Warung hanya Buka di Malam Hari
Warung yang kini dipasangi garis polisi tersebut diketahui hanya muka pada malam hari.
Hal ini diungkapkan oleh Sani (25), penjaga warung yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Memang warung yang dijaga Mbak Rini bukanya malam hari," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (7/11/2019) sore.
Lokasi penemuan mayat wanita tanpa busana pada Rabu (6/11/2019) lalu itu merupakan sebuah warung yang terbuat dari kayu dengan lapis cat warna putih.
Selain ada ruang untuk menyajikan dagangan, ada sebuah kamar juga di warung kecil tersebut.
Baca: Berkat Orang Ini, Manusia Selamat dari Kiamat yang Bisa Hancurkan Dunia, Terkuak 50 Tahun Kemudian
Baca: Gadis 10 Tahun Ini Sering Ngeluh Sakit Perut, Setelah Diperiksa Dokter Ternyata Sudah Hamil 8 Bulan
Sering Digunakan untuk Praktik Prostitusi
Walaupun kecil, warung tersebut diketahui sering kali dikunjungi oleh banyak pelanggan bermobil.
"Ya kalau aktivitas di dalamnya saya kurang tahu, yang jelas setiap buka banyak mobil pribadi mampir," kata Sani.
Sani juga menambahkan, pencahayaan di warung memang terlihat kurang terang.
"Jadi terkesan remang remang kalau warungnya buka, entah disengaja lampu dibuat seperti itu atau tidak saya kurang paham," jelasnya.
Secara terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Pemalang, Wahyu Sukarno, saat dihubungi Tribun Jateng melalui sambungan telepon, menjelaskan bahwa di lokasi penemuan jenazah tersebut sering digunakan untuk praktik prostitusi.
Satpoll PP Kabupaten Pemalang sudah beberapa kali melakukan penertiban, namun hal-hal seperti itu masih sering kali terjadi.
"Bahkan Satpol PP Kabupaten Pemalang beberapa kali melakukan penertiban, namun mereka tetap membuka praktik seperti itu. Tidak hanya satu warung bahkan ada beberapa," ungkap Wahyu.