Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Banjir St. Lucia adalah sebuah banjir yang terjadi ketika badai pasang menerjang Belanda dan Jerman Utara pada 14 Desember 1287.
Banjir St. Lucia terjadi setelah sebuah dinding tanggul runtuh, menewaskan antara 50.000 sampai 80.000 orang.
Dinamakan Banjir St. Lucia karena peristiwa ini terjadi sehari setelah Hari St. Lucia (13 Desember)
Belanda bagian utara, khususnya Friesland, adalah wilayah yang paling terkena dampak Banjir St. Lucia.
Karena banjir St. Lucia, permukiman di Pulau Griend hampir rusak rusak seluruhnya, hanya ada sepuluh rumah yang masih berdiri.
Nama “Zuiderzee” (sekarang Ijsselmeer) mulai digunakan Banjir St Lucia terjadi.
Banjir St. Lucia disebut sebagai banjir terbesar keenam yang tercatat dalam sejarah.[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah-13 Desember 1758: Kapal Duke William Tenggelam, Tewaskan Lebih dari 360 Orang
Baca: Hari Ini dalam Sejarah:12 Desember 1911 – Ibu Kota India (British Raj) Pindah dari Calcutta ke Delhi
Latar belakang #
Seperempat wilayah Netherlands (secara harfiah tanah-tanah rendah) atau Belanda lebih rendah dari permukaan laut.
Tanpa intervensi manusia, mayoritas wilayah ini tidak dapat dihuni.
Belanda punya sejarah banjir yang panjang dan terus membentuk ulang geografi wilayahnya.
Selama lebih dari seribu tahun, para penduduk di tanah rendah ini berusaha menjaga agar wilayah ini tidak tenggelam dengan cara membangun kanal-kanal untuk mengalirkan air. [2]
Sebelum Banjir St. Lucia terjadi, ada sebuah danau air tawar di barat laut Belanda bernama Almere yang sekarang menempati wilayah Ijsselmeer (Zuiderzee).[3]
Pada Abad Pertengahan, air laut mulai naik dan menggerus pesisir.
Sebuah banjir besar terjadi di Belanda pada 1170 dan sebuah kanal laut menghubungkan Laut Utara ke danau air tawar tersebut, mengubahnya menjadi laut air asin yang disebut Zuiderzee.[4]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 11 Desember 1241 – Ogodei Khan Meninggal, Mengirim Balik Mongol ke Stepa Asia
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 11 Desember 1946 : UNICEF Didirikan
Kemunculan Banjir St. Lucia #
Sehari setelah Hari St. Lucia atau 14 Desember 1287, Belanda dan Jerman Utara terkena badai pasang.
Sebuah tanggul air runtuh kemudian menyebabkan banjir.
Belanda Utara dan Friesland terkena dampak paling parah.
Permukiman di Pulau Griend hampir rusak seluruhnya, hanya ada 10 rumah yang masih berdiri.
Satu-satunya wilayah di Belanda barat laut yang lolos dari bencana ini adalah Friesland Barat karena dilindungi tanggul melingkar.
Setelah banjir ini terjadi, Frisia Barat dianeksasi oleh Holland.
Banjir St. Lucia juga mengakhiri perang Frisia-Holland yang berlangsung sekitar 200 tahun.
Bencana ini diperkirakan menewaskan 50.000 orang.
Banyak desa-desa yang menghilang selamanya, misalnya di Frisia-Timur ada 30 desa yang menghilang di Laut Utara.
Karena peristiwa ini banyak penduduk yang memutuskan pindah ke Geest yang lebih aman.[5]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 10 Desember 1768 - Edisi Pertama Encyclopaedia Britannica Terbit
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 9 Desember 1965 – Insiden UFO Kecksburg, Bola Api Terlihat di Langit Amerika
(Tribunnewswiki.com/Febri)
| Peristiwa | Banjir St. Lucia |
|---|
| Pada | 14 Desember 1287 |
|---|
Sumber :
1. historybytez.com
2. www.britannica.com
3. wikivisually.com
4. wikivisually.com
5. wikivisually.com