saka) (ibu kota) ruma(n) tak diperkuat (pertahanannya) oleh Batari Hyang.

Dua hal yang menjadi penting dalam teks Prasati Geger Hanjuang, yakni Rumantak sebagai ibu kota kerajaan dan Batari Hyang  sebagai penguasa atau pemimpin kerajaan.

Pada awal abad XI M, Kerajaan Sunda di bawah kepemimpinan Sri Jayabupati  adalah kerajaan yang sangat kuat.

Sedangkan Galunggung pada saat itu dikuasai oleh Resi Guru Sudakarmawisesa.

Beliau menikah dengan Dewi Citrawati yang merupakan anak Resi Guru Batara Hyang Purnawijaya keturunan Sri Jayabupati.

Setelah menikah, Sudakarmawisesa memilih untuk melakukan perjalalan spiritual dan mempercayakan tahta kepada Dewi Citrawati dengan gelar Batari Hyang Janapati.

Batari Hyang memimpin Kerajaan Galunggung dengan bijaksana. (1)

Kepemimpinannya mampu membawa Kerajaan Galunggung pada kegemilangan, dan nasihat-nasihatnya tentang kehidupan menjadi rujukan generasi berikutnya, tidak hanya di lingkungan Kerajaan Galunggung, tetapi juga dalam lingkup yang lebih besar.

Asumsi ini didasari oleh keterangan yang bisa dibaca dari naskah Amanat Galunggung yang berbunyi “jaga isos di carék nu kwalyat, ngalalwakon agama nu nyusuk na Galunggung, marapan jaya pran jadyan tahun, heubeul nyéwana, jaga makéyana patikrama, paninggalna sya séda”.

Artinya, tetaplah mengikuti ucap orang tua, melaksanakan ajaran yang membuat parit pertahanan di Galunggung, agar unggul perang, serta tumbuh tanam-tanaman, lama berjaya panjang umur, sungguh-sungguhlah mengikuti patikrama warisan dari para suwargi.

Baca: Gunung Papandayan

Baca: Gunung Semeru

  • Sejarah letusan


Galunggung beberapa kali meletus, seperti pada 1822, 1894, 1918, dan 1982. (2)

Erupsi tahun 1822, tulis Adjat Sudradjat dalam Prahara Gunung Galunggung (2013), menghancurkan lebih dari 114 desa dan menewaskan sekitar 4.0011 orang.

Sempat erupsi lagi tahun 1894 dan meleburkan 50 desa, Galunggung kembali beraksi pada 6 Juli 1918.

Diawali dengan gempa bumi, letusan kali ini menurunkan hujan abu setebal 2-5 mm dan memunculkan kubah lava baru.

Aktivitas Gunung Galunggung terakhir yang berdampak cukup parah terjadi pada 5 April 1982.

Erupsi ini mengakibatkan ribuan hektar lahan pertanian musnah, kerugian diperkirakan mencapai 29,6 miliar rupiah, dan lebih dari 20 ribu warga harus mengungsi.

Letusan Gunung Galunggung 1822.
Letusan Gunung Galunggung 1822. (Intisari)

Selain bersifat vulkanik, gempa bumi di Tasikmalaya dan sekitarnya juga ada yang berupa gempa tektonik.

Misalnya pada 17 Juli 2006, terjadi gempa bumi berkekuatan 6,8 Skala Richter dengan pusat di Samudera Hindia dan menghantam sepanjang pesisir Jawa Barat.

Dar tulisan Nurul Amin dan kawan-kawan yang terangkum dalam Travelnatic Magazine edisi Desember 2014, gempa bumi pada pukul 08.19 WIB itu menyebabkan tsunami setinggi 2 meter dan menghancurkan permukiman warga di sepanjang pesisir selatan Jawa, termasuk Tasikmalaya.

Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2007 mencatat, musibah ini menelan korban jiwa sedikitnya 668 orang, 65 orang hilang (diasumsikan meninggal dunia), dan 9.299 lainnya luka-luka.

Tanggal 12 September 2009, pesisir selatan Jawa Barat kembali diguncang gempa bumi, kali ini berkekuatan 7,3 Skala Richter berpusat di laut sekitar 142 kilometer barat daya Tasikmalaya.

Tsunami kecil dengan tinggi maksimal 100 centimeter sempat terpantau di sejumlah titik.

Gempa ini mengakibatkan puluhan orang tewas dan 1.254 orang luka-luka.

Sebanyak 63.717 unit rumah rusak berat dan 131.275 unit rumah rusak ringan.

Selain itu, ribuan unit bangunan lainnya termasuk sekolah, madrasah, kantor, pondok pesantren, juga mengalami kerusakan.

Baca: Gunung Lawu

Baca: Gunung Merapi

Kawah di Gunung Galunggung.
Kawah di Gunung Galunggung. (Tribunnews)

  • Pendakian dan Demografi


Dapat dicapai dari Tasikmalaya menuju Indihiang atau Singaparna kearah Cipanas kemudian ke Cibukur.

