Gunung Papandayan

Gunung Papandayan adalah gunung bertipe stratovolcano yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Papandayan memiliki tinggi 2662 mdpl.


zoom-inlihat foto
gunung-papandayan.jpg
Kompas.com
Gunung Papandayan

Gunung Papandayan adalah gunung bertipe stratovolcano yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Papandayan memiliki tinggi 2662 mdpl.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gunung Papandayan adalah gunung berapi aktif di Jawa Barat, Indonesia.

Gunung Papandayan memiliki ketinggian 2662 mdpl.

Gunung Papandayan terakhir meletus pada 11 November 2002.

Gunung Papandayan terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Gunung Papandayan berjenis stratovolcano atau gunung api aktif berbentuk kerucut.

  • Sejarah dan Legenda


Sejarah atau asal-usul penaman Gunung Papandayan bemula dari sekelempok masyarakat yang mendengar suara gaib pada saat melintasi Gunung Papandayan.

Suara yang didengar oleh sekelompok masyarakat itu terdengar seperti suara besi yang dipukul.

Suara yang sama seperti seorang tukang pandai besi yang sedang membuat suatu perkakas seperti pisau, golok dan lain-lain.

Sebelumnya mereka mengira suara itu suara dari mahluk ghaib, usut punya usut ternyata suara itu berasal dari kawah Gunung Papandayan. (1)

Karena suara yang keluar dari dalam Kawah Gunung Papandayan berbunyi seperti suara di tempat kerja pandai besi maka gunung ini diberi nama Gunung Papandayan.

Papandayan diambil dari bahasa Sunda “Panday” yang artinya orang yang bekerja sebagai pandai besi.

Benar atau tidaknya sejarah ini belum bisa dipastikan karena tidak ada yang menjelaskan secara rinci.

Terlepas dari semua itu, inilah cerita yang berkembang di masyarakat sekitar kaki Gunung Papandayan.

Sejak jaman Kolonial Belanda hingga saat ini, Gunung Papandayan masih menyandang status Gunung Api aktif yang kawahnya menyemburkan asap panas dan membuat lubang semburan baru seiring berjalannya waktu.

Dalam catatan sejarah, Gunung api Papandayan tercatat telah beberapa kali meletus di antaranya pada 12 Augustus 1772, 11 Maret 1923, 15 Agustus 1942, dan 11 November 2002.

Letusan besar yang terjadi pada tahun 1772 menghancurkan sedikitnya 40 desa dan menewaskan sekitar 2957 orang. Daerah yang tertutup longsoran mencapai 10 km dengan lebar 5 km.

Pada 11 Maret 1923 terjadi sedikitnya 7 kali erupsi di Kawah Baru dan didahului dengan gempa yang berpusat di Cisurupan.

Pada 25 Januari 1924, suhu Kawah Mas meningkat dari 364 derajat Celsius menjadi 500 derajat Celcius. Sebuah letusan lumpur dan batu terjadi di Kawah Mas dan Kawah Baru dan menghancurkan hutan.

Sementara letusan material hampir mencapai Cisurupan. Pada 21 Februari 1925, letusan lumpur terjadi di Kawah Nangklak. Pada tahun 1926 sebuah letusan kecil terjadi di Kawah Mas.

Sejak April 2006 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Papandayan ditingkatkan menjadi waspada, setelah terjadi peningkatan aktivitas seismik.

Pada 7-16 April 2008 Terjadi peningkatan suhu di 2 kawah, yakni Kawah Mas (245-262 derajat Celsius), dan Balagadama (91-116 derajat Celsius).

Sementara tingkat pH berkurang dan konsentrasi mineral meningkat.

Pada 28 Oktober 2010, status Papandayan kembali meningkat menjadi level 2.

Hutan Mati

Kawasan bernama Hutan Mati merupakan salah satu bagian eksotis dari Gunung Papandayan.

Sebuah padang yang menyajikan pemandangan pohon-pohon kering dan memberikan pesona keindahan yang eksotis.

Inilah Kawasan Hutan Mati, kawasan yang biasa dilewati para pendaki Gunung Papandayan sebelum sampai ke puncak Tegal Alun.

Merunut pada sejarah, pemandangan pohon-pohon mati di Hutan Mati ini berawal dari letusan Gunung Papandayan yang terjadi ratusan tahun silam.

Letusan maha dahsyat tersebut terjadi pada 11-12 Agustus 1772, tanpa ada peringatan terlebih dahulu, Gunung Papandayan meletus dengan dahsyat dan menyebabkan sekitar empat puluh desa terkubur. (2)

Selain itu, ada sekitar 3000 orang penduduk sekitar gunung yang terkubur ke dalam danau vulkanik. Hewan-hewan peliharaan juga tidak luput terkena imbas letusan gunung ini.

