Susi Pudjiastuti Singgung Ekspor Benih Lobster, Fahri Hamzah Puji dan Dukung Eks Menteri KKP

Fahri Hamzah puji tulisan Susi Pudjiastuti soal kebijakan ekspor benih lobster


zoom-inlihat foto
menteri-susi-illegal-fishing1.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
enteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan pers terkait Reklamasi Teluk Jakarta di Rumah Dinas Menteri KKP, Jakarta, Jumat (15/4/2016). Dalam keterangannya, Susi Pudjiastuti menginginkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta terlebih dahulu sampai memenuhi aturan perundangan yang telah disyaratkan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Baru-baru ini, Susi Pudjiastuti merespon pernyataan Edhy Prabowo, yang menyebut ekspor benih lobster sama dnegan komoditas tambang nikel.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, merespon hal tersebut melalui cuitan di akun twitter pribadinya, @susipudjiastuti, Selasa (17/12/2019).

Diberitakan Tribunnews.com, Susi Pudjiastuti menyebutkan perbedaan antara kebijakan benih lobster dan nikel.

"Nikel adalah SDA yg tidak renewable/ yg bisa habis. Lobster adalah SDA yg renewable, yg bisa terus ada & banyak kalau kita jaga!!!!!" tulis Susi dalam cuitannya.

Menurutnya, lobster tidak bisa disamakan dengan nikel.

Pasalnya, nikel termasuk sumber daya alam yang bisa habis jika dieksplorasi terus menerus.

Berbeda dengan nikel, lobster merupakan makhluk hidup yang bernyawa dan berkembang biak.

Apabila dijaga dengan baik, lobster akan tetap terjaga kelestariannya.

Dalam cuitannya, Susi juga menyoroti soal kelebihan lobster yang lain, yakni bisa ditangkap dengan mudah dengan pancing atau bubu dari nelayan kecil di pesisir.

Untuk itu, pengambilan lobster tidak perlu menggunakan kapal besar atau alat modern yang lain.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved