Muhammadiyah dan Ma'ruf Amin Bantah Ada Suap dari Pemerintah China ke Ormas Islam terkait Uighur

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak PBB untuk mengeluarkan resolusi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masyarakat Uighur, di Xianjian, China


zoom-inlihat foto
muhammadiyah-dan-maruf-amin-123.jpg
Kolase foto (Tribunnews.com dan Kompas.com)
Muhammadiyah dan Wapres Ma'ruf Amin buka suara terkait tuduhan adanya fasilitas dan lobi-lobi Pemerintah China terhadap organisasi Islam di Indonesia


Wapres menambahkan bahwa pemerintah Indonesia tetap konsisten menyuarakan perlindungan hal azasi manusia kelompok Muslim Uighur di China.

Wakil Presiden Maruf Amin didampingi Menteri PPN Suaharso dalam acara tema sanitasi di Jakarta, Senin (2/12/2019)
Wakil Presiden Maruf Amin didampingi Menteri PPN Suaharso dalam acara tema sanitasi di Jakarta, Senin (2/12/2019) ((KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI))

Ma'ruf Amin meminta pemerintah China terbuka dalam menangani masalah Muslim Uighur.

"Pemerintah memang konsisten kalau soal perlindungan hak azasi manusia. Kami akan mendukung upaya perlindungan dan juga mengajak semua negara, termasuk China, untuk melindungi hak azasi manusia. Jadi saya kira arahnya ke sana," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf menyebut bahwa Pemerintah China telah menjelaskan bahwa kamp yang mereka dirikan untuk kelompok Muslim Uighur bukan untuk indoktrinasi.

Menurut Ma'ruf, penjelasan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara lebih terbuka.

"Kami berharap semua pihak supaya terbukalah. Lebih terbuka, termasuk China, termasuk Myanmar. Kami minta lebih terbuka, China lebih terbuka," lanjut dia.

Ia juga meminta China menjamin perlindungan hak azasi manusia Muslim Uighur yang berada di kamp tersebut.

"China telah memberikan alasannya bahwa kamp itu bukan untuk indoktrinasi, tapi semacam pelatihan. Itu kata dia. Kami minta lebih terbukalah, tetapi prinsip perlindungan HAM itu kita akan tetap mendukung. Saya kira itu," pungkas Ma'ruf Amin.

Baca: Unggahan Mesut Özil tentang Uighur Dikecam, Mengapa Negara Muslim Diam terhadap Pemerintah China?

 

--

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved