4. Sepintas fakta tentang jejak terror bom Umar Patek
Umar Patek menikah dengan Ruqayyah binti Husein Luceno di kamp Mujahidin Mindanao, Filipina 20 tahun yang lalu.
Ketika dilakukan penangkapan terhadap Umar Patek tahun 2011, sang istri selalu mendampingi hingga saat ini di Lapas Porong Sidoarjo.
Satu tahun kemudian Umar Patek akhirnya divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dalam kasus tindak pidana terorisme pengeboman di Bali tahun 2000.
Umar Patek ditangkap di Kota Abbotabad, Pakistan, akhir Januari 2011.
Umar Patek tidak hanya melakukan aksi terror bom di Indonesia saja, melainkan juga terlibat rangkaian terror bersama kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
Bom Bali I tanggal 12 Oktober 2002, 3 bom meledak di 3 lokasi berbeda.
3 ledakan bom tersebut berada di Kawasan Konsulat Amerika Serikat di Denpasar Bali dengan bom berjenis TNT, Paddy’s Irish Club Legian Bali dengan bom berjenis TNT, dan Sari Club dengan bom mobil Mitsubhisi L300 dengan bom berisi Amonium Nitrat.
Masing-masing ledakan terjadi pukul 23.05 dan 23.06 WITA.
Baca: Pimpinan ISIS Tewas, Pengamat Ingatkan Ancaman Terorisme di Indonesia Bakal Lebih Serius
Baca: Baku Tembak Densus 88 dengan Teroris, 2 Terduga Teroris Tewas, Diduga Terkait Bom Bunuh Diri Medan
5. Umar Patek bercerita mengenai Ruqayyah sang istri tercinta
Sebelum menikah denan Ruqayyah binti Husein, Umar Patek berada di Afganistan, Pakistan, dan terakhir di Filipina.
Sementara itu Ruqayyah binti Husein di Filipina, tengah menempuh pendidikan agama.
Umar Patek selama tinggal di kamp Mujahidin di Mindanao Filipina, dirinya tergabung dengan anggota Jemaah Islamiyah.
Tahun 1998 Umar Patek meminang Gina Gutierez Luceno (Ruqayyah binti Luceno) setelah mendapat restu dari orangtua Gina.
Awalnya keluarga Gina menganut agama Nasrani, namun hanya Gina yang menganut agama Islam.
Hingga tahun 2009, Umar Patek memutuskan berangkat ke Indonesia.
Umar Patek selama di Indonesia menjadi perencana aksi terror pengeboman di beberapa kota besar.
Umar juga mantan buronan beberapa negara, terkait dengan aksi terorisme,
Umar Patek cukup popular di kalangan kelompok radikal, maupun kalangan penegak hukum di seluruh dunia.
Baca: Hari ini Dalam Sejarah: 12 Oktober 2002, Peristiwa Bom Bali I Tewaskan 202 Korban Jiwa
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 1 Oktober 2005, Tragedi Bom Bali II Tewaskan 23 Orang
Diketahui Umar Patek merupakan asisten koordinator lapangan, aksi peledakan Bom Bali I tahun 2002 lalu.
Selain coordinator laoangan Bom Bali I, Umar juga berperan dalam pelatihan perang di Mindanao Filipina.
Keahlian strategi perang membuat Umar, disebut menjadi posisi komandan lapangan.
Teroris Noordin M Top diketahui sebagai salah satu murid, Umar Patek.
(*)
(TribunnewsWiki.com/Ibnu Rustamaji)