TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berkat orang inilah manusia selamat dari 'kiamat besar' yang bisa menghancurkan dunia, baru terkuak setelah 50 tahun kemudian.
Karena orang ini umat manusia selamat dari kiamat yang bisa membinasakan dunia, namun baru terungkap setelah 50 tahun kemudian.
Kiamat besar yang bisa menghancurkan dunia ternyata hampir saja terjadi.
Namun berkat seorang ini, kehancuran dunia tersebut tak pernah terjadi.
Kehancuran tersebut adalh karena ledakan besar dari nuklir yang bisa menghancurkna seluruh umat manusia.
Siapakah sosok yang menyelamatkan dunia tersebut?
Baca: Gadis 10 Tahun Ini Sering Ngeluh Sakit Perut, Setelah Diperiksa Dokter Ternyata Sudah Hamil 8 Bulan
Baca: Pria Ini Tak Percaya Bisa Hamil, Setelah USG Ternyata Ada Bayi Lelaki di Perutnya, Kini Sudah Lahir
Ia adalah Vasili Arkhipov.
Meski namanya tak setenar dengan nama-nama tokoh dunia, namun ternyata ia memiliki jasa besar bagi umat manusia.
Karena manusia akhirnya bisa selamat dari hari paling berbahaya dalams sejarah yakni kehancuran dunia yang memusnahkan umat manusia.
Hari tersebut adalah hampir meledaknya perang nuklir yang bisa menghancurkan dunia pada 27 Oktober 1962.
Namun berkat Vasili Arkhipov, seorang perwira kapal selam Rusia akhirnya ledakan perang nuklir tersebut gagal.
Dilansir oleh Daily Mirror, kisah kepahlawanan Vasili Arkhipov yang menyelamatkan umat manusia baru terungkap setelah 50 tahun kemudian.
Konon pada waktu itu hanya beberapa detik sebelum bencana mematikan nyaris terjadi yakni peledakan nuklir.
Menurut Thomas Blanton direktur Arsip Keamananan Nasional di Universitas George Washington, tahun 2002 menyebutkan, "seorang pria bernama Vasili Arkhipov menyelamatkan dunia."
Baca: Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Bekerja Sebagai Pengemudi Ojol hingga Jualan Bakso
Tahun 2007, setelah 19 tahun kematian Arkhipov, banyak pihak merasa berhutang budi atas tindakan heroiknya.
Tindakan heroik tersebut adalah upayanya menyelamatkan umat manusia dari ledakan nuklir.
Kisahnya berawal ketika dunia dalam cengkeraman krisis misil Kuba ketika perwira Arkhipov berada di kapal selam B-59 Soviet di Karibia dengan intruksi menuju Kuba.
Namun, dalam beberapa hari terakhir ketegangan meningkat dengan pesawat mta-mata AS ditembak di atas Kuba sementara lainnnya tersesat dan menyimpang ke udara Soviet.
Tanggal 27 Oktober 1962, kapal selam Soviet ditemukan pasukan AS, mereka mulai menjatuhkan serangan kepada B-59, yang dimaksudkan sebagai tembakan peringatan.
Mereka dipaksa naik ke permukaan, tetapi mereka tidak mengtahui bahwa B-59 memiliki torpedo nuklir taktis dengan kekuatan bom seperti yang dijatuhkan di Hiroshima.