Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gempa Bumi Damghan atau Qumis adalah peristiwa gempa bumi yang terjadi di Iran pada 22 Desember 856.
Magnitude Gempa Bumi Damghan diperkirakan 7,9 dan memiliki intensitas maksimum X pada skala intensitas Mercali.
Episentrum Gempa Bumi Damghan diperkirakan berada di dekat Kota Damghan, Provinsi Qumis.
Diperkirakan 200.000 orang tewas akibat Gempa Bumi Damghan.
Gempa Bumi Damghan disebut sebagai gempa bumi paling mematikan keenam yang pernah tercatat dalam sejarah.[1]
Baca: Hari dalam Sejarah: 18 Desember 1856 – Kelahiran J.J. Thomson, Fisikawan Inggris Penemu Elektron
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 17 Desember 1905 – Kelahiran Simo Hayha, Sniper Paling Mematikan di Dunia
Latar belakang #
Iran selalu menjadi langganan gempa bumi karena posisinya berada di sepanjang garis patahan dan antara dua lempeng tekonik besar yang selalu bertabrakan.
Pada awalnya hampir tidak ada berita atau catatatan mengenai gempa bumi di Damghan.
Namun, tidak sampai periode Islam datang, sudah ada catatan mengenai peristiwa gempa bumi di wilayah ini.
Dalam berbagai gempa bumi besar yang tercatat antara tahun 622 dan 922, gempa di Damghan adalah yang paling kuat.
Satu di antara gempa besar terjadi pada 662, menewaskan 40.000 orang.[2]
Pada waktu itu penjelasan mengenai gempa bumi masih didasarkan pada pemikiran Aristoteles.
Lempeng Eurasia dan Arab semakin mendekat, dengan tingkat rata-rata sekitar satu setengah inci per tahun.
Iran berada di pertengahan aktivitas tektonik ini dan memiliki garis patahan yang banyak.
Pada zaman dahulu, mayoritas rumah di Damghan dibangun menggunakan dinding lumpur sederhana,
Konstruksi seperti ini mudah runtuh ketika gempa bumi terjadi.
Beberapa orang menduga bahwa penduduk membuat rumah sederhana yang murah karena mereka tahu bahwa kelak akan ada gempa lagi dan menghancurkan apa pun yang mereka buat.[3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 16 Desember 1773 – Pesta Teh Boston, Protes Terhadap UU Teh di Amerika
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 14 Desember 1287 – Banjir St. Lucia Menerjang Belanda, Tewaskan 50.000 Orang
Gempa dan kerusakan #
Gempa bumi Dhamgan terjadi pada 22 Desember 856.
Area yang terkena dampak paling besar meluas sepanjang Alborz, sekitar 350 km, termasuk kota Ahevanu, Astan, Tash, Bastam, dan Sharud.
Hampir semua desa di area ini berdampak sangat parah.
Hecatompylos, bekas ibu kota Imperium Persia, hancur karen gempa ini.
Gempa Dhamgan juga merusak persediaan air di area Qumis, sebagian karena mengeringnya mata air dan qanat, dan juga longsor dan mengganggu aliran.
Sebanyak 200.000 orang dilaporkan tewas, 45,096 di antaranya adalah penduduk Damghan.[4]
Seperti gempa bumi pada biasanya, mayoritas korban tewas disebebkan oleh runtuhnya rumah.[5]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah:12 Desember 1911 – Ibu Kota India (British Raj) Pindah dari Calcutta ke Delhi
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 11 Desember 1241 – Ogodei Khan Meninggal, Mengirim Balik Mongol ke Stepa Asia
Kelanjutan #
Ingatan mengenai gempa besar 856 membekas kuat hingga diceritakan sampai dua generasi setelahnya.
Mayoritas orang-orang pada 856 menganggap gempa bumi Damghan berhubungan dengan kekuatan supranatural.[6]
Karena Qumis rusak parah, maka tempat ini ditinggalkan.
Dampak dari gempa bumi masih bisa dilihat di area antara Bastam dan Damghan bertahun-tahun kemudian.
Dari hasil penyelidikan di patahan Astaneh, periode pengulangan diperkirakan terjadi setiap 3.700 tahun, dan tidak ada laporan gempa bumi di Damghan setelah 856.[7]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 11 Desember 1946 : UNICEF Didirikan
(Tribunnewswiki.com/Febri)
| Peristiwa | Gempa Bumi Damghan |
|---|
| Pada | 22 Desember 856 |
|---|
| Di | Iran |
|---|
Sumber :
1. wikivisually.com
2. books.google.co.id
3. devastatingdisasters.com