TRIBUNNEWSWIKI.COM – Penyanyi campursari, Didi Kempot yang dijuluki the Godfather of Broken Heart dinilai bisa kalahkan Gibran Rakabuming dalam Pemilihan Waki Kota Solo 2020.
Dikutip dari Kompas.com, Didi kempot sambil tertawa langsung memberikan tanggapan bahwa dirinya dirinya tidak berniat untuk mencalonkan diri di Pilwalkot Solo.
"Hahaha.. kalau saya enggak mungkin. Saya enggak tahu persis jalan menuju ke situ. Jadi saya enggaklah (mengikuti pilkada)," kata Didi Kempot seperti dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, Sabtu (2/11/2019).
Lebih lanjut, penyanyi yang juga dijuluki sebagai Lord Didi ini mengungkapkan jika dirinya lebih memilih untuk tetap berkecimpung sebagai seniman dan menghibur para penggemarnya, Sobat Ambyar.
"Ya saya maturnuwun saja. Saya mending didukung ajalah karya saya. Bisa bergoyang dengan Sobat Ambyar ajalah," ucap Didi Kempot.
Baca: Didi Kempot Gelar Konser ‘Konangan Concert’ di Jakarta, akan Hibur 2500 Sobat Ambyar Malam Ini
Baca: Sosok Yan Vellia, Istri Didi Kempot yang Jarang Tersorot Media, Sama-sama Berkarier di Dunia Musik
"Tentu saja yang berani maju itu kan pasti semuanya pantas di situ. Kalau saya kan tidak, saya sebagai seniman aja di atas panggung," lanjutnya.
Selain itu, Didi Kempot juga berharap bahwa siapapun yang terpilih sebagai Wali Kota Solo kelak bisa meneruskan program-program Jokowi semasa menjabat Wali Kota Solo dulu.
"Ya siapa pun jadi wali kota di Solo harus bisa meneruskan program-program yang telah ditanamkan di Solo dari dulu zaman Pak Jokowi jadi wali kota," ujar Didi.
Dikutip dari Kompas.com, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio sebelumnya menyebut sempat membandingkan Gibran Rakabuming dengan Didi Kempot ketika Hendri berbicara tentang peluang Gibran di Pilwalkot Solo 2020.
Hendri menuturkan, sebagai warga negara, Gibran berhak mengajukan diri sebagai Bakal Calon Wali Kota Solo.
Terlebih posisinya sebagai anak Presiden membuat Gibran mendapatkan nilai lebih (spesial) di masyarakat.
"Kemudian pertanyaannya, apakah dia (Gibran) bisa menang? bisa. Sebaliknya, apakah dia bisa kalah? Tentu bisa, " ujar Hendri di Gedung Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019).
Baca: Gibran Tunduk Putusan PDI-P, Putra Sulung Jokowi Nyatakan Siap Dipasangkan dengan Achmad Purnomo
Baca: Gibran Disebut-sebut Langsung Temui Megawati, Putra Sulung Jokowi: Saya Tidak Lompat
Lebih lanjut Hendri mengatakan kekalahan tersebut bisa terjadi jika Gibran melawan sosok populer di Solo atau sosok yang lebih populer daripada dirinya.
Hendri lantas mencontohkan musisi Didi Kempot, yang juga berasal dari Solo dan sangat populer di kalangan masyarakat.
"Karena itu, jika ditanya apakah bisa kalah? Ya bisa. Oleh siapa? Tokoh yang populer, siapa itu? Didi Kempot misalnya," ungkap Hendri seperti dikutip dari Kompas.com.
Menurut Hendri, kondisi seperti ini bisa terjadi lantaran sikap antitesis masyarakat yang kecewa dengan kecenderungan politik dinasti keluarga Jokowi.
Baca: Gibran Rakabuming Ingin Maju Pilkada Solo 2020 lewat PDI-P, tapi Ditolak Partai, Ini Keputusan PDI-P
Baca: Gibran Rakabuming Raka
Sebab, meski baru berniat mengajukan diri sebagai Bakal Calon Wali Kota Solo, Hendri menilai langkah Gibran sudah bisa menimbulkan sentimen politik dinasti.
"Bisa jadi kekecewaan orang Solo terhadap adanya politik dinasti ini lalu diarahkannya ke tokoh lain, misalnya nanti Didi Kempot. Orang kan berpikir, 'Ketimbang saya malas (memilih), ya sudah saya pilih Didi Kempot saja sekalian', kan bisa jadi begitu," ujar Hendri.
Sebelumnya diberitakan, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka memastikan diri untuk maju di Pilkada Solo 2020.
Gibran juga memamstikan jika dirinya tidak akan maju melalui jalur independen, melainkan dirinya akan maju melalui PDIP.