“Air banjir di Jepang lebih bersih ketimbang air minum di Pakistan,” tulis @hamzakbarki
Warganet asal Indonesia juga mengomentari banjir tersebut dengan menyebut Jepang luar biasa lantaran air banjirnya bersih meskipun dihajar topan besar.
"Jepang dihajar topan terdahsyat dalam 60 tahun terakhir. Banjir di mana2. Tapi semuanya tetap bersih. Hampir tak terlihat sampah mengapung di pemukiman padat penduduk. Luar biasa, Jepang!," tulis @ainurohman.
Jepang Dilanda Topan Hagibis
Sebelumnya Typhoon Hagibis yang kuat menghantam Jepang pada Sabtu (12/10/2019) pagi.
Dengan Typhoon Hagibis yang terus melanda Jepang pada Sabtu malam hingga minggu.
Akhirnya ratusan ribu masyarakat mengungsi.
Sebab Typhoon Hagibis pun mendatangkan banjir.
Badai bisa membawa hujan dan angin terberat ke Jepang dalam 60 tahun terakhir.
Baca: Topan Hagibis Melanda Jepang, Piala Dunia Rugby dan Grand Prix F1 Jepang Ditunda
Baca: Typhoon Hagibis Diperkirakan Landa Jepang, Kereta Api dan Seluruh Penerbangan Dihentikan Sementara
Dilansir oleh Kompas.com, sedikitnya telah ada 11 orang yang dilaporkan tewas dan belasan lainnya hilang.
Militer Jepang telah dikerahkan pada Minggu (13/10/2019), untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak banjir.
Badai telah mulai meninggalkan daratan Jepang, tetapi banjir besar dilaporkan terjadi di Nagano, Jepang tengah, setelah sebuah tanggul jebol dan mengirim air dari sungai Chikuma ke lingkungan perumahan dan membanjiri rumah-rumah warga hingga ke lantai dua.
Militer Jepang mengerahkan helikopter untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak banjir dan bertahan di balkon tempat tinggal mereka sambil melambaikan handuk untuk menarik perhatian tim penyelamat.
"Semalam kami mengeluarkan perintah evakuasi untuk 427 keluarga, dengan sekitar 1.417 individu," kata pejabat darurat kota Nagano, Yasuhiro Yamaguchi, kepada AFP, Minggu (13/10/2019).
Belum diketahui pasti berapa banyak rumah warga yang terkena dampak dari banjir serta badai yang dibawa Topan Hagibis.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)