TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kamis, (10/10/2019) sekitar Pukul 11.55 WIB, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Wiranto ditusuk oleh dua orang tak dikenal.
Peristiwa yang terjadi di Pintu Gerbang Lapangan Alun-alun Menes Desa Purwaraja, Menes, Pandeglang, Banten tersebut dibenarkan oleh Mabes Polri.
Berdasarkan informasi yang didapatkan Tribunnewswiki, pelaku terdiri dari dua orang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki.
Pelaku menggunakan senjata tajam dan melukai Wiranto serta Kapolsek Menes Kompol Dariyanto di bagian punggung.
Selain itu, satu dari rombongan Wiranto, H. Fuad juga mendapatkan serangan dan melukai dada sebelah kiri atas.
Saat ini pelaku telah diamankan di Mako Polsek Menes Polres Pandeglang, Banten.
Identitas pelaku adalah Fitri Andriana (20) dan Syahril Amansyah alias Abu Rara (30).
Baca: Update Kondisi Wiranto Setelah Ditusuk Menggunakan Senjata Tajam oleh Orang Tidak Dikenal
Pelaku diduga jaringan terorisme JAD yang berafiliasi dengan ISIS
Dikutip dari Kompas.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyatakan pelaku laki-laki, Syahril Amansyah alias Abu Rara diduga terpapar radikalisme ISIS.
"Diduga pelaku terpapar radikalisme, nanti kita coba dalami apakah SA masih punya jaringan JAD Cirebon atau JAD lain di Sumatera," ucap Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Hal tersebut diperjelas oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.
Budi Gunawan mengatakan bahwa aparat sebenarnya sudah mendeteksi pergerakan kelompok Jamaah Ansarud Daulah ( JAD) di Bekasi termasuk pergerakan Abu Rara.
Baca: Jamaah Ansharut Tauhid
Baca: Jamaah Ansharut Daulah (JAD)
Namun JAD memiliki sistem sel yang masing-masing bergerak sendiri-sendiri.
Abu Rara diduga merupakan anggota sel JAD Kediri yang pindah ke Bogor.
Setelah bercerai dengan istri pertamanya Abu Rara pindah ke Menes dan difasilitasi jihadin Abu Syamsudin.
Sistem yang demikian menjadi kendala aparat untuk memantau keseluruhan pergerakan mereka.
"Karena mereka pergerakannya sistem sel. Sel itu kan titik kecil-kecil, orang per orang," ujar Budi Gunawan.
Budi Gunawan kemudian meminta masyarakat berkontribusi untuk menjaga keamanan di wilayah tempat tinggal masing-masing.
"Kami mohon bantuan dari seluruh warga masyarakat untuk mengawasi bibit-bibit ini," lanjut Budi Gunawan.
Tanggapan pengamat terorisme