Bahkan seorang penulis dari luar negeri, Lee Davis menggambarkan dahsyatnya letusan Gunung Papandayan ke dalam sebuah buku yang berjudul Natural Disaster.

Kawasan Hutan Mati menyajikan pemandangan pohon-pohon yang kering tanpa daun dan beberapa pohon bahkan sudah terlihat menghitam.

Baca: Gunung Ijen

Baca: Gunung Semeru

Hutan Mati di Gunung Papandayan.
Hutan Mati di Gunung Papandayan. (Tribun)

Meskipun terkesan agak suram dan sedikit berkabut namun dibalik itu, Hutan Mati memiliki daya tarik tersendiri.

Pesona kesuraman pohon-pohon kering berpadu dengan hamparan tanah putih ini menjadi pemandangan yang indah.

Saat berada di kawasan ini, aroma bau belerang begitu terasa indra penciuman kita. Berjalan-jalan di sekitar area kawasan hutan mengundang sensasi tersendiri.

Sebagian pendaki ada yang mengabadikan momen berada di sini dengan berfoto bersama dengan rekan-rekan sesama pendaki.

Hutan Mati di Gunung Papandayan memiliki daya tarik untuk di singgahi saat pendaki berusaha untuk mencapai puncak Gunung Papandayan.

Kesan suram seakan hilang berganti dengan keindahan saat kita menginjakan kaki di area ini.

  • Keanekaragaman Hayati


Potensi flora di dalam kawasan Gunung Papandayan di antaranya Pohon Suagi (Vaccinium valium), Edelweis (Anaphalis javanica), Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanea argentea), Pasang (Quercus platycorpa), Kihujan (Engelhardia spicata), Jamuju (Podocarpus imbricatus), dan Manglid (Magnolia sp).

Sedangkan potensi fauna kawasan di antaranya Babi Hutan (Sus vitatus), Trenggiling (Manis javanicus), Kijang (Muntiacus muntjak), Lutung (Trachypitecus auratus) serta beberapa jenis burung antara lain Walik (Treron griccipilla), dan Kutilang (Pycononotus aurigaste). (3)

Gunung Papandayan mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.

  • Rute pendakian dan Wisata


Untuk mendaki Gunung Papandayan, para pendaki bisa melewati dua jalur yakni Camp David yang merupakan jalur lama pendakian dan melewati kawah sulfur.

Jalur kedua yakni terletak di sisi kanan punggung Gunung Papandayan.

Objek wisata: (4)

  • Kawah
Kawah di Gunung Papandayan.
Kawah di Gunung Papandayan. (Kompas.com)

Salah satu objek di area taman wisata alam Gunung Papandayan adalah sisa letusan gunung berapi yang hingga saat ini masih tetap aktif yakni kawah.

Kawah ini terakhir kali terjadi letusan pada tahun 2002 dimana sebelum terjadi letusan terdapat nama-nama kawah diantaranya ada kawah yang bernama kawah si balagadama karena kawah ini adalah yang terbesar saat itu juga ada kawah emas karena kawahnya berwarna kuning emas dari warna belerang dan ada banyak nama-nama kawah lainya yang menarik.

Namun, kini kawah tersebut sudah tidak ada akibat letusan terakhir tahun 2002, sekarang kawah gunung papandayan sudah menjadi satu dan sangat besar dan terdapat danau sisa letusan di pusat kawah berapi.

  • Hutan Mati

Hutan Mati merupakan salah satu destinasi yang diminati wisatawan di Gunung Papandayan.

Hutan mati memiliki pemandangan yang sangat eksotik yang menawarkan sebuah panorama memanjakan setiap wisatawan yang datang ke tempat ini, karena tempat ini seakan tempat yang mati dan gersang seperti taka da kehidupan.

  • Padang Bunga Edelweiss
Padang bunga Edelweiss di Gunung Papandayan.
Padang bunga Edelweiss di Gunung Papandayan. (Kompas.com)

Di taman wisata alam Papandayan terdapat tumbuhan endemik yang sangat menarik yaitu Bunga Edelwiss atau yang terkenal dengan keabadiannya. Namun yang berbeda disini yaitu terdapat sebuah padang bunga yang semuanya terhampar luas berisi bunga Edelweiss.

(Tribunnewswiki.com/Haris)



Nama Gunung Papandayan
Jenis Stratovolcano aktif
Koordinat 7 18' 24
Tinggi 2662 mdpl
Lokasi Kabupaten Garut, Jawa Barat
Jalur pendakian Camp David
Sisi punggung kanan gunung








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved