Selain itu, Andi Gani juga mengatakan akan ada lima layar raksasa yang disiapkan agar masyarakat bisa menyaksikan pelantikan secara langsung.
"Ada lima layar raksasa di sekitar Istana Merdeka agar masyarakat bisa lihat live pelantikan presiden," kata Andi.
Panitia akan menghentikan seluruh kegiatan untuk menonton bersama prosesi pelantikan presiden dan wakil presiden pukul 13.10 WIB.
"Jam 13.10 WIB seluruh kegiatan kami hentikan untuk menonton bersama prosesi pelantikan presiden dan wapres," kata Andi.
Baca: Jelang Pelantikan Jokowi, Beredar Susunan Kabinet 35 Nama Menteri Jokowi-Maruf
Dihadiri 8 Kepala Negara
Andi Gani mengimbau kepada para pengunjukrasa agar tidak mendekat ke Kompleks Parlemen.
"Mari kita saksikan pelantikan Presiden dan Wapres terpilih secara khidmat. Ini adalah pekerjaan besar bangsa ini," katanya.
Eko mengatakan pengamanan ketat perlu dilakukan karena pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih akan dihadiri 8 Kepala negara dan 9 utusan kepala negara.
"Jadi total 17 negara asing yang akan melihat di luar duta besar. Mari kita tunjukan bangsa indonesia bangsa beradab dan ramah tamah. Apapun perbedaan kita mari kita hormati hasil pemilu lalu. Inilah gongnya," tuturnya.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan izin unjuk rasa tidak akan diberikan selama 6 hari mulai dari 15 hingga 20 Oktober 2019.
"Apabila ada yang sampaikan surat pemberitahuan tentang akan diadakan penyampaian aspirasi, kami tidak akan memberikan surat tanda penerimaan. Mulai besok sudah diberlakukan sampai iya (tanggal 20). Setelah itu kan aspirasi boleh disampaikan. Jadi ini diskresi kita," katanya.
Ketentuan tersebut diberlakukan agar situasi keamanan menjelang pelantikan presiden tetap kondusif.
Sehingga menurutnya Indonesia akan dikenal sebagai bangsa yang beradab.
"Tujuannya adalah agar situasi tetap kondusif karena kita menghormati pada saat pelantikan tadi seperti Pangdam sampaikan beberapa kepala negara akan hadir dan juga utusan utusan khususnya. Kita hormati itu sebagai bangsa Indonesia agar bangsa kota ini dikenal dengan bangsa yang beradab, bangsa yang santun dan lain sebagainya karena ini akan dilihat oleh seluruh dunia mari kota hormati itu," katanya.
Sampaikan pidato politik
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan pidato politik di hadapan masyarakat setelah menjalankan prosesi pelantikan presiden-wakil presiden periode 2019-2024.
Pidato tersebut akan disampaikan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2019).
Ketua panitia pelaksana syukuran inaugurasi presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, Andi Gani Nena Wea mengatakan, isi pidato nantinya tentang persatuan Indonesia karena kompetisi Pilpres 2019 sudah berakhir dan telah menghasilkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
"Saya tidak bisa menebak apa isi pidato presiden nanti, tapi kemungkinan besar soal persatuan Indonesia dengan membangun bersama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat," tutur Andi di Jakarta, Senin (14/10/2019).
Menurutnya, pada hari tersebut akan dilaksanakan berbagai parade budaya dari 34 provinsi untuk menyambut Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.