Pencapaian dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermotor (roda 4). (3)

Untuk mencapai puncak/kawah dapat menggunakan tangga permanen yang tersedia.

Bagian barat tubuh gunung api termasuk Kabupaten Garut sedangkan bagian timur termasuk Kabupaten Tasikmalaya.

Wilayah Kabupaten Garut lebih didominasi oleh tutupan lahan berupa hutan dan perkebunan, sedangkan wilayah Kabupaten Tasikmalaya lebih merupakan daerah pemukiman.

Bagian gunung api Galunggung yang termasuk Kabupaten Garut, berada dalam wilayah Kecamatan Singaparna.

Kabupaten Tasikmalaya, terdiri atas Kecamatan Leuwisari yang memiliki 5 (lima) desa dan Kecamatan Indihiang yang memiliki 8 (delapan) desa.

Jumlah penduduk di sekitar Gunung Galunggung sebesar lk 1.5 juta dengan laju pertumbuhan pada 1991 s/d 2001 sebesar 0,76% yang sebagian besar menempati lereng bagian tenggara-selatan dengan mata pencaharian utamanya sebagai petani.

Daerah pertanian atau perkebunan mencangkup luas 54,8% (1991) dengan laju pertumbuhan 0,059%.

Daerah persawahan mencangkup 21% yang terdiri atas sawah teknis (beririgasi permanen) dengan luas tiga (3) kali sawah non-teknis, dan sawah non-teknis.

Laju pertumbuhan pada tahun 1986 s/d 1991; sawah teknis 1,796% dan sawah non-teknis 0,188%.

Daerah hutan terdiri atas hutan produksi dan hutan cadangan yang berfungsi sebagai hutan lindung, mencangkup luas 38,05%.

Luas hutan produksi mencapai lk3.953 Ha dan hutan cadangan lk2800 Ha.

Viewdeck di Gunung Galunggung.
Viewdeck di Gunung Galunggung. (Instagram @irva_herlianty)

  • Wisata


Terdapat beberapa destinasi atau tempat unik di area Gunung Galunggung : (4)

  • Kawah Galunggung

Tempat wisata di kawasan Gunung Galunggung Tasikmalaya yang wajib dikunjungi adalah kawah Galunggung.

Untuk mencapai puncak kawah, pengunjung harus melewati 620 anak tangga.

Meski melelahkan,tetapi sesampainya di puncak kawah Galunggung, kamu akan takjub dengan bentang alam kawah yang luar biasa indahnya.

Di bagian bibir kawah, biasanya sering dijadikan tempat kamping oleh para pendaki.

  • Cipanas Galunggung
Cipanas di kawasan Galunggung.
Cipanas di kawasan Galunggung. (Instagram @zia_arrazzaq)

Tempat wisata di kawasan Gunung Galunggung Tasikmalaya berikutnya ada Pemandian air panas yang dikenal dengan nama Cipanas Galunggung.

Di tempat wisata ini tersedia beberapa kolam renang yang bisa digunakan untuk berendam.

Curug Agung, merupakan salah satu primadona objek wisata di kawasan Gunung Galunggung.

Potensi yang dimilikinya, dioptimalkan dengan dipasangi lampu-lampu LED.

Sehingga, tampilannya, terutama pada malam hari, jadi jauh lebih indah.

Curug dengan tinggi sekitar 80 meter ini juga indah disaksikan pada siang hari.

Untuk menyaksikan keindahan Curug Agung di malam hari, pihak pengelola wisata di kawasan Gunung Agung menyediakan viewdeck.

Selain itu, juga bisa digunakan untuk menikmati lanskap Gunung Galunggung dari sisi yang lebih nyaman.

Bercengkerama dengan teman sambil menikmati pemandangan khas pegunungan, jadi plesir yang menenangkan.

  • Lapangan Sakti Lodaya
lodaya ground
Lapangan Sakti Lodaya.

Selain kawah, pemandian air panas dan curug yang luar biasa, di sekitar kaki Gunung Galunggung, tepatnya di Desa Cisayong, terdapat lapangan bola desa yang memenuhi standar FIFA.

Namanya adalah Lapangan Sakti Lodaya.

Bagi kamu para pecinta bola, bisa berkunjung ke sini untuk merasakan bermain bola di lapangan berstandar internasional.

(Tribunnewswiki.com/Haris)



Nama Gunung Galunggung
Jenis Stratovolcano aktif
Koordinat 70 15' LS dan 108003' BT
Tinggi 2168 mdpl
Lokasi Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Jalur pendakian Indahiang atau Singaparna


Sumber :


1. www.ayobandung.com
2. tirto.id
3. www.vsi.esdm.go.id
4. travel.tribunnews.com


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved