Selain itu, Ngabalin juga sempat menjadi juru kampanye Jusuf Kalla-Wiranto di pilpres 2009.
Pilihan tersebut tidak sesuai dengan arah politik PBB.
Pada masa itu, PBB menjadi pendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
Dalam Pemilihan Presiden 2014 lalu, Ngabalin menjadi Direktur Politik dan juru debat Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.
Baca: Sempat Sebut Sri Mulyani Menteri Pencetak Utang, Kini Prabowo Sebut Harus Baik-Baik sama Menkeu
Saat jagoannya dinyatakan kalah versi pemungutan suara, Ngabalin melontarkan pernyataan kontroversial.
"Perjuangan yang kami lakukan tidak terhenti sampai di sini dan kami mendesak Allah SWT berpihak kepada kebenaran, berpihak kepada Prabowo-Hatta.” ucap Ngabalin.
Ngabalin mengaku gemas, kapan Tuhan akan turunkan bala tentara-Nya menolong Prabowo.
Pernyataan Ngabalin saat halalbihalal itu terekam dalam video yang dilansir dari Kompas.com.
Baca: 5 Fakta Haris Azhar, Aktivis HAM yang Kritik Menkumham Yasonna Laoly di Acara ILC
Baca: Bek Timnas U-16 Indonesia Alfin Lestaluhu Meninggal karena Enchephalitis, Ini Keterangan Dokter
Ngabalin mengungkapkan hal tersebut di Rumah Polonia, Minggu, 3 Agustus 2014.
Pada Indonesia Lawyers Club edisi Selasa (22/10/2019) hadir berbagai tokoh dengan latar belakang beragam.
Undangan dari kalangan partai, turut hadir Kapitra Ampera, politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.
Adapun perwakilan partai Hanura, hadir Inas Nasrullah Zubair.
Baca: Ali Mochtar Ngabalin
Fadli Zon dan Akbar Faizal juga ikut meramaikan diskusi, membahas Kabinet Jokowi Indonesia Maju.
Masing-masing sebagai wakil ketua umum Gerindra dan politisi partai Nasional Demokrat (Nasdem).
Beberapa pakar dan pengamat juga hadir di sana.
Agus Pambagio selaku pengamat kebijakan publik, profesor Effendi Ghazali mewakili pakar komunikasi politik, serta Hendri Satrio sebagai pengamat khusus politik.
Baca: Ayah Dylan Carr Kabarkan Kondisi Terkini Putranya, Sebut Ia Alami Pembengkakan Otak dan Dibuat Koma
Perwakilan kemeterian diwakili Menteri Politik Hukum dan HAM, Mahfud MD, juga Fuad Bawazier, mantan Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan VII.
Tak ketinggalan, kalangan pers ikut mewarnai diskusi dengan datangnya seorang wartawan senior, Bambang Harimurti.
(TribunnewsWiki.com/Nabila Ikrima)