TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ali Mochtar Ngabalin mengatakan Jokowi telah memberikan tempat bagi rakyatnya, dari Sabang sampai Merauke meskipun memiliki ras, kultur, dan agama yang berbeda-beda.
Hal itu disampaikan Ali Mochtar Ngabalin pada diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (29/10/2019).
Ali Mochtar Ngabalin menyinggung penelitian International Humanist Award oleh Walk Street Journal.
Penelitian itu menyebutkan satu-satunya pemimpin dunia yang memperhatikan apa yang disebut multikultularisme adalah Presiden Joko Widodo.
Baca: Babe Haikal Hassan Protes Karni Ilyas: ILC Terus Putar Video Wajah Ninoy Karundeng yang Babak Belur
Baca: Jenderal Purn Fachrul Razi Beberkan Alasan Jokowi Memilihnya Jadi Menteri Agama: Isu Ustadz Radikal
“Itu fakta,” tegas Ngabalin, menanggapi pernyataan Haikal Hassan pada diskusi tersebut.
Haikal Hassan sebelumnya sempat membahas isu radikalisme dan permasalahan ekonomi serta separatisme negara.
Ali Mochtar Ngabalin menerangkan, di Indonesia, umat Islam merupakan mayoritas.
Indonesia memiliki seorang presiden dan menteri muslim, tetapi tetap memperhatikan (keanekaragaman, red) budaya.
Ali Mochtar Ngabalin merupakan mantan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presidenan.
Ali Mochtar Ngabalin menjelaskan bahwa pihaknya berkali-kali mengatakan Jokowi selalu memperhatikan hubungan antaragama.
Ali Mochtar Ngabalin mencontohkan hubungan antara orang Islam, Katolik, Protestan, Hindhu, Budha, dan Kong Hu Cu.
Ali Mochtar Ngabalin kembali menegaskan Indonesia adalah satu-satunya negara dengan beragam agama yang bisa hidup diakui negara.
“Suku apapun yang hidup di sini adalah bagian dan tempat terbaik,” tuturnya.
Baca: Sempat Sebut Sri Mulyani Menteri Pencetak Utang, Kini Prabowo Sebut Harus Baik-Baik sama Menkeu
Baca: Ayah Dylan Carr Kabarkan Kondisi Terkini Putranya, Sebut Ia Alami Pembengkakan Otak dan Dibuat Koma
Indonesia merupakan bagian patahan surga yang sengaja tuhan jatuhkan di Asia.
Ngabalin menuturkan Indonesia butuh Pancasila karena adanya kehidupan orang beragama dan budaya.
Dilansir dari Kompas.com, Ali Mochtar Ngabalin sempat jadi tim sukses Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada Pemilihan Presiden 2014.
Baca: Areng Widodo
Baca: Tentang Video Syur Mirip Nagita, Raffi Ahmad Beri Ancaman pada Haters: Hati-hati Ya Kalian!
Politikus kelahiran Fakfak, Papua Barat, ini mengawali karier politik sebagai kader Partai Bulan Bintang (PBB).
Namun, pada 2010, Ali Mochtar Ngabalin keluar dari PBB dan menjadi kader Partai Golkar.
Ngabalin sebelumnya sempat mengikuti Muktamar PBB, untuk menjadi ketua umum, namun kalah dari MS Kaban.
Ngabalin mengawali kariernya di partai berlogo beringin sebagai Wakil Sekertaris Jenderal.
Baca: Areng Widodo, Musisi Senior Indonesia Pencipta Lagu Syair Kehidupan dan Jarum Neraka Meninggal Dunia
Baca: Meninggal Akibat Infeksi Otak, Inilah Perjalanan Karier Alfin Lestaluhu Bersama Timnas U-16