Menurut Fadjroel, Presiden mengharapkan para wakil menteri bisa membantu meningkatkan dan mempercepat kinerja di masing-masing kementerian.
Ia membantah penambahan jumlah wakil menteri ini untuk bagi-bagi kursi.
Hal serupa juga disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Menurut Moeldoko, wamen dalam jumlah cukup besar memang dibutuhkan untuk mempercepat langkah tiap kementerian dalam mencapai target yang sudah ditetapkan.
"Kenapa kok banyak, namannya saja sudah Kabinet Indonesia Maju. Kalau orang mau maju kan high speed kan, jadi perintah Presiden harus kerja keras, kerja cepat, maka memang perlu ada backup dengan kapasitas yang ada ini," kata dia.
Berikut 12 wakil menteri yang dilantik Presiden Joko Widodo :
1. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi (Politisi PPP dan Waketum MUI)
2. Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo (Politisi PDI-P dan mantan Bupati Jayawijaya)
3. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga (Politisi Golkar)
4. Wakil Menteri ATR/BPN Surya Tjandra (Politisi PSI)
5. Wakil Menteri Parekraf Angela Tanoesoedibjo (Wakil Sekjen Perindo)
6. Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin (Dirut Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)
Baca: Budi Gunadi Sadikin
Baca: Angela Herliani Tanoesoedibjo
7. Wakil Menteri BUMN Kartika Wiryoatmojo (Direktur Utama Bank Mandiri)
8. Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar (Dubes RI untuk Amerika Serikat)
9. Wakil Menteri LHK Alue Dohong (pejabat Badan Restorasi Gambut)
10. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (Kepala Badan Kebijakan Fiskal).
11. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi (relawan Projo)
12. Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono (Bendahara Umum Tim Kampanye di Pilpres 2019)
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria/Tribunnews.com)