Tiga Alasan Partai Gerindra Dinilai Punya Peluang Besar Masuk Kabinet Kerja Jilid II

Ini tiga alasan Partai Gerindra dinilai masuk dalam kabinet kerja Jokowi-Maruf Amin menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer.


Melia Istighfaroh

Tiga Alasan Partai Gerindra Dinilai Punya Peluang Besar Masuk Kabinet Kerja Jilid II
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT dan diakhiri dengan makan siang bersama. 


Ini tiga alasan Partai Gerindra dinilai masuk dalam kabinet kerja Jokowi-Maruf Amin menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari mengungkapkan tiga alasan Partai Gerindra dinilai masuk dalam kabinet kerja Jokowi-Maruf Amin.

Mengutip dari Kompas.com, Sabtu (12/10/2019), Partai Gerindra dan partai pengusung Jokowi, yaitu PDIP sama-sama dari partai nasionalis.

"Saya termasuk orang yang berpendapat bahwa besar peluang Gerindra untuk masuk kabinet kali ini pertama karena ideologi PDI-P, partainya Jokowi itu dekat dengan Gerindra, sama-sama nasionalis," kata Qodari, saat ditemui Kompas.com.

Alasan kedua, Qodari mengatakan bahwa hubungan baik Jokowi dan Prabowo mempengaruhi kemungkinan besar Partai Gerindra dapat masuk dalam kabinet kerja jilid II.

Baca: Jokowi Sebut Susunan Kabinet Rampung, Akui Kemungkinan Perubahan Susunannya setelah Bertemu SBY

Baca: Seusai Ketemu SBY & Prabowo Subianto, Jokowi Nyatakan Susunan Kabinet/Menteri Jokowi Jilid 2 Rampung

"Kemarin keliatan kan sama Prabowo, dia (Jokowi) bisa mengatakan, 'Kita mesra kan', Pak'. Sementara pak SBY kita tidak lihat kita mesra kan," ujarnya.

Alasan ketiga, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terlihat menerima Prabowo dalam beberapa kali kesempatan.

Oleh karena itu, beberapa kemungkinan variabel dianggap menjadi peluang Partai Gerindra masuk dalam kabinet kerja Jokowi-Maruf Amin.

"Pengalaman yang lain adalah di periode pertamanya Pak Jokowi memang menambah partai dari luar koalisi. Ada Golkar, PAN saya kira di 2019 ini partai dari luar itu namanya Gerindra," terang Qodari, dikutip dari Kompas.com.

Gerindra Gabung ke Pemerintah, Begini Menurut Pengamat

Dilansir Tribunnews, pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), I Made Leo Wiratma menyayangkan keputusan Gerindra jika benar akan bergabung dengan koalisi pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin.





Halaman
123
